Lainnya

    Tetap Ingat Allah Saat Virus Corona Mewabah

    Artikel.Religi – ReaksiPress.com – Arifudin Ketua DPD Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kota Mataram mengatakan kualitas iman seorang muslim dapat terlihat saat musibah datang menimpanya. Termasuk saat umat muslim yang saat ini juga tengah dilandah Covid-19.

    “Momentum ini sekaligus menunjukan kualitas keimanan kita di antara yang lainnya,” ujar Arif, Via WhatsApp Kamis (16/4/2020).

    Dalam kondisi ini, terang Arif umat muslim bisa memanjatkan doa sebagaimana yang Rosulullah SAW ajarkan dan diriwayatkan oleh imam Abu Dawud. “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari penyakit baros (penyakit kulit terkelupas), penyakit Junun (penyakit gila), penyakit lepra atau kusta, dan terakhir dari penyakit ganas yang mewabah.”

    “Dalam kondisi ini kita berdoa supaya kita dilindungi dari empat hal tadi (penyakit). Yang menarik Rosul menyisipkan agar kita terlepas dari penyakit gila, ini penyakit psikis,” terangnya.

    Dalam doa tersebut, menurut Arif, bukan hanya sekedar selamat dan bebas dari wabah corona saja tapi juga bebas dari tekanan psikis. Misalnya banyak yang jadi kehilangan penghasilan karena adanya wabah, atau banyak tuntutan karena pendapatan yang berkurang.

    “Doa ini mengingatkan kita agar memohon pada Allah agar kita selamat dari penyakit fisik dan selamat dari penyakit psikis. Virus ketakutan ini yang (justru) paling fatal,” terangnya.

    Oleh karena itu dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, menurut Arif, kualitas iman seorang muslim dapat terlihat. Apakah seseorang tersebut akan tetap bersyukur saat diberikan musibah atau justru berkeluh kesah.

    “Sungguh ajaib, urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusan itu baik, kenapa demikian, (karena) kalau dia ditimpa, dia akan mendapatkan rasa syukur, kalau ditimpa kesulitan dia akan bersabar. Jadi situasi ini hanya dua, bersyukur saat mendapatkan kesenangan dan sabar saat mendapatkan kesulitan,”terang Arif.

    Arif lalu menceritakan tentang penyakit yang pernah menimpa Nabi Ayub AS, penyakit judzam atau penyakit kulit yang saat itu sampai membuat Nabi Ayub kurus dan diasingkan. Bahkan orang-orang di masa itu telah menyarankan Nabi Ayub agar meminta kepada Allah untuk mengangkat penyakit tersebut dan Allah tentu akan mengabulkan.

    “Kenapa tidak meminta kepada Tuhanmu untuk kesembuhan, maka Nabi menjawab aku malu, aku diberikan nikmat (sehat) 70 tahun tapi ketika dikasih ujian dua pekan saja aku sudah protes, keluh kesah. Malu lah aku sama tuhanku,” ucap Arif.

    Dari kisah Nabi Ayub menerima cobaan ini terangnya, mengajarkan bagaimana saat Ayub ditimpa kesulitan Nabi Ayub justru menghitung nikmat Allah yang telah diterima begitu banyak. Nabi terus bersabar dan Ridho dengan penyakitnya.

    Dalam konteks kekinian kata Arif, maka penting supaya umat muslim menjaga lisan dari kata-kata dan kalimat yang tidak baik. Sebagaimana Rosulullah SAW, ajarkan agar dalam kesulitan Rosul tetap berucap Alhamdulillah ‘ala kulli haalin. Artinya segala puji bagi Allah dalam segala urusan

    “Termasuk dalam situasi ditimpa musibah ini. Allah ingin melihat bagaimana kita dalam situasi ditimpa musibah ini, Allah ingin melihat sejauh mana kita, apakah kita masih (dapat) melihat banyaknya nikmat yang diberikan Allah kepada kita,” ucapnya.

    Selain itu, Arif juga berpesan agar umat muslim terus menunjukkan sikap optimis dan selalu berkata-kata baik. Karena kalimat positif itulah yang akan menjadi isyarat kehidupan dimasa datang.

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Polres Maros Kirim Bantuan ke Sulbar

    Maros - reaksipress.com - Polres Maros melepas rombongan bantuan kemanusiaan peduli korban bencana Alam Gempa Bumi Sulawesi Barat di Mapolres Maros, Sabtu, (23/01/2021). Lima unit...

    Polda Sulsel Kawal Kedatangan Vaksin Sinovac

    Maros - reaksipress.com - Polda Sulsel mengerahkan sedikitnya 410 personel untuk menjamin keamanan dan kelancaran pengawalan vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang tiba di Terminal...

    Gubernur Sulsel Akan Support Infrastruktur Geopark Maros-Pangkep

    Sulsel – reaksipress.com - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah, berjanji akan mensupport penuh infrastruktur yang ada di Geopark Maros-Pangkep. Beberapa infrastruktur akan dibangun diantaranya...

    Diajak Jadi Dosen di Permata Ilmu

    Opini - reaksipress.com - Karunia pertama penulis terima setelah diwisuda S2 manajemen ilmu pendidikan. Yakni diajak jadi Dosen di ITKPI Maros (Institut Tehnologi...

    Peduli Korban Gempa, Kodim 1422/Maros dan Basnaz Kirim Bantuan Ke Sulbar

    Maros - reaksipress.com - Peduli terhadap bencana gempa bumi yang terjadi di Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, Kodim 1422/Maros dan Devisi Infantri 3/Kostrad serta...

    Masih Banyak Pengungsi Gempa Belum Dapat Bantuan

    Sulbar - reaksipress.com - Sejumlah pengungsi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), masih minim bantuan dan bahkan ada yang mengaku...