Lainnya

    Ketika Kerabat dan Ulama Wafat

    Opini – reaksipress.com – Cukuplah kematian jadi nasehat. Berita kematian di media sosial begitu akrab kita baca dan dengar akhir-akhir ini. Seperti tak ada jeda. Apalagi ada wabah Covid-19 yang sedang memanen menusia.

    Penulis juga tak luput dari berita kematian. Rabu pagi, 13 Januari 2021 nenek penulis, Hj. Kaltsum Daeng Jinne. Istri mendiang kakek penulis (H. Ukkas DG Matutu) yang pernah menjabat Matoa atau kepala lingkungan Kassi, wafat.

    Kakek yang wafat pada 2006 silam adalah Eks pejuang yang luput dari pengakuan pemerintah tetapi adik beliau, H. Umar Parenrengi mendapat gelar veteran RI. Rumahnya tak jauh dari masjid Da’i Kamtibmas. Beliau selalu menjadi idola penulis terutama wibawanya. Ia dihormati kalangan warga dan sayyid di lingkungannya.

    Nenek Hj. Jinne wafat kerena usia tua. Umurnya diperkirakan hampir seratus tahun. Sebab ibu penulis saja usianya saat ini 82 tahun. Jelasnya ketika menikah lagi kakek dengan Hj Jinne diperkirakan usianya di atas 15 tahun. Berarti 82+15=97 tahun usia saat ini nenek Hj. Jinne saat wafat. Sekitar 40 hari yang lalu paman penulis atau anak laki-laki Hj. Jinne lebih dulu wafat yakni Abd. Rasyid Tutu.

    Tak lama berselang berita kematian nenek penulis. Datang lagi berita yang lebih menggemparkan. Da’i idola penulis. Ulama yang bernenek moyang Indonesia juga wafat Syekh Ali Jaber, wafat pada Kamis waktu Dhuha, 14 Januari 2021. Hampir semua medsos dan media online memberitakan dan bmengucapkan duka dan sedih yang mendalam atas wafatnya ulama kharismatik ini.

    وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٖ تَمُوتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرُۢ

    Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. QS. Luqman, Ayat 34.

    Beliau pernah ditikam ketika berceramah di Pelembang, yang nyaris merenggut jiwa Ali Shaleh Muhammad Ali Jaber. Inilah profil nama lengkap beliau. Lahir pada 3 Februari 1976 di Kota Madinah Al Munawarah. Sepertinya ayat di atas yang menjadi jawaban kenapa Syekh Ali Jaber berdakwah, hingga jadi warga Indonesia. Lalu kemudian wafat di Indonesia.

    Sempat gusar dan bimbang. Sebab ketika ingin jadi warga Indonesia Syekh Ali Jaber harus menanggalkan kewarganegaraan Arab Saudi. Ia lalu shalat istikharah dan meminta pendapat guru-gurunya di Mekkah dan Medinah. Demi dakwah hingga bulatlah tekadnya meninggalkan negeri yang seluruh umat muslim bercita-cita tinggal bahkan wafat di dua kota suci tersebut.

    Karena kematian menjadi rahasia Allah, sehingga manusia hanya bisa menjalani takdirnya. Maka hanya yang mengisi hari-harinya dengan kebaikan atau amal shaleh yang mendapat keberuntungan dikala telah wafat dan berada di alam kubur. Hingga nanti alam akhirat.

    Syekh Ali Jaber sangat cinta pada Indonesia. Sehingga itu ia menikahi wanita Lombok Umi Nadia. Tidak hanya itu, beliau juga memboyong adik-adiknya yang sudah hafidz qur’an untuk tinggal dan berdakwah di Indonesia. Bahkan mencarikan jodoh wanita Indonesia.

    Syekh Ali Jaber pernah berkata, bahwa kakek buyutnya dulu wafat di Lombok saat berjuang melawan penjajah Jepang. Hingga mungkin itu menjadi ghirah yang mendorongnya untuk menetap menjadi warga Indonesia.

    Syekh Ali Jaber memiliki amal jariyah di masjid penulis, yakni Masjid Da’i Kamtibmas. Sebab mendapat wakaf puluhan mushaf yang tertulis: Yayasan Syekh Ali Jaber. Mushaf al-qur’an tersebut kini masih dibaca oleh anak TPQ di masjid penulis.

    Kemahirannya dalam berbahasa Indonesia sehingga beliau akrab diberbagai media televisi. Damai Indonesiaku Tvone, hafidz cilik RCTI dan kerap diundang mengisi ceramah di masjid-masjid di Indonesia. Penulis ingat sempat bertemu ketika beliau berdakwah di masjid al-markaz Maros beberapa tahun lalu.

    “Ulama rendah hati” ini kesan yang ditulis KH. Chalil Nafis di FB-nya saat mendengar berita wafatnya Syekh Ali Jaber. Waktu itu ada perbedaan pendapat tentang hewan qurban antara Syekh Ali Jaber dengan ulama di Indonesia. Lalu syekh Ali merasa keliru hingga mendatangi MUI Pusat memohon nasehat dan bimbingan dalam berdakwah.

    Berazam dengan cita-cita bahwa ingin mewujudkan 1.000.000 hafidz qur’an di Indoesia. Sehingga itu pula yang mendorong Syekh Ali Jaber mengadopsi anak pemulung yang viral beritanya di Kota Bandung duduk di emperan toko menanti hujan reda sambil mengaji. Syekh Ali berkesan kepada Muhammad Gifari Akbar sebab ia mengatakan “Kalau saya lapar saya membaca alqur’an sebanyak-banyaknya, lalu kemudian hilang rasa laparku.” Ia pun diadopsi menjadi anak angkat.

    Ketika terpapar virus covid-19 silih berganti orang-orang yang cinta pada beliau mendoakannya agar lekas sembuh. Pada saat dirawat covid-19 dalam rentang waktu 19 hari dirawat di RS Yarsi Cempaka Putih Jakarta. Lalu kemudian sudah dinyatakan sembuh dari covid-19 datang berita Ustad Yusuf Mansur bahwa Syekh Ali Jaber telah wafat.

    Banyak kehilangan atas wafatnya syekh Ali Jaber. Benda-benda: batu, pohon dan hewan yang saat beliau lewati hendak melakukan amal baik menangis atas wafatnya. Ini adalah pendapat Ibnu Abbas RA. Sebab ada seorang bertanya tentang ayat yang menjelaskan bahwa ketika Fira’un mati tidak ada yang menangisinya.

    فَمَا بَكَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلسَّمَآءُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَا كَانُواْ مُنظَرِينَ
    Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu. QS. Ad-Dukhan, Ayat 29

    Ibnu Abbas RA lalu menjawab bahwa jika orang baik yang shaleh wafat maka ia ditangisi oleh benda-benda atau makhluk yang ada di langit dan bumi. Inilah tafsir mukhalafah ayat di atas tentang di balik kematiannya orang yang dekat dengan Allah.

    TAK ADA YANG BISA LARI DARI KEMATIAN OLEHNYA ITU SIAPLAH UNTUK MATI BERAMAL SHALEH

    Tim Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika/DASI (Da’i Siber Indonesia) BY: Hamka Mahmud Seri 625 HP: 081285693559

    Silahkan Berikan Tanggapan Anda

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    DPC PKB Maros Siap Gelar Pra Muscab

    Maros - reaksipress.com - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Maros, menggelar rapat koordinasi menjelang pelaksanaan kegiatan Pra Muscab. Rapat yang digelar di...

    DP Nikmati Akhir Pekan di Bantimurung Bareng Nasdem

    Maros, reaksipress.com - Setiap orang punya berbagai macam cara dan tempat untuk menikmati libur akhir pekan. Ada yang mengunjungi mall, pantai dan juga alam...

    Bupati Maros Terpilih Hanya Menjabat 3,5 Tahun

    Maros - reaksipress.com - Hal yang harus diterima oleh Kepala Daerah terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu, ialah masa jabatannya dipersingkat dengan kurun...

    Tingkatkan Mutu Pelayanan, Polres Maros Resmikan Gedung Baru

    Maros - reaksipress.com - Berbagai upaya terus dilakukan Polres Maros untuk meningkatkan Kualitas layanan kepada masyarakat, salah satunya dengan membangun fasilitas penunjang pelayanan publik....

    Jalan Poros Barandasi Kembali Memakan Korban

    Maros - reaksipress.com - Pengerjaan jalan Poros Maros-Pangkep kembali memakan korban, dari pengakuan salah seorang warga, akibat kecelakaan tersebut ialah disebabkan oleh tidak adanya...

    Pra Muscab DPC PKB Maros Rekomendasikan Gus Ami Jadi Presiden RI

    Maros - reaksipress.com - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Maros, sukses menggelar pra Musyawarah Cabang (Pra Muacab), Ahad (28/02/2021) Kegiatan yang...