Lainnya

    Pameran Maros Tempo Doeloe Memperkenalkan Lukisan Peradaban Manusia Pertama di Dunia

    Maros.reaksipress.com – Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Maros kembali menggelar agenda pelaksanaan kegiatan kebudayaan dan pariwisata di Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung. Agenda tersebut dirangkaikan dengan perlombaan tabuh gendang tradisional bugis – makassar dan pameran benda museum seperti, sepeda onthel, becak, badik, keris, uang koin serta masih banyak lainnya.

    Pagelaran yang bertajuk “maros tempo doeloe” tersebut berlangsung selama dua hari sejak 14-15 November 2020 dan melibatkan berbagai organisasi kebudayaan dan pengoleksi barang antik, yang nantinya akan memamerkan benda bersejarah.

    Pameran Temporer dan agenda yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Maros ini menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) non fisik BOP-MTB 2020.

    Ia juga melibatkan Forum Komunikasi Dara Dan Daeng Kabupaten Maros yang berperan sebagai lembaga pemerintahan yang memiliki substansi bergerak pada bidang pariwisata dan kebudayaan dan berperan sebagai panita penyelenggara pameran temporer di TN Babul.

    Sementara itu, Ferdiansyah selaku kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, menuturkan “kegiatan ini merupakan hasil daripada kegiatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Baruga B kantor bupati Maros dan hotel grand mall” tuturnya.

    Ia juga menambahkan “kami dari Disbudpar telah menggelar beberapakali seminar, seperti, seminar tata kurator museum daerah, seminar hasil kajian museum, pelatihan pengelolaan rumah singgah/homestay dan pelatihan pemandu wisata” jelasnya.

    Ia juga berharap kegiatan ini menjadi wujud nyata agar kiranya masyarakat Kabupaten Maros semakin mengenal Kearifan Budaya Lokal yang ada di Maros. Harap Ferdiansyah.

    Sementara itu, Andi Fahri Makkasau yang berperan sebagai Tim ahli cagar budaya kabupaten Maros, menjelaskan rincian singkat Kabupaten Maros, ia menjelaskan “Maros itu diambil dari bahasa Bugis ‘marusu’ dan diberi julukan bernama Butta Salewangang yang berarti sejahtera lahir dan batin dan secara ekonomi itu sudah terbukti, hanya untuk secara sosiologis kita itu semakin kehilangan” tuturnya

    “Sehingga itu membuat kita harus kembali menanamkan sikap empati dan toleran yang lebih jauh, karena Marusu atau marusung-rusung itu menggambarkan kekompakan, perdamaian, tenggang rasa dan itu diambil dari sifat leluhur kita di masa lalu, dan itu yang harus kita pegang sebagai bukti anak keturunan Marusu” sambungnya.

    Pada kegiatan tersebut pihak penyelenggara juga memasang kayu triplek Eksprimen Lukisan Gua, hal itu dimaksudkan untuk membangun refleksi para pengunjung pameran Maros Tempo Doeloe agar kiranya mengetahui Sejarah Kabupaten Maros, pada lukisan tersebut diperlihatkan cetakan tangan manusia prasejarah tertua didunia serta memperkenalkan bahwa peradaban manusia pertama di dunia berada di Kabupaten Maros.

    Laporan Wartawan : Guntur Rafsanjani

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer