Lainnya

    Kader UBL Dibalik Bom Makassar

    Opini – reaksipress.com – Penulis tiba-tiba di chat oleh guru penulis. Penulis katakan guru sebab dialah yang terlibat hingga buku Ini Jalanku Da’i Kamtibmas yang diberi pengantar Kapolri Jenderal Polisi Prof. Tito Karnavian terbit nasional.

    Yakni Yanuardi Syukur. Beliau telah menjadi pembicara nasional dan sering diundang diacara televisi untuk jadi pembicara. Ia beristrikan orang Maros. Awalnya ia merasa tertarik dari isi tulisan penulis di seri 656. Lalu menchat di via whatapp, “Menarik.” Lalu bertanya, “Lukman apakah pernah kenal UBL atau istrinya?”

    Usai penulis jawab. Tiba-tiba beliau lansung ajak diskusi. Hanya 3 jam jeda waktu ajakanya. Kemudian terealisasi diskusinya. Selasa, 30 Maret 2021. Pukul 13:00 WITA atau 12:00 WIB sebab ia di Jakarta.

    Calon doktor Antrpolog UI tersebut adalah sosok yang lincah, cerdas dan penulis produktif. Dengan karya 60 judul buku ia telah terbitkan Dan memimpin lembaga, yang selalu membahas isu-isu global. Yakni Rumah Produktif Indonesia. Tema diskusinya “Bom Makassar Analisis Multipersfektif.”

    Darinya penulis mengetahui ilmu mengedit tulisan hingga menjadi sebuah buku. Olehnya itu buku Dai Anti Narkotika atau DANI tidak lagi Bung Yanurdi terlibat sebab sudah tahu cara mengidetnya. Buku yang diberi pengantar Kepala BNN dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

    Ide buku ini sementara penulis perjuangkan untuk dapat menjadi program nasional. Karena itulah penulis bersurat ke Presiden dan Kepala BNN RI bulan Februari agar jadi program nasional gagasan ini.

    Yanuardi meminta penulis untuk jadi narasumber acara diskusi via virtual. Yang mendadak yakni hanya tiga jaraknya ia mengundang jadi pembicara didiskusi yang menurut penulis bergensi. Sebab beberapa atase kedutaan hadir di diskusi itu.

    Juga penulis lihat ada jurnalis Detik.com yang telah banyak mewancarai tokoh nasional yakni Alexasander dan sepertinya banyak tokoh yang menyimak diskusi tersebut. Sebabnya menarik tema diskusinya. Apalagi isunya tentang terorisme.

    Sebagian kisah terkait bom Gereja Katedral Makasaar. Penulis ungkap saat diskusi tersebut. Tapi sebagian tidak. Karena terbatasanya waktu diskusi. Namun demikian penulis dalam kisah pada tulisan ini.

    Peran UBL Dibalik Bom Makassar.

    Peristiwa Bom Makassar Ahad, 29 April 2021 tak bisa dipisahkan dari jejak pengkaderan yang dilakukan oleh UBL. Hal itulah kenapa penulis memberi judul demikian. Sebab ada kaitannya.

    Timbul pertanyaan siapa itu UBL?

    Penulis akan menjawab sesuai pengetahuan penulis tentang dia. Ini alur kisah penulis tentang UBL. Ketika penulis masih kernek mobil kampas merangkap supir cadangan tahun 2003-2005.

    Penulis selalu membaca buku dan majalah dalam perjalanan menjual ban bekas ke beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Dikala itulah penulis sempat membeli majalah Hidayatulah yang dalamnya berisi profil UBL.

    Dikisahkan dalam majalah itu. Bahwa dia pernah ikut berjuang di Afganistan saat perang melawan Uni Sovyet. Juga diurai bahwa dia memberi nama salah dari putranya Saefullah Taddampu yang artinya pedang Allah yang terhunus.

    Inilah yang penulis ingat dari uraian profil di Majalah Hidayatullah. Lalu kemudian penulis beralih profesi penjual buku 2006-2014. Profesi ini yang mempertemukan penulis dan mendengarkan isi ceramahnya.

    Saat menjual buku inilah, hingga membuat penulis keliling Indonesia dan mengikuti hampir semua acara ormas keagamaan di Indonesia dan MTQ. Yakni acara nasionalnya.

    Ketika acara pertemuan KPPSI di Kabupaten Pangkep. Penulis hadir dengan menjual buku di halaman masjid. Waktu itulah penulis dengar UBL ceramah. Wah, isi ceramahnya mencengangkan dan membuat penulis tidak respek saat itu.

    Sebabnya mengumpat dan mencela pemerintah. Waktu itu SBY Presiden dan Budiono Wakilnya. Partai yang berhaluan Islam tidak lepas ia hujat keras di isi ceramahnya di mimbar masjid Raya Pankep. Ceramahnya bermuatan provokasi. Hingga itu tidak respek padanya.

    Lalu kemudian penulis mendengar lagi sepak terjangnya. Ketika dia khutbah Jumat di sebuah pesantren besar di Maros yang isi khutbahnya menyindir para pengurus pondok. Disebabkan tidak mendukung calon gubernur yang ia dukung waktu itu.

    Akibat kehadirannya khutbah yang tidak seizin pimpinan pesantren lalu juga isinya menghujat itjtihat politik pesantren. Akhirnya UBL di black list oleh pimpinan pesantren setelah peristiwa tersebut.

    Meski demikian, ia telah memberi pengaruh pada warga yang mendengar isi khutbahnya. Dalam catatan penulis, UBL berhasil dan sukses menggaet dua orang warga dan simpatisan pesantren waktu itu.

    Satu dari dua warga yang ia rekrut wafat di Suriah. Satunya lagi yang simpatisan, ikut digrebek Densus 88 di Villa Mutiara Januari 2021. Ia oknum pegawai PNS Pemda Maros yang berinisial M.

    Kaitan Dengan Bom Makassar.

    Di atas adalah kisah bagaimana UBL menyusup kemudian menarik kader orang lain. Kali ini ia menyusup pada kader FPI Makassar. Makanya ada videonya viral. UBL memimpin baiat di tengah kader FPI di Jalan Sungai Limboto tahun 2015.

    Tempat itu sangat penulis kenal. Sebabnya semasa sekolah di SMA Islam Datumuseng penulis duhulu selalu lewat di jalan itu. Penulis tinggal di Lorong 58 jalan Gunung Nona. Tepat di ujung jalan Sungai Limboto ada lorong tembus ke kediaman perwira TNI komples Hasanuddin. Tatapi penulis tidak tamat di sekolah tersebut. Kelas 3 Aliyah pindah di Pesantren Yadi Kabupaten Maros.

    Lokasi FPI bermarkas dulunya selalu perang kelompok dengan anak muda lorong sebelahnya. Makanya agak penulis bertanya dan rada heran kenapa ada markas FPI di situ berdiri. Sebab tempat itu dulunya adalah tempat texas.

    Lanjut kisah UBL di markaz FPI inilah ia memimpin baiat sekitar kurang lebih 100 orang. Menurut liputan Detik.com bahwa pembesar FPI menyatakan tidak terlibat pada baiat itu. Dengan meliris pernyataan yang dimuat dalam berita lirisnya.

    Meski demikian, UBL telah berhasil menggaet beberapa orang pada baiat tersebut. Pelaku bom bunuh diri di Gereja Katederal Makassar adalah diantara yang pernah ikut baiat di markaz FPI.

    Hingga itulah, hubungan emosional mereka terkait. Terlebih UBL telah meninggal dunia disalah satu Lapas Nusakambangan. Saat menjalani vonisnya. Dengan tuduhan pasal di Undang-Undang Terorisme. Pasca ia memimpin baiat pimpinan ISIS di Suriah Al Bagdadi ditangkap oleh Densus 88.

    Kemudian penggerebekan Densus 88 di Villa Mutiara adalah bagian dari jaringan kader UBL. Olehnya itu, ada kaitan mereka satu sama lain. Ini rekontruksi kisahnya sehingga penulis mengaitkan dengan UBL. Sebab mereka yang melakukan bom bunuh diri adalah kadar UBL.

    UBL yang mendengungkan untuk berjihad di Suriah. Kader UBL pula yang gemar mempertontonkan vidio perang disana. Saat sedang mengajar anak TPA disebuah masjid di kompleks perumahan di kota Maros. Yang akhirnya pemuda beranak 3 itu tega meninggalkan anak dan istrinya untuk ke Suriah.

    Jadi, yang mengajarkan perang dan melakukan perlawanan adalah UBL. Pasca ia membaiat pimpinan ISIS. Kemudian setelah itulah upaya dan cara perlawanan dengan membom dilakukan oleh kadernya termasuk Bom Makassar. Sebabnya mereka terikat dengan pemimpin ISIS setelah berbaiat atau sumpah setia. Dan UBL telah wafat saat menjalani hukumannya. Serta yang menikahkan Lukman dengan istrinya telah tertangkap aparat hukum.

    Wallahu ‘alam Bissawab.

    Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da’i Siber Indonesia) BY: Hamka Mahmud Seri 657 HP: 081285693559

    Silahkan Berikan Tanggapan Anda

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer