Lainnya

    Polres Maros Gelar Press Conference Ungkap Tiga Kasus Kriminal

    MAROS, SULSEL – REAKSIPRESS.COM – Kepolisian Resort (Polres) Maros mengelar Press Conference pengungkapan tiga kasus Kriminal oleh Satreskrim Polres Maros yang terjadi di wilayah hukum Polres Maros

    Pengungkapan kasus tersebut dilaksanakan dihalaman Mapolres Maros, Rabu (24/06/2020). dipimpin langsung Wakapolres Maros, Kompol Dr. H. Muhammadong, S.E., MH dengan didampingi Kabag Humas Polres Maros, Kompol Ribi dan Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Muhammad Rusli.

    Wakapolres Maros, Kompol Dr. H. Muhammadong S.E., MH, Menerangkan tiga kasus Yakni, kasus penipuan Travel Haji, Kasus penganiayaan serta pengrusakan terhadap aksi rombongan pengantar jenazah dan kasus lain lagi merupakan kasus pembunuhan.

    Ketiga kasus ini, 2 kasus terjadi di bulan juni 2020, dan 1 kasus di tahun 2015.

    Dua kasus dibulan juni ini merupakan kasus penganiayaan yang disertai pengrusakan di sebuah toko bangunan yang dilakukan terhadap rombongan pengantar jenazah dan kasus pembunuhan, yang satunya lagi adalah kasus penipuan Travel Haji yang terjadi di tahun 2015.

    Adapun untuk kasus penganiayaan yang disertai pengrusakan yang dilakukan oleh rombongan pengantar jenazah beberapa hari lalu dijalan Poros Makassar-Maros, Lingkungan Ballu-ballu, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, diamankan dua orang pelaku dan 1 lagi masih dalam Daftar pencarian Orang.

    Dua orang pelaku yang diamankan ini yakni WM (19) dan EP (25) yang merupakan warga kota Makassar, beralamat Jl. Pampang 1, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakukkang dan satu pelaku lagi masih dalam pencarian.

    Pelaku penganiayaan dan pengrusakan ini diamankan setelah mereka melakukan aksinya yang terekam di CCTV.

    Akibat perbuatannya, pelaku terjerat pasal 170 Ayat Subs 406 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

    Adapun kasus pembunuhan ini terjadi di Dusun Camba Jawa, Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, pada hari Sabtu tanggal, 20 Juni 2020.

    Korban bernama Naharia (53) Tahun, tewas ditangan pelaku Jumaing (36) yang merupakan keluarga korban sendiri.

    Kronologi kejadiannya berawal saat pelaku yakni Jumaing alias Juma (36) datang ke rumah korban bermaksud ingin meminjam uang, namun korban Naharia (58) tidak memberikan pinjaman malah justu menghina pelaku dengan kata yang kurang baik “Kalau kamu miskin lebih mati mako saja”. Kemudian pelaku pulang, lalu keesokan hari pelaku ini kembali datang malam kerumah korban dengan niat sama, akan tetapi pelaku diteriaki maling oleh korban.

    Lantaran tersinggung, pelaku pun memukul kepala korban mengunakan kayu yang dia bawah dari rumahnya sebanyak 4 kali. Saat korban tersungkur, pelaku kemudian mencabut pisau yang juga dia bawah dari rumahnya dan menikam bagian perut korban 3 lalu mengorok leher korban.

    Setelah pelaku menghabisi nyawa korban, ia melarikan diri kembali pulang kerumahnya dengan menganti baju lalu menuju rumah ketua RT setempat agar dirinya minta diantar ke Polsek Bantingmurung untuk menyerahkan diri.

    Adapun barang bukti yang diamankan yaitu sebilah pisau dan sepotong kayu yang di pakai untuk menghabisi nyawa korban. untuk pasal pelaku sebagaimana dimaksud dalam rumus pasal 338 subs Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan pidana penjara paling lama 15 (Lima belas) Tahun.

    Sedangkan untuk kasus Penipuan Travel Haji ini merupakan kasus di bulan September tahun 2015. Pelaku bernama Wahyudin Alias Wahyu Bin Abdan (48), warga Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

    Pelaku dilaporkan oleh beberapa Korban Calon Haji ke Pihak Kepolisian
    Karena melakukan penipuan dan pengelapan.

    Adapun total korban, ada tujuh orang yakni Hamid, Sirajang, Suriyani, Nasrah, Syamsiah, Jawariah dan Haminah kebanyakan korban warga Maros, Salah korban bernama Hamid telah meninggal.

    Pelaku bersangkutan menjanjikan ke Calon Haji yang untuk keberangkatan cepat dengan pembayaran 150 juta per orang, Karena Calon Jamaah Haji tak kunjung diberangkatkan, beberapa Korban Calon Haji ini melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. alasan pelaku katanya pengurusan Visa Haji tidak kunjung keluar.

    Adapun pasal yang disangkakan adalah pasal 378 subs pasal 372 KUHP tentang penipuan dan pengelapan dengan hukuman kurungan penjara diatas 4 Tahun.

     

    Editor : Muhammad Alislami Ramadhan

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Nakes di Pulau Terluar Sulawesi Selatan Telah di Vaksin

    Pangkep - reaksipress.com - Sejumlah tenaga kesehatan dan unsur kantor desa di pulau-pulau terpencil di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan kembali mendapatkan dosis Vaksin jenis...

    Nuranita, Perempuan Camba Yang Membawa Maros Hingga Tingkat Nasional

    Maros - reaksipress.com - Pemilihan Duta Kampus Tingkat Nasional tahun 2021 yang digelar di LPP Convention Hotel, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung...

    Polres Maros Gelar Vaksin Covid-19 Tahap 2

    Maros - reaksipress.com - Sebanyak 50 personil Polres Maros mengikuti pencanangan vaksin Covid-19 tahap II yang digelar Polres Maros. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula...

    Gegara Pandemi, TWA Bantimurung Rugi 6 Miliar

    Maros - reaksipress.com - Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros. Meski demikian, selama Pandemi Covid-19, PAD...

    Solusi Dusun Pemasok Miras

    Opini - reaksipress.com - Pipinya basah, matanya memerah terlihat hatinya pilu. Menyaksikan sekiar 5 karung mirasnya ditumpah oleh supir yang mengangkut atas ...

    Polsek Turikale Ungkap Kasus Pencurian Sepeda

    Maros - reaksipress.com - Kepolisian Sektor Turikale Polres Maros berhasil mengungkap kasus tindak kejahatan pencurian sepeda, Selasa ((02/03/2021). Pengungkapan kasus berawal dari laporan polisi LP/15/II/2021/PSS/Res.Maros/Sek....