Lainnya

    Peluncuran Buku Da’i Anti Narkotika

    Artikel – reaksipress.com – “Karena pandemi covid 19 masih mewabah hingga itu Bapak Kepala BNN RI tidak memungkinkan hadir dipeluncuran buku bapak.” Tulis via wastapp Sekretaris Kepala BNN RI.

    Kemudian melanjutkan,” Namun hal itu, beliau diwakilkan oleh Kepala BNNP Sulsel untuk pelucuran buku.”
    Penulis kemudian bertanya, “Apa boleh kami pasang foto Bapak Kepala dalam undangan acara.”

    “Silahakan Pak.” Jawab AKP Joko perwira pangkat tiga balok.

    Kali ini untuk yang kedua kalinya penulis menghelat acara dihadiri oleh jenderal di kota kelahiran penulis. Yang pertama, saat peresmian Masjid Dai Kamtibmas, dan yang kedua, saat buku kedua yang bernomer ISBN resmi penulis ingin luncurkan. Tak muluk-muluk jenderal didatangkan. Penulis yakin bisa, sebab sandaran penulis hanya Allah ﷻ dalam kegiatan dakwah.

    Tepat di malam Jum’at, 6 Agustus 2020, yang biasanya pengajian penulis isi dengan materi tentang dakwah Kamtibmas. Tetapi kali ini, lain dari pada yang lain, yakni acara peluncuran buku berjudul DANI (Da’i Anti Narkotika).

    100 eksamplar buku, penulis bagikan gratis pada warga yang hadir. Juga mengundang 30 anggota DANI angkatan pertama, serta 7 Kepala Lapas dan Rutan tempat penulis rutin mengisi dakwah. Tak ketinggalan Bupati, DPRD, Komandan Kodim Maros turut diundang.

    Saat menjelang perhelatan, penulis mendapat saran dari Karutan Pinrang agar mengundang Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Ham Sulsel. Dengan sekejap penulis membuat surat dan dikirim via whatsapp yang nantinya Karutan Pinrang yang akan mengirim ke sespri Kakanwil Hukum dan Ham.

    Masya Allah, Kakanwil Kemenkum Ham Sulsel betul-betul sosok bapak atau orang tua yang mengayomi, yang mensupport kebaikan. Penulis menjadi saksi bagaimana beliau merespon surat yang hanya dikirim lewat HP namun langsung memberi respon.

    Beda dengan pejabat lain? Yang diantar langsung lewat kurir yang disewa oleh penulis, namun tidak hadir serta tidak utusan. Pada hal tugas dan tanggungjawabnya telah penulis ambil alih. Tapi biarlah hal tersebut penulis adukan kepada Allah ﷻ sebagaimana Nabi Isa juga pernah mengadu kepada Allah ﷻ tentang kaumnya,

    إِن تُعَذِّبۡهُمۡ فَإِنَّهُمۡ عِبَادُكَۖ وَإِن تَغۡفِرۡ لَهُمۡ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

    “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sungguh Engkaulah Yang Maha perkasa, Mahabijaksana” QS. Al-Ma’idah: 118

    Dalam momen pembukaan peluncuran buku, tampil beberapa sosok salah satunya adalah pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh salah satu mantan binaan penulis du Rutan Makassar yang mendap hidayah dari Allah SWT. dibalik jeruji besi.

    Saat ikut bimbingan hijrah dengan penulis, Ia pernah memimpin doa acara pertemuan konsolor adiksi BNNP Sulsel. Staf BNNP memohon menunjuk anggota penulis agar pimpin doa. Dia unik sebab hampir seluruh bagian anggota tubuhnya penuh tato.

    Tetapi karena telah hijrah, Allah lalu tutup aibnya, seorang wanita sarjana jatuh cinta lalu keduanya menikah dan kini Haidir Ali telah dikaruniai anak. Penulis telah mengatakan berkali-kali bahwa bukan penulis yang memberikan seseorang hidayah, tapi Allah SWT. Bardakwah seperti melempar batu dirimbunan buah mangga. Kita tak pernah tahu mangga mana yang akan kena.

    Segmen kedua dalam acara peluncuran buku, penulis memberikan kata sambutan dengan bercerita tentang sejarah hingga muncul gerbong kafilah dakwah bernama DANI, yang terinspirasi dari hikmah tak menjadi pejabat komisioner KPUD Maros.

    Penulis kemudian mendapat undangan BNNP untuk magang menjadi konsolor adiksi. Sebab seadaninya di KPU manalah mau penulis ikut giat training narkotika.

    Kisahnya yakni saat pidato kata sambutan oleh Kepala BNNP Sulsel, saat dijabat oleh Brigjen Pol. Mardi Rukmianto, “Bahwa ada tiga strategi BNN memberantas penyalahgunaan narkotika: penindakan, rehabilitasi, dan pencegahan.” Ucapnya masih terngiang hingga saat ini.

    Tentang pencegahan itulah penulis terinspirasi mengambil peran. Lalu menulis Kajian Dai Kamtibmas seri 360 yang berjudul BNN butuh DANI. Tulisan itu ditangapi oleh Kepala BNNP Sulsel dan langsung diarahkan mengumpulkan 30-an orang muballigh untuk TOT. Hingga pada tanggal 14 Agustus 2018 resmilah Dai Anti Narkotika dibentuk oleh BNNP Sulsel.

    Dimanapun penulis khutbah pasti mengangkat tema tentang bahaya narkotika. Satu tahun kemudian di acara HANI (Hari Anti Narkotika) diudang Kabid P4M Pak Ishaq agar penulis pimpin doa. Tiba-tiba diberi penghargaan oleh BNNP Sulsel sebagai DANI yang diserahkan oleh Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. 26 Juni 2019. Ini piagam yang ke-empat kalinya selama aktif berdakwah. Dan inilah historis DANI.

    Sesi kedua memberi kata sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros. H Moh. Tonang. Dalam pernyataannya sangat mengapresiasi penulis membuat karya buku DANI, dan hal yang membuat penulis kagum dengan Kakamenag Maros ada 4 media daring yang mengutip pernyataan apresiasinya. Penulis berkali-kali dijapri beliau link berita daring itu.

    Sesi ketiga, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Ham Sulsel. H. Harun Sulianto. Penulis kutip pernyataan beliau dari wartawan yang telah digerakkan hati nuraninya untuk hadir meliput yaitu dari RRI bernama Cristianto, “Ustad yang ini bagus diliput, heran saya kenapa teman jurnalis tidak ada yang datang?.” katanya heran.

    “Mas Cris, saya sudah mengundang teman jurnalis. Bahkan ada yang mengatakan akan kami bantu ustad untuk men-share undangan ke grup whatsapp para wartawan Maros,” kata saya kepada jurnalis yang juga aktifis narkotika, Ketua GANN.

    Kakanwil Kemenhunkam Sulsel, Harun Suliyanto mengatakan di web RRI, “Langkah yang telah dilakukan saudara Hamka Mahmud dalam memberi dakwah pencerahan bagi warga binaan di tujuh lapas yang tersebar di Sulsel, bukan hal yang mudah dilakukan. Sebab perlu kesabaran agar warga binaan bisa merubah pola pikir dan kebiasaan seusai lepas dari pembinaan di dalam lapas.” Komentarnya saat diwawancara oleh jurnalis RRI.

    “Beliau ini, mengajar berdakwah anti narkoba di tujuh lapas yang tersebar di Sulsel. Tidak mudah mendakwahkan kepada warga binaan tentang anti narkotika. Ia dengan best practice yang dimiliki penulis buku, yang berpengalaman, dan ketika berdakwah beliau bisa menyentuh sisi-sisi kemanusiaan terdalam. Akhirnya bisa diterima oleh ratusan warga binaan Lapas” Ucap mantan Kakanwil Kemenkum Ham Sulbar.

    “Kami sangat mengapresiasi pengalamannya selama mengajar di Lapas, dalam sebuah karya buku barjudul Da’i Anti Narkoba. Semoga hal ini memberikan inspirasi bagi muballigh yang lain. Dan tujuan pembinaan narapida itu, agar mereka menyadari kesalahannya lalu memperbaiki diri, serta tidak melanggar hukum lagi dan bisa menjadi warga negara yang baik selama dan setelah menjalani pidana. Hal ini bisa tercapai seusai mendapat siraman rohani dari Ustadz Hamka Mahmud” harapnya.

    Puncak acara pidato Kepala BNN RI yang diwakili Kepala BNNP Sulsel sekaligus meluncurkan buku DANI lalu menyerahkan buku kepada anggota DANI angkatan pertama yang turut hadir di acara. Kembali penulis kutip dari media RRI kesan meluncurkan buku DANI.

    Kata jenderal yang asli Bugis Bone “Langkah positif yang dilakukan Dai asal Maros ini, perlu diapresiasi, pasalnya dalam penanganan dan pencegahan narkoba perlu peran aktif seluruh elemen masyarakat.
    Ini sesuatu hal langkah positif yang disumbang oleh salah seorang masyarakat Sulsel”

    “Dimana ia ikut berperan aktif dan menyumbangkan pikiran dalam hal melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba yang tedensinya sudah kian meningkat. Yang jelas keberadaan Da’i Anti Narkotika ini semakin lama akan semakin berkembang. Agar seluruh strata sosial bisa tersentuh. Karena melalui perpanjangan tangan dari mereka ini, pencegahan melalui dakwah dapat kian optimal” Ujar Jenderal bintang satu Polri itu.

    Ada beberapa tokoh dan pejabat juga dapat buku DAN sebab hadir di acara peluncuran. Seperti Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon, Wakil Ketua DPRD Maros, H. Abidin Said, dan H. Andi Syarifudin.

    Tokoh yang juga ulama ahli ilmu faraid Drs. KH. Abd Hafid Amri, Ketua Karantina Tahfidz Nasional Ustad Muthahhir Arif, Lc.,M.Pd, Katua PC NU Maros, KH. Ibnu Hajar.

    Dan saat penulis melihat daftar hadir ternyata ada wakil dari KNPI Maros, GP. Ansor, LMPI, wakil dari Setda Maros, BKPRMI Maros, LPKA Maros, Pati Intel Kodim Maros.

    Penulis mengucap syukur serta terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Yakni kapada Bapak Kepala BNNP Sulsel, Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Ham Sulsel, Dan Kepala Kantor Kementerian Agama Maros.

    Terkhusus Kapolres Maros yang telah membantu dana pencetakan buku, terima kasih kepada Basnas Maros juga membantu dana, serta dari BNNP Sulsel lewat Kabid P4M, juga Kepala Seksi Bimas Maros H. Hasanudin, SH.I., yang memberi petunjuk agar memohon dana UPZ.

    Terahir, penulis ucapkan terima kasih kepada Ustad Ikhwan Jufri yang telah mengendalikan acara peluncuran buku dengan sangat baik, yakni jadi MC. Juga terima kasih kepada sahabat DANI yang hadir maupun yang tak sempat karena kesibukan. Penulis telah niatkan bahwa buku DANI amal jariyahnya kepada yang terlibat pada penulisan, penerbitan, peluncuran.

    TULISLAH PENGALAMAN ANDA LALU JANGAN TERPENGARUH NYINYIRAN BURUK ORANG HASAD

    Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika. BY: Hamka Mahmud Seri 572
    HP: 081285693559
    Editor : MR

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Polsek Turikale Ungkap Kasus Pencurian Sepeda

    Maros - reaksipress.com - Kepolisian Sektor Turikale Polres Maros berhasil mengungkap kasus tindak kejahatan pencurian sepeda, Selasa ((02/03/2021). Pengungkapan kasus berawal dari laporan polisi LP/15/II/2021/PSS/Res.Maros/Sek....

    Nakes di Pulau Terluar Sulawesi Selatan Telah di Vaksin

    Pangkep - reaksipress.com - Sejumlah tenaga kesehatan dan unsur kantor desa di pulau-pulau terpencil di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan kembali mendapatkan dosis Vaksin jenis...

    Gegara Pandemi, TWA Bantimurung Rugi 6 Miliar

    Maros - reaksipress.com - Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros. Meski demikian, selama Pandemi Covid-19, PAD...

    Polres Maros Gelar Vaksin Covid-19 Tahap 2

    Maros - reaksipress.com - Sebanyak 50 personil Polres Maros mengikuti pencanangan vaksin Covid-19 tahap II yang digelar Polres Maros. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula...

    Solusi Dusun Pemasok Miras

    Opini - reaksipress.com - Pipinya basah, matanya memerah terlihat hatinya pilu. Menyaksikan sekiar 5 karung mirasnya ditumpah oleh supir yang mengangkut atas ...

    Gandeng UMKM, Layanan Polres Maros Akan Diantar ke Rumah

    Maros - reaksipress.com - Polres Maros dan UMKM jasa layanan kurir OM Maros menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di aula Mapolres Maros, Rabu (03/03/2021). Acara tersebut...