Lainnya

    Mendagri dan Komisioner KPU “Kampanye Onlain dan Waktu Pencoblosan Tanpa Kerumunan” ?!

    Nasional Reaksipress_”Tak Ada Kampanye Akbar di Pilkada 2020, sebab aturan KPU menyesuai keadaan Protokol COVID-19″, pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan kampanye Pilkada 2020 bisa dengan meniadakan kampanye akbar. KPU menuturkan hal ini masuk pada pembahasan rancangan PKPU Pilkada dalam kondisi bencana non alam.

    “Bisa dibilang, kampanye akbar seperti dulu adalah bagian dari pilkada old normal yang patut tidak dilakukan. Hal tersebut sedang menjadi bagian yang sedang dibahas juga dalam rancangan PKPU,” ujar Komisioner KPU Viryan Aziz, saat dihubungi, Senin (1/6/2020).

    Viryan menuturkan dalam rancangan PKPU kampanye dengan metode rapat umum akan dilarang. Hal ini dimaksud untuk melaksanakan protokol COVID-19.

    “Tegasnya, dalam rancangan KPU kampanye rapat umum (akbar) dilarang. Kita ketat mengembangkan kampanye sesuai protokol COVID-19,” kata Viryan.

    Viryan menyebut dirinya sependapat dengan Tito. Menurutnya, kampanye akbar saat ini menyebabkan potensi terpaparnya COVID-19.

    “Saya setuju dengan apa yang disampaikan Mendagri, itu bagian dari pilkada new normal. Kampanye akbar sebagaimana dilakukan pada pilkada sebelum, sangat rentan potensi terpapar COVID-19,” kata Viryan.

    Penggunaan teknologi saat ini, dinilai dapat memudahkan peserta pilkada untuk kampanye. Salah satunya dengan cara live streaming.

    “Dengan pendekatan TI saat ini, bisa saja kampanye akbar bersifat online dilakukan dengan fasilitas live streaming yang sekarang dengan mudah diakses publik,” sambungnya.

    Diketahui, Tito mengatakan kampanye Pilkada 2020 bisa dengan menggunakan media sosial hingga meniadakan kampanye akbar. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

    “Kampanye kita ubah agar kampanyenya tidak langsung, menggunakan sosial media, ada pertemuan terbatas dengan physical distancing, tapi nggak ada kampanye jorjoran, kampanye akbar,” ujar Tito dalam acara Talkshow yang disiarkan di Channel YouTube Heartline Network, Senin (1/6).

    Selain itu, proses pencoblosan juga akan diatur menggunakan protokol kesehatan. Para pemilih dan petugas diminta menggunakan masker, menjaga jarak. Kemudian, setiap TPS juga nantinya diminta untuk membuat penjadwalan waktu kedatangan pemilih agar tidak terjadi kerumunan

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Polda Sulsel Kawal Kedatangan Vaksin Sinovac

    Maros - reaksipress.com - Polda Sulsel mengerahkan sedikitnya 410 personel untuk menjamin keamanan dan kelancaran pengawalan vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang tiba di Terminal...

    Pasangan HatiKitaKeren Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Maros

    Maros - reaksipress.com - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam–Suhartina Bohari resmi ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih 202 –2026, Pemilihan Kepala...

    Polres Maros Kirim Bantuan ke Sulbar

    Maros - reaksipress.com - Polres Maros melepas rombongan bantuan kemanusiaan peduli korban bencana Alam Gempa Bumi Sulawesi Barat di Mapolres Maros, Sabtu, (23/01/2021). Lima unit...

    Satpol PP Maros Razia Warkop dan Rumah Makan

    Maros – reaksipress.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Maros menggelar razia disejumlah tempat kumpul warga yang ada disekitar Kawasan Wisata Kuline PTB,...

    DPC PKB Maros, Gelar Rapat Koordinasi Pengurus

    Maros – reaksipress.com – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Maros, menggelar rapat dan konsolidasi pengurus tingkat Kabupaten dan kecamatan, Selasa (26/01/2021)...

    Musim Hujan, Volume Sampah Warga Maros Meningkat

    Maros - reaksipress.com - Volume sampah harian di Kabupaten Maros semakin bertambah saat musim penghujan. Hal ini diungkapkan langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...