Lainnya

    Siapa Pembuat Virus Covid 19

    Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika: BY: Hamka Mahmud Seri 532 HP: 081285693559

    Siapa Pembuat Virus Covid 19?

    Semenjak mewabah virus covid 19, berbagai anggapan berseliweran. Pengamat militer Indonesia yang kerap muncul ditelevisi mengatakan bahwa ini adalah senjata biologi dari China. Dugaan Connie Bakri.

    Juga ilmuan Pakistan berasumsi sama, menuduh Amerika yang buat. Serta negara Israel juga tertuduh, Rusia juga tak ketinggalan dan beberapa negara sekutu Amerika.

    Parahnya asumsi liar ini tertular ke sebagian umat Islam. Beberapa hari yang lalu penulis ketemu. Dengan tambahan asumsi bahwa ini perang agama: ujung-ujungnya memerangi umat Islam nantinya. China sengaja korbankan rakyatnya terlebih dulu.

    Ngotot dengan asumsinya, bahkan ingin memperlihatkan bukti kajian dari gurunya dengan bukti slaide. Sambil berkata, “kami tidak mau dengar pendapat lain tentang corona hanya dari guru kami”.

    Lalu mengatakan, “perang dunia ke 2 juga telah terjadi perang senjata biologi.” Lantas berucap bahwa penulis ketinggalan perkembangan informasi tentang perang.

    Penulis diam, tidak menanggapi apa lagi berdebat. Percuma dan tidak bermanfaat. Nah, penulis ingin uji anggapan liar tersebut. Dengan uraian fakta sejarah tentang wabah. Baik itu dikisahkan dalam alquran juga dari kisah zaman sahabat Nabi ﷺ dan berapa argumen logis.

    Alquran sumber pedoman, agar tidak meragukan bahwa virus atau wabah adalah makhluk ciptaan Allah ﷻ sebagi peringatan kepada manusia. Serta sadar dan tahu diri sebagai makhluk lemah. Wabah Covid 19 bagian dari takdir Allah ﷻ yang harus diimani manusia.

    Argumen bahwa bukan ciptaan manusia makhluk virus covid 19:

    Pertama, mustahil mereka dapat menciptakan makhluk covid 19 dan mengendalikannya. Faktanya lalat saja tidak mampu, apalagi makhluk covid 19 yang tak dapat terlihat mata lansung. Allah ﷻ berfiman,

    إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابٗا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُ

    Sesungguhnya orang-orang yang menyeru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. QS. Hajj:73

    Kedua, musibah yang sama pernah terjadi hanya namanya berbeda. zaman Firaun sebagai peringatan agar ia sadar. Yaitu wabah darah yang keluar dihidung mereka, bahkan wabah lain bukan hanya untuk manusia. Seperti wabah belalang, kutu katak yang memakan tanamannya.

    Lihat ayatnya disurah al-Araf, ayat 133 Allah ﷻ menggunakan kata ‘fa’arsalnaa’. Kata ini mustahil ada keterlibatan orang tak beriman.

    فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَٱلۡجَرَادَ وَٱلۡقُمَّلَ وَٱلضَّفَادِعَ وَٱلدَّمَ ءَايَٰتٖ مُّفَصَّلَٰتٖ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ وَكَانُواْ قَوۡمٗا مُّجۡرِمِينَ

    Maka Kami kirimkan kepada(firaun) mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (keluar dihidung) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. QS. Al-A’raf, Ayat 133

    Wabah juga pernah terjadi di zaman Umar bin Khattab khalifa. Hanya namanya yang berbeda yaitu thaun. Bahkan lebih mematikan dari covid 19. Konon bahwa apabila terkena pagi, maka siangnya mati. Terkena sore maka malamnya akan mati.

    Umat Islam yang wafat karena wabah itu digolongkan mati syahid oleh Rasulullah ﷺ . Dan dua orang sahabat yang terkena wabah thaun adalah Abu Ubaidillah bin Jarrah dan Muadz bin Jabal dinyatakan syahid.

    Walaupun parah wabah thaun di zaman Umar bin Khattab, ia tidak mengeluarkan kebijakan shalat jumat dilarang, shalat berjamah tetap jalan. Hanya usul dari Amr bin Ash sang jenius, tentang sosial distencing dilaksanakan.

    Wabah itu terjadi saat gecarnya perang. Umar juga tidak menuduh bahwa itu adalah senjata musuh. Tetapi thaun takdir Allah ﷻ. Pada hal lawan perangnya waktu itu dua negara super power yaitu Romawi dan Persia.

    Ketiga, mustahil ada manusia yang mampu menghentikan aktifitas ibadah umat Islam seluruh dunia. Seperti saat wabah covid 19 ini. Ini juga bukti bahwa Allah tak butuh pada ibadah makhlukNya, namun makhluk yang sangat butuh ibadah padaNya.

    Hingga Mekkah sempat ditutup, juga masjid Madinah. Sementara jumat diberbagai negara ditiadakan, shalat berjamah dialihkan. Dalil bahwa tidak ada manusia yang mampu menghentikan ibadah kepada Allah ﷻ dimuka bumi,

    يُرِيدُونَ أَن يُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَيَأۡبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ

    Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. QS. At-Taubah: 32

    Keempat, hanya Allah ﷻ yang berkuasa menjadikan wabah ini menyebar keseluruh dunia dalam waktu singkat. Sebagaimana hanya Allah ﷻ pula yang berkuasa tenggelamkan seluruh isi bumi di zaman Nabi Nuh. Hingga itu pula Nabi Nuh bergelar bapak kedua manusia (abul basyar) setelah Nabi Adam.

    Kelima, wabah ini menyasar orang menengah ke atas: dari segi status sosial, maupun tinjauan umur. Ini hasil penilitian. Sepertinya Allah ﷻ hendak mengganti dengan umat yang lain para manula tersebut. Atau genarasi baru. Dan hal itu mudah bagiNya.

    Sekalipun tak dapat dipungkiri ada juga wafat dari kalangan menengah ke bawah. Korban keganasan virus covid 19, jika dia seorang muslim maka dikategorikan sebagai mati syahid. Hal inilah jadi dasad bahwa jazadnya tidak boleh ditolak untuk untuk dimakamkamkan.

    Keenam, hanya Allah ﷻ yang bisa memberi nyawa kehidupan virus disemua iklim dunia. Kecepatan virus ini bermutasi atau berubah bentuk, menyebabkan kesulitan bagi manusia untuk mengatasinya. Ingat mengatasi, sebab penulis tidak sependapat dengan jargon media MELAWAN COVID 19. Ada kesan takabur dengan kalimat itu.

    Manusia tak berdaya melawannya. Belum lagi obat dan vaksin untuk mengatasi virus type A ditemukan, virusnya sudah bermutasi ke type B dan C. Tentu masing-masing type perlu obat dan vaksin sendiri-sendiri untuk mengatasinya. Inilah bukti kata lawan tidak etis digunakan. Lagi pula berdasar argumen penulis ini bukan perang biologi, tatapi musibah yang dikirim Tuhan.

    Alibi lain, bahwa ini bukan senjata biologi. Jika memang covid 19 buatan manusia tentu sudah dibuat penawarnya lebih dahulu sebelum menyebarkan. Faktanya Amerika juga menjerit merana presidennya. Yang mungkin tidak lama lagi ia juga akan kena. Sebab ia bagian dari orang yang berbuat zalim di muka bumi ini. Memerangi nagara lemah, menindas rakyatnya.

    Wallahu ‘alam bissawab.

    MUSIBAH WABAH DATANG SEBAB ADA YANG MENGUNDANG YAITU KEZALIMAN YANG MERAJALELA

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Bupati Maros Jalani Vaksin Covid-19

    Maros - reaksipress.com - H.M. Hatta Rahman, M.M., menjadi orang pertama yang melakukan vaksin Covid-19 di Kabupaten Maros. Bupati Maros bersama beberapa pimpinan Forum Komunikasi...

    Akses Mamuju-Majene akhirnya Bisa Dilalui

    Sulbar – reksipress.com - Lonsor susulan yang terjadi di Jalan Poros Majene, Dusun Belalang, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi...

    Ketika Kerabat dan Ulama Wafat

    Opini - reaksipress.com - Cukuplah kematian jadi nasehat. Berita kematian di media sosial begitu akrab kita baca dan dengar akhir-akhir ini. Seperti tak ada...

    TNI AU Kirim Pesawat ke Majene

    Makassar - reaksipress.com - TNI angkatan udara menerbangkan pesawat Boeing 737 dari Skadron Udara V Lanud Hasanuddin untuk memantau situasi dan kondisi pasca gempa...

    Beli HP Dengan Uang Palsu, Pemuda di Maros Baru Diamankan Polisi

    Maros - reaksipress.com - Seorang pemuda asal Kelurahan Bajubodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, harus berurusan dengan Polsek Lau setelah nekad mengedarkan uang palsu. Pria...

    Hoaks Tsunami Membuat Panik Warga Mamuju

    Sulbar - reakspress.com - Kabar berantai melalui whatsapp yang mengatakan akan terjadi gempa susulan dan tsunami yang lebih dahsyat dari gelap Kota Palu beredar...