Lainnya

    Sistem Islam VS Sistem Kapitalis menghadapi Pandemi

    Artikel – reaksipress.com – Sejak awal munculnya penyebaran covid-19 telah banyak pihak yang telah mendesak Indonesia untuk memastikan keberadaan virus ini, namun pemerintah terkesan tidak menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini. Sikap pemerintah dalam menangani pandemic corona memunculkan banyak perdebatan hingga masyarakat menilai pemerintah terkesan meremehkan kasus ini. Ketika dunia mulai mengambil jalan untuk melakukan lockdown, pemerintah Indonesia masih membuka jalan masuk untuk para wisatawan hingga tenaga kerja terutama dari Cina.

    Tampaknya banyak hal yang menjadi pertimbangan pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap dalam penanganan kasus covid-19 ini, burukna kualitas kepemimpinan, kondisi keuangan negara yang sedang parah, hingga kuatnya ketergantungan negara kepada asing. Rakyat terus dibiarkan dalam ketidakpastian dankegaluan. Ketika masyarakat hendak melakukan lockdown maka akan terlalu banyak resikonya. Persiapan bahan makanan dan kenutuhan yang lain tidak akan mungkin disiapkan oleh negara. jadai wajar saja ketika pemerintah menghimbau untuk melakukan lockdown masih banyak masyarakat yang terus berkeliaran di luar, itu karena mereka terpaksa untuk mencari penghidupan. Sekolah diliburkan, tapi sebagian malah berlibur, jalan-jalan. Edukasi dan Informasi yang kurang kepada rakyat membuat mereka mengambil sikap yang beragam. Sosialisasi kesehatan yang lamban disampaikan menjad tidak efektif membantu langkah pencegahan penularan covid-19 tersebut.

    Sejak awal munculnya virus corona ini, sebagian rakyat langsung panic-buying, mereka mulai menyetok beberapa keperluan rumah hingga memborong masker, hand sanitizer hingga alat kesehatan lainnya pun menjadi barang langka di pasaran sampai harga melonjak diluar kewajaran. Hal ini bisa dilakukan oleh masyarakat yang mampu menyetok, tetapi bagaimana dengan masyarakat yang tidak mampu menyetok keperluan karena kendala perekonomian? Wajar jika sebagian warga panic bahkan masyarakat terlanjur kecewa dan menilai pemerintah telah ketinggalan langkah. Ditengah pendeminya wabah ini pemerintah bahkan belum berani mengambil langkah untuk melakukan lockdown nasional, sementara virus corona sudah menyebar kemana-mana. Sudah banyak daerah yang ditandai zona tidak aman lagi. Dilansir m.merdeka.com (26/03/2020), total ada 893 kasus positif Covid-19, untuk pasien yang sembuh sebanyak 35 orang, dan yang meninggal total 78 orang.

    Melihat fakta yang terjadi, telah jelas tampak bahwa sikap penguasa sangat sulit untuk mengambil sikap bahkan dalam penyelamatan nyawa rakyatnya pun, para penguasa masih merasa dilema dalam penetapannya. Bagi negara pengekor seperti Indonesia, mengambil keputusan itu pasti sulit. Berbeda dalam paradigm kepemimpinan Islam. Dalam Islam, kepemimpinana dinilai sebagai amanah berat yang berkonsekuensi surge atau neraka. Pemimpin wajib menjaga dan mengurus rakyatnya.
    Dalam sistem Islam, pemimpin wajib mengurus urusan rakyat, termasuk pemeliharaan urusan kesehatan. Bahkan Islam mewajibkan negara menjamin pelayanan kesehatan untuk seluruh rakyat secara gratis. Dalam hal pencegahan dan penanggulangan covid-19 saat ini, pemerintah wajib menjamin perawatan dan pengobatan semua irang yang sakit, khususnya yang terkena covid-19. Pemerintah harus menyediakan alat kesehatan yang memadaitermasuk APD yang sangat dibutuhkan oleh paramedic. Pemerintah juga wajib menjamin birokrasi, protocol dan prosedur yang diperlukan berjalan. Pemerintah juga harus menjamin suasana yang nyaman aman bagi paramedic sehingga mereka dapat menjalankan tugas perawatan dan pengobatan sebaik mungkin.

    Pemerintah juga harus mengedukasi dn mendorong jika mengharuskan semua masyarakat untuk menjalankan regulasi physical distancing yang dibarengi dengan penyediaan cara dan sarana serta menggerakkan semua struktur dan aparat pemerintah hingga tingkat paling bawah. Sehingga saat negara dilanda wabah penyakit, negara kan mampu mengatasinya dengan kenijakan tepat. Lockdown akan mudah dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan syariat tanpa khawatir penolakan negara yang lain. Rakyat pun akan taat karena paham kepentingan dan merasa tenram karena semua kebutuhannya ada dalam jaminan negara. sementara tenaga medis akan bekerja dengan tenang karena didukung segala fasilitas yang dibutuhkan dan intensif yang sepadan dengan pengorbanan yang diberikan.

    Inilah Sistem ekonomi Islam akan menjadikan negara sebagai otiritas terhadap berbagai sumber daya alam untuk mewujudkan dan mengurus kemaslahatan rakyat, menerapkan kekayaan alam yang melimpah sebagai milik umat yang wajib dikelola oleh negara untuk dikembalikan manfaaatnya ke rakyat, bukan untuk kepentingan sekelompok orang sperti sistem hari ini yang dibebaskan dalam kepemilikan dan rakyat diterlantarkan. Dengan demikian negara dengan mudahmewujudkan layanan kebutuhan dasar, baik yang bersifat individual maupun public bagi rakyatnya tanpa tergantung sedikit pun pada negara lain.

    realitas sistem khilafah yang pernah terwujud belasan abad lamanya. Sistem yang tegak diatas landasan keimanan sangat berbeda jauh dengan sistem yang tegak diatas landasan kemanfaatan segelintir orang. Sistem Islam yang menempatkan amanah kepemimpinan selaras dengan tujuan penciptaan manusia dan semesta yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam.

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Polres Maros Kirim Bantuan ke Sulbar

    Maros - reaksipress.com - Polres Maros melepas rombongan bantuan kemanusiaan peduli korban bencana Alam Gempa Bumi Sulawesi Barat di Mapolres Maros, Sabtu, (23/01/2021). Lima unit...

    Hoaks Tsunami Membuat Panik Warga Mamuju

    Sulbar - reakspress.com - Kabar berantai melalui whatsapp yang mengatakan akan terjadi gempa susulan dan tsunami yang lebih dahsyat dari gelap Kota Palu beredar...

    Reskrim Polsek Tanralili Tangkap Pelaku Copet di Pasar Tanralili

    Maros - reakspress.com - Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Tanralili Polres Maros dipimpin Kanit Reskrim Ipda Erwin berhasil mengamankan dua pelaku copet,...

    Pasangan HatiKitaKeren Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Maros

    Maros - reaksipress.com - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam–Suhartina Bohari resmi ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih 202 –2026, Pemilihan Kepala...

    Masih Banyak Pengungsi Gempa Belum Dapat Bantuan

    Sulbar - reaksipress.com - Sejumlah pengungsi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), masih minim bantuan dan bahkan ada yang mengaku...

    Akses Mamuju-Majene akhirnya Bisa Dilalui

    Sulbar – reksipress.com - Lonsor susulan yang terjadi di Jalan Poros Majene, Dusun Belalang, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi...