Lainnya

    Mengimani Takdir Baik dan Buruk di Balik Putusan Hakim MK

    Artikel.Religi – reaksipress.com – Sejarah perjalanan kepemipinan bangsa ini kembali terukir dibalik dilembaran takdir Allah subhana wata’taala dalam kertas putusan 9 Hakim Mahkamah Konsitusi (MK) yang diketuai Anwar Usman ketika ditetapkan Kamis, 27 Juni 2019.

    Setelah bersidang selama dua pekan MK memutuskan menolak semua gugatan termohon pihak 02 atas sengketa pemilu, karena kubu 02, pasangan
    H.Probowo Subianto-H.Salahudin Uno keberatan atas pengumuman hasil Pemilu Presiden oleh KPU RI yang memenangkan pasangan H.Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin pada 24 Mei 2019.

    Sidang sengketa di awali pada hari Jumat, 14 Juni 2019 Mahkamah Konsitusi memeriksa berkas pemohon. Lalu menghadirkan termohon KPU RI, pihak terkait Bawaslu dan Tim Kemenangan Nasional 02 yang dipimpin oleh pengacara Yusril Isha Mahendra.

    Kemudian selanjutnya mengadakan sidang secara maraton selama dua pekan. Siang maupun malam, bahkan hingga dini hari. Mendengar keterangan saksi-saksi, memeriksa bukti-bukti.

    Hingga tepat pada malam jumat, 27 Juni 2019 Mahakamah Konsitusi membacakan putusan yang akhirnya Hakim Ketua MK Anwar Usman memutuskan menolak seluruh gugatan pihak pemohon dari Badan Pemenangan Nasional yang diketuai Tim Hukum Bambang Wijonarko.

    Atas putusan tersebut, tentu sebagai umat Islam ada salah satu rukun yang wajib di imani yaitu iman kepada takdir. Begitu pentingnya mengimani takdir sehingga ada metode khusus Allah gunakan untuk menjelaskan rukun tersebut. Yaitu dalam hadis yang masyhur dalam istilah haditsul jibril dalam kitab arbain nawawi ditulis.

    Malaikat Jibril menjelma menjadi manusia. Kemudian khusus hanya bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang rukun iman yang kejadian tersebut disaksikan oleh para sabahat. Diantara jawaban Nabi saw dari enam rukun iman adalah beriman atau meyakini takdir baik dan takdir buruk.

    Kalau kita hubungkan dengan putusan Mahkamah Konsitusi. Maka dapat dikatakan bahwa itu adalah takdir atau ketetapan Allah swt. Putusan MK adalah upaya konsitusional finis dan legal, ketika putusan itu diketuk. Disitulah peran pengamalan, khususnya umat Islam tentang iman kepada takdir.

    Mungkin saja takdir baik bagi salah satu calon presiden, atau takdir buruk bagi calon yang lain. Penulis tidak ingin mengatakan ini yang mulia dan ini hina, sebab alquran mengatkan,

    وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Engkau (Allah) muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
    QS. Surat Ali ‘Imran, Ayat 26

    Yang jelas sikap muslim terhadap takdir yang menimpa adalah lapang dada dan jangan melakukan hal-hal anarkis yang melanggar hukum. Sebab, Islam tidak mengajarkan hal tersebut apalagi ketika takdir menimpa diri anda.

    Lapang dada atau legowo atas takdir adalah ajaran Islam. Saking urgennya sifat tersebut ada satu surah dalam alquran khusus tentang hati yang lapang namanya surah al-insyirah (kelapangan),

    أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

    Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? QS. Al-Insyirah, Ayat 1.

    Insan yang lapang dada akan hilang bebannya dan diangkat derajatnya. Hal itu diungkap dalam urutan ayat selanjutnya,

    وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

    dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu, ayat 2

    الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ

    yang memberatkan punggungmu, 3

    وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

    dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu. Ayat 4

    Sebagai pengalaman, penulis pernah juga merasakan ketukan vonis hakim, dibalik kisah penulis jadi Dai Kamtibmas. Ketika vonis itu kuterima, inilah ayat yang penulis sering baca berulang ulang setiap shalat fardhu maupun sunnah.

    Pengaruh ayat demi ayat dari surah diatas menjadikan penulis lapang dada menerima takdir. Hingga akhirnya, satu demi satu isi ayat di atas seperti berlaku pada diri pribadi penulis. Meskipun ayat tersebut turun kepada Nabi Muhammad saw. Namun, jika kita merujuk pada kaidah tafsir alquran. “al-ibratu biumil lafzi, la bi khususis sababi” maka siapa saja bisa dapat pelajaran dari setiap ayat alquran.

    Berdasarkan ayat di atas, penulis menghimbau kepada pihak 02 (TKN) beserta pendukungnya untuk mengamalkan ayat tersebut di atas khususnya iman kepada takdir. Sebab ini adalah bagian dari rukun iman yang harus diyakini dan diamalkan. Berbaik sangkalah kepada Allah swt atas takdir putusan Mahkaman Konsitusi tersebut, boleh jadi ada hikmahnya.

    Sementara kepada pemenang pemilu Presiden dalam hal ini pasangan O2 H. Joko Widodo- KH. Ma’ruf Amin. Penulis ucapkan selamat, dan harapannya semoga Bapak berdua menjadi pemimpin seluruh rakyat Indonesia tampa membeda-bedakan. Sebab takdir Allah swt telah menetapkan bahwa Anda berdua menjadi pemimpin Indonesia priode 2019-2024.

    SILIH BERGANTI: DAN TIDAK SEMPURNA IMAN SESEORANG MUSLIM JIKA TIDAK MENGIMANI TAKDIR BAIK DAN BURUK

    Kajian Dai Kamtibmas
    BY: Hamka Mahmud
    HP: 081285693559

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer