Lainnya

    PTB Buka Lagi, Ketua HMI Maros Soroti Disbudpar Maros

    Maros.Sulsel – reaksipress.com – Penanganan wabah virus Corona (Covid-19) semakin gencar dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia. Demikian pula di kabupaten Maros, berbagai upaya telah dilakukan dalam mencegah penyebaran virus tersebut.

    Anehnya, di saat jumlah kasus mengalami peningkatan, ada 6 positif. Pemerintah Kabupaten Maros, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membuka kembali kawasan wisata kuliner Pantai Tak Berombak (PTB).

    Menanggapi hal tersebut, Ketua HMI Cabang Butta Salewangang Maros, Jufriadi menjelaskan, keputusan Disbudpar adalah bentuk ketidakbecusan pemerintah dalam penanganan wabah yang terjadi di Maros.

    “Pemerintah tidak tahu mengurusi rakyatnya, di mana di wilayah lain sementara gencar melakukan pencegahan dengan melakukan lockdown, karantina wilayah, penyemprotan disinfektan, menghindari tempat ramai dan kontak fisik. Malah Disbudpar ingin membuka kembali PTB yang pada 24 maret lalu telah ditutup sebagai bentuk pencegahan, ini logikanya di mana?” ungkapnya.

    Meskipun, sambungnya, pembukaan kembali kawasan wisata kuliner PTB ini berdasar aturan yang ketat, sistem jual beli antara pedagang dengan pembeli itu take away, atau dibungkus, dibawa pulang dan tidak dimakan di tempat. Bagi Jufri, sapaan akrabnya. Ini akan tetap membuka peluang tersebarnya virus Corona.

    “Walaupun ada aturannya, tidak boleh dimakan di warung, harus dibungkus dan dibawa. Tapi ini kan akan menciptakan kontak langsung, pertemuan langsung antar pedagang dengan pembeli. Ini kontradiktif, ada sekitar 80-an pedagang, kalau pembeli misalnya dari luar daerah, mereka singgah membeli, dengan alasan lelah dalam perjalanan dan meminta untuk makan di warung saja karena ribet kalau mesti dibungkus lagi, maka akan menciptakan keramaian bukan? Belum lagi kalau mereka, kita tidak minta-minta terjangkit lalu menularkan kepada warga di Maros? Bagaimana?” tegasnya.

    Jufri merasa pemerintah tidak tahu mengurus masyarakat, dan tidak memikirkan akibat berkepanjangan dari pembukaan kembali PTB. Hanya karena persoalan ekonomi yang dipikirkan, pragmatis sekali.

    “Begitu pragmatis pemikiran pemerintah kita, hanya soal ekonomi pedagang katanya. Padahal, ada sesuatu yang lebih jauh berharga, yakni keselamatan ratusan ribu penduduk Maros,” tuturnya

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Bersama Hidayatullah Langkat, BMH Gelar Syukuran Penggunaan Perdana Masjid Al-Fatah

    Nasional - reaksipress.com - Pondok Pesantren Hidayatullah bersama BMH menggelar kegiatan silaturrahim tokoh dan syukuran pemanfaatan perdana Masjid Al-Fatah, Ahad (21/2) di Desa Pekan...

    Berpura-pura Belanja, Perempuan Paruh Baya ‘Gondol’ Uang 30 Juta

    Makassar - reaksipress.com - Perempuan berinisial HT (52) warga jalan Balana, Kelurahan Barana Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah terciduk...

    HPPMI UMI Gelar Diskusi ‘Oligarki Menang Lagi’

    Maros - reaksipress.com - Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Komisariat Universitas Muslim menggelar diskusi terbuka disalah satu warkop di kawasan Kuliner PTB, Kelurahan...

    Aklamasi, Agus BJ Pimpin Karang Taruna Maros

    Maros - reaksipress.com - Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Maros yang digelar di Villa Iluna Kecamatan Tompobulu memilih secara aklamasi Agus BJ sebagai ketua...

    SPIDI Sukses Gelar AQSHA Kompetisi

    Maros - reaksipress.com - SPIDI resmi menggelar AQSHA Competition Volume 5. Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual hingga 28 Februari mendatang. Disiarkan secara live streaming di...

    Jalan Poros Barandasi Kembali Memakan Korban

    Maros - reaksipress.com - Pengerjaan jalan Poros Maros-Pangkep kembali memakan korban, dari pengakuan salah seorang warga, akibat kecelakaan tersebut ialah disebabkan oleh tidak adanya...