Lainnya

    Maros Berduka, AG. Sayyid H.M. Rijal Assaqaf Wafat

    - Advertisement -
    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Maros – reaksipress.com – Kabupaten Maros unik, selain bermarakas banyak pasukan TNI, dan memiliki pondok pesantren terbanyak, juga memiliki aliran kegamaan yang juga biasa disebut aliran Thariqat terbanyak di Sulawesi Selatan.

    Data tersebut sementara dinarasikan di bab IV disertasi penulis. Sebagai hasil penelitian. Yang mengupas tentang profil Kabupaten Maros. Dengan judul disertasi Strategi Da’i Siber Indonesia POLRI Dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kabupaten Maros.

    Akan tetapi tokoh agama dan aset SDM mumpuni bagi Kabupaten Maros telah pergi untuk selama-lamanya yaitu AG. Sayid H. Muhammad Rijal Assaqaf atau biasa disapa Puang Awing juga puang Rijal. Wafat di malam Senin, 11 September 2022. Berita duka datang menghinggapi disaat penulis ingin tertidur. Dikirim oleh sahabat yang mantan ketua Pemuda Muhammadiyah Maros Rahmat Rizal di grup WhatApp Da’i Kamtibmas.

    Isi unggahannya, “Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Menyampaikan duka cita yang dalam atas berpulangnya ke Rahmatullah, AG. H. S. Muhammad Rijal Assaggaf dan teriring doa :

    اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

    Penulis lansung merespon berita tersebut dengan kalimat istirja dan doa. Pengirim berita duka adalah dosen tempat Puang Awing mengabdikan sisa umurnya pasca pensiun. Setelah menjabat sebagai Kepala Kementarian Agama Kabupaten Maros selama dua periode. Yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Dakwah Wal-Irsyad Kabupaten Maros (STAI DDI). Rahmat Rizal juga dosen di kampus tersebut.

    Tokoh Tarekat Pendukung Dakwah

    Sebagaimana pernah penulis tulis tokoh agama yang mendukung dakwah penulis yaitu di antaranya almarhum AG. Dr. H.M. Sanusi Baco, Lc. Prof. Dr. AG. H. Faried Wajdi, MA dan juga pemimpin Tarekat Mutabarah Khalwatiyah Yusuf yaitu Puang Awing.

    Dukungan mereka bertiga tidak hanya di lisan akan tetapi dituangkan dalam secarik kertas dan semuanya tulisan tangan. Saat
    putra AG. Dr. H.M. Sanusi Baco, Lc yaitu H. Irfan Sanusi Baco sebagai Ketua BAZNAS Provinsi datang ke rumah membesuk putri penulis yang lumpuh dan meberi bantuan. Penulis lalu perlihatkan tulisan tangan ayahanda beliau. Ia lalu memfoto.

    Sementara puang Awing tulisan tangannya penulis beri bingkai dan pajang di dinding masjid Da’i Kamtibmas. Tulisan tersebut untuk kata sambutan di buku penulis yang belum dicetak massal. Ada kalimat kata sambutannya yang memotivasi penulis untuk terus berdakwah lisan dan tulisan, yaitu:

    “Saya kenal betul Ustad Hamka Mahmud secara pribadi maupun keluarga. Bahwa ia boleh dibilang manusia DNA yang perkerja keras dan ulet dari bapak dan neneknya dalam hal bercocok tanam, memiliki jiwa pemberani juga tegas memegang prinsip. Dengan berbekal sifat-sifat tersebut memungkinkan yang bersangkutan secara cepat menemukan posisi yang strategis di dalam berdakwah dan menulis.” Isi kalimat kata sambutan Puang Rijal untuk buku penulis yang membahas tentang dakwah Kamtibmas.

    Menantu Ulama Besar Sulawesi Selatan

    Ada hal menarik ketika adik kakek penulis (paman ibu) H. Abdul Hamid Paranreng yang juga Vetran RI saat ini masih hidup. Ketika diutus oleh ayahanda Puang Awing yaitu Puang Lallo, untuk melamar putri KH. Muhammad Nur (ulama asal Maros yang 8 tahun belajar di Mekkah) ditolak oleh sang ulama lamarannya dengan cara yang halus yaitu cara menolaknya ia harus membawa permata yang termahal sebagai mahar.

    Sementara waktu itu permitaan tersebut sulit disanggupi oleh Puang Lallo. Menurut cerita kekek. Akan tetapi, Ia tidak mati akal saat kunjungan kedua kalinya. Kakek yang hebat bernegosiasi mengemas cara bicara dengan afik dan memukau yang membuat sang ulama yang paling berpengaruh di Sulawesi Selatan saat itu tidak dapat menolak. Sehingga kemudian menerima Puang Awing sebagai menantunya, yaitu kalimatnya:

    “Tegaero matanre angkenna puang. paramata iyaro rieloki-e. Na iyya paramatanna anak mudae ri maru kutiwirekki yae?”

    Artinya: Mana yang lebih berharga Tuan Guru. Permata yang diingkan. Atau anak muda yang sangat tampan dari Maros yang kubawakan untuk Tuan Guru?

    Ucapan kakek penulis menjadikan mursyid Thariqat Muhammadiyah tersebut terdiam sejenak, yang akhirnya menerima lamaran tersebut. Ini dikisahkan oleh kekek kepada penulis beberapa waktu yang lalu. Waktu itu Puang Rijal telah tamat dari Ponpes Mangkoso Barru. Kemudian kuliah S1 di IAIN Alauddin Makassar.

    Pemimpin Jujur dan Tegas

    Dikisahkan oleh teman yang membantu putra penulis menerima beasiswa dari Ponpes Thursina YBM PLN Bogor. Ketika masih guru K2 di Kemenag Maros. Suatu waktu ia tidak masuk namanya, sebagai calon pegawai yang akan menerima SK PNS. Ia melaporkan kejanggalan tersebut kepada Puang Rijal sebagai Kepala Kantor Kemenag Maros.

    Reaksi Puang Rijal lansung merespon dan memarahi lewat telepon oknum pegawai yang sengaja tidak memasukkan nama teman penulis. Sebagai sosok calon guru yang akan diangkat menjadi ASN. Kejadian tersebut tidak bisa ia lupakan. Sebab ia saksikan lansung Puang Awing memarahi bawahannya yang melakukan berbuatan keliru. Hal itulah sehingga sangat ia ingat kepemimpinan tegas dan jujurnya. Sebab karenanya ia menjadi abdi negara PNS.

    Merekomendasi Khatib Di Masjid Besar

    Puang Awing mengikuti dan memantau perkembangan penulis di dunia dakwah. Pada tahun 2019 beliau menyerahkan jadwal khatibnya untuk penulis yang isi. Lalu kemudian penulis mengkonfirmasi kepada pengurus masjid yang telah ada daftar nama Puang Awing sebagai khatib.

    Namun apa yang terjadi. Pengurus masjid tersebut tidak mengakomodir penulis. Ia malah menganti dengan nama khatib lain. Penulis lalu protes, sebab memiliki hak. Lewat via telepon penulis memberi tahu. Bahwa sebagai warga asli Maros berhak mengisi khutbah Jumat. Apa lagi telah mendapat rekomendasi oleh tokoh agama yang mantan Kepala Kemenag Maros.

    Penulis katakan kepada pengurus masjid tersebut. Bahwa kalau khatib dari luar Kabupaten Maros Anda beri jadwal untuk isi khutbah. Kenapa penulis tidak Anda berikan kesempatan? Saudara tidak adil. Ia beralasan harus bertitel doktor. Penulis lalu beri tahu satu nama khatib, yang gelar S1nya pun tidak ada, tetapi diberi jadwal. Hanya karena alasan muballigh senior.

    Penulis terus kejar apa alasan sehingga menolak sebagai naib pengganti Puang Awing? Ia tidak bisa menjawab. Kemudian penjadwalan khatib tahun 2020 menelpon penulis. Sebab ingin mendaftar sebagai khatib Jumat tahun akan yang datang dan bukan sebagai naib. Ia rupanya berubah setelah beberapa argumen diutarakan.

    Diajak Jadi Dosen STAI DDI Maros

    Suatu waktu penulis bercerita panjang lebar lewat via telepon. Penulis lalu beri informasi bahwa sementara kuliah S3 jurusan Dakwah dan Komunikasi di UIN Alauddin. Tiba-tiba Puang Rijal lansung menanggapi. Jika nanti tamat dapat bisa menjadi dosen di kampus yang ia pimpin. Penulis sangat berterima kasih kerena ajakan tersebut. Sebab merasa mendapat atensi dan kehormatan. Akan tetapi kini penulis bersedih hati. Studi S3 belum usai beliau telah pergi untuk selamanya.

    Apa yang penulis kisahkan tentang Puang Rijal adalah bagian dari mengamalkan sabda mulia Nabi Muhammad ﷺ tentang perintah mengenang kebaikan sosok yang wafat di antara kita.

    اذْكُرُوا محاسن مَوْتَاكُمْ،

    Sebutlah kebaikan orang-orang yang telah wafat di antara kalian. (HR Tirmidzi)

    Warga Maros, khususnya Kementerian Agama Kabupaten Maros dan STAI DDI Maros, Tariqat Khalwatiyah Yusuf telah kehilangan sosok pemimpin penutan atas berita duka wafatnya AG. H.S. Muhamad Rijal Assaggaf Puang Awing. Semoga Allah Subhana wata’ala menerima seluruh amalnya, mengampuni seluruh dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

    SOSOK TOKOH AGAMA YANG BAIK JIKA WAFAT AKAN SELALU DIKENANG ILMU DAN TELADAN AKHLAK MULIANYA

    Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da’i Siber Indonesia) BY: Hamka Mahmud Seri 758 HP: 081285693559

    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Pasar Rakyat Maros Baru Akan Difungsikan Jadi Pasar Hobi

    Maros - Pasar Rakyat di Kecamatan Maros Baru bakal kembali difungsikan. Pemkab Maros ingin...

    Usai Dikukuhkan, Srikandi DPC GBNN Gowa Siap gerakkan Perempuan Untuk Berkarya

    Gowa – reaksipress.com - Usai dikukuhkan, Organisasi Srikandi DPC GBNN (Gerakan Bela Negara Nasional)...

    Gegara Bjorka, Pemuda Madium Jadi Tersangka

    Nasional - reaksipress.com - Kabar terbaru terkait Polisi yang menetapkan Muhammad Agung Hidayatullah (21)...

    Megawati : Nomor Urut Partai Tidak Usah Diganti

    Nasional - reaksipress.com - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengusulkan penomoran partai...

    LPG 3 Kg Bakal Diganti Kompor Listrik

    Nasional - reaksipress.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan...

    Komisi I DPRD Maros Soal Pendataan Honorer : Jangan Ada Pihak Yang Dirugikan

    Maros - reaksipress.com - Ketua Komisi I DPRD Maros, Abidin Said, mengingatkan pemerintah daerah...

    Reaksi Populer