Lainnya

    Rian dan Potret Janji Kampanye Lebih Sejahtera

    Maros.Sulsel – reaksipress.com – Laiknya anak belia di usia sekolah, setiap anak tentu berharap bisa bersekolah seperti kawan mereka lainnya. Namun tidak dengan Rian (15) dan Rival (10). Kedua kakak beradik itu harus rela putus sekolah dan menjadi tukang parkir.

    Ketidakmampuan ke dua orang tua mereka untuk membiayainya, memaksa keduanya untuk berhenti bersekolah dan menjalani profesi yang harusnya dilakukan oleh orang dewasa.

    Rian dan Noval harus rela kehilangan masa Kanak-kanak dan dunia pendidikan yang harusnya menjadi tanggungan pemerintah sebagai warga negara.

    Ayah Rian dan Rival, Rudi (37) mengatakan bahwa ke dua anaknya terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena tidak mampu membayar biasa sekolah. Keduanya bahkan tidak sempat tamat Sekolah Dasar.

    Mirisnya, Rian dan Rival yang tinggal bersama keluarganya di Lingkungan Padangasessere, Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros tidak terdaftar dalam data warga miskin. Bahkan nenek Rian yaitu Rawiyah (80) mengidap penyakit lumpuh bagian kaki kiri.

    Beberapa tahun saat SBY menjadi Presiden, Rawiyah mendapat mendapat bantuan beras raskin, dan bantuan langsung tunai tapi saat ini ia hanya mendapat Kartu Indonesia Sehat dari Kelurahan.

    Nenek Rawiyah pernah menanyakan hal tersebut kepada pihak kelurahan namun menurut salah satu pegawai Kelurahan jatah untuknya sudah ditarik dan diganti dengan paket sembako.

    Mirisnya nenek Rian dan Rival juga tak kunjung mendapatkan jatah tersebut. Saat ditanya soal ke dua cucunya (Rian dan Rival , red) Nenek Rawiyah hanya pasrah.

    “Keduanya pernah menangis mau sekolah tapi kami tidak punya biaya. Biarkan mi saja jadi tukang parkir untuk uang Belanja nya. Dari pada mereka mencuri mungkin ini lebih baik.” Kata Rawiyah dengan mata berkaca-kaca.

    Ironi ini sepeti tamparan keras buat pemerintah daerah Kabupaten karena Rian dan Rival menjadi sebuah luka di wajah sejahtera yang dijanjikan.

    Laporan : Isla

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer