Lainnya

    Manusia dan Fitrah Kemanusiaan

    Artikel.Sosial – reaksipress.com – Kemanusiaan perlu menjadi perhatian penting hari ini. Betapa tidak, ditengah gejala postmodernisme yang diagung-agungkan beberapa negara justru mengoyak nilai-nilai kemanusiaan.

    Nilai-nilai kemanusiaan yang bersumber dari fitrah manusia itu sendiri ada sesuatu yang bersifat mutlak dan tidak mampu dintervensi oleh siapapun itu. Namun hari ini kita harus dipaksa sedemikian rupa untuk beranjak dari nilai-nilai kemanusiaan dengan alasan modernisasi. Inilah sebuah desain global yang kemudian menjadi gejala akut dimana masyarakat tidak lagi memperhatikan nilai-nilai berikut aplikasinya.

    Ironinya, pengetahuan agama sebagian orang yang kemudian hadir serta diharapkan turut andil menjaga nilai-nilai kemanusiaan malah menjadi abu abu. Berbagai macam peristiwa atas legitimasi agama justru cenderung merusak wajah serta esensi ajaran suci didalamnya. Disinilah perlu konstruksi pemikiran terhadap narasi pengetahuan agama hari ini yang dominan dan cenderung melihat keluar, dangkal serta politis.

    Sejatinya, memahami nilai-nilai kemanusiaan harus dimulai dari diri sendiri. Dalam tradisi pengetahuan tasawuf misalnya salah satu upaya memahami kemanusiaan yakni asupan pengetahuan yang lebih bermakna. Pengetahuan itulah kemudian dijadikan sebagai kritik diri. Konteks pengetahuan ini lebih bermakna ontologis, bahwa untuk  merengkuh pengetahuan sempurna ( kamalul yaqin) dimana manusia mesti masuk ke jantung realitas ( Ilahiah ).

    Kemudian dalam kehidupan sosial, manusia harus menjadi bagian dari gerakan-gerakan sosial yang bermuara pada keadilan demi tercapainya kemanusiaan.

    Inra Kurniawan

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer