Lainnya

    Sekretaris Demokrat Maros Minta Bupati Copot Kadis Dukcapil

    Maros – reaksipress.com – Kebijakan yang dikeluarkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Maros dengan memecat pegawai non PNS (tenaga honorer) di instansinya mendapat kritikan dari Sekretaris Partai Demokrat Maros, M. Ishaq.

    Ditemui pada Jum’at (19/06/2020), Ishaq mengatakan bahwa kepala Dinas Dukcapil telah melakukan pelanggaran malaadministrasi dan melukai hati para pegawai honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun.

    “Kita rasa apa yang disampaikan Kadis Dukcapil sangat disayangkan, karena secara tidak langsung dia menuduh tenaga honorer mempunyai niat yang tidak baik.”katanya.

    Sebelumnya, kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Maros merumahkan 61 tenaga honorer dengan sebuah surat pernyataan yang ditanda tangani oleh kepala Dinas.

    “Kami berharap kepada Bapak Bupati Maros sebagai penanggungjawab daerah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, jika memang ada pelanggaran maka kami meminta Bupati Maros untuk mencopot Kadis Dukcapil.”

    Salah satu pegawai honorer yang ikut dirumahkan berinisial IS kepada media menilai pernyataan Kadis Dukcapil Maros melukai perasaan mereka karena keberadaannya dianggap negatif dan tidak diperlukan.

    Ia meminta seluruh rekannya kembali dipanggil masuk bekerja dan tidak diskriminatif.

    “Sudah ada 7 orang dipanggil kembali alasannya mereka punya SK 2020, tapi tiba-tiba ada 3 yang lain dipanggil dan tidak punya SK 2020.” jelasnya kepada media pada Kamis (18/06/2020)

    “Banyak honorer yang sudah mengabdi selama 10 tahun, dan selama bekerja mereka rajin dan tidak banyak menuntut,” ungkapnya

    Sementara Kepala Dinas Disdukcapil Maros, Eldrin Saleh di salah satu media menjelaskan bahwa salah satu alasan merumahkan tenaga honorer adalah adanya pemotongan anggaran dari pusat akibat Pandemi Covid-19.

    “Pada tahun 2019 kemarin, kami masih punya anggaran untuk turun ke lapangan sosialisasi, atau turun perekaman, karena ada covid-19 anggaran dipotong, jadi sudah tidak ada ruang lagi untuk menyisihkan ke teman-teman honorer,” ujarnya, kepada media, Rabu, (17/6/2020).

    Berdasarkan pertimbangan itu, pihaknya terpaksa merumahkan mereka. Ia mengaku langkah yang diambilnya telah mendapat persetujuan dari Bupati Maros.

    “Kami sudah sampaikan ke pak Bupati secara lisan kalau ada masalah seperti ini, dan beliau mengizinkan karena jika dipaksakan kasihan juga. Mereka bekerja tapi tidak digaji,” jelasnya.

    Namun Ia berjanji apabila nanti ada pemberkasan atau pendataan, pihaknya akan memanggil mereka kembali dan memasukkannya dalam daftar honorer di Disdukcapil Maros.

    Editor : MR

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Beli HP Dengan Uang Palsu, Pemuda di Maros Baru Diamankan Polisi

    Maros - reaksipress.com - Seorang pemuda asal Kelurahan Bajubodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, harus berurusan dengan Polsek Lau setelah nekad mengedarkan uang palsu. Pria...

    Bersama Gubernur, Kapolda Sulsel Tinjau Lokasi Gempa di Sulbar

    Sulsel - reakspress.com - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda) Irjen. Pol. Merdisyam, M.Si., bersama Gubernur Suawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin...

    Damkar Maros Kerahkan Personil Ke Lokasi Gempa Majene

    Maros – reaksipress.com - Belasan personil dan tiga unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros diberangkatkan ke Kabupaten Majene Sulawesi Barat pada Jum’at (15/01/2021). Keberangkatan...

    Dikira Gempa, Ternyata Truk Seruduk Warung

    Maros - reaksipress.com - Kecelakaan tunggal terjadi di jalan poros Maros-Pangkep, Lingkungan Belang-belang, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, Jumat (14/01/2021) Satu unit mobil truk tanpa muatan...

    Masih Banyak Pengungsi Gempa Belum Dapat Bantuan

    Sulbar - reaksipress.com - Sejumlah pengungsi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), masih minim bantuan dan bahkan ada yang mengaku...

    Peduli Gempa Mamuju, Brimob Polda Sulsel Kirim Bantuan ke Sulbar

    Sulsel - reaksipress.com - Gempa bumi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang berpusat di Kota Mamuju. Sejumlah bangunan di Kota Mamuju roboh akibat gempa...