Lainnya

    Keadilan dan Ramadhan (ketika menjadi Superman itu Mustahil)

    Artikel.Sosial – reaksipress.com – Ketimpangan dan kemelaratan adalah hal yang masih sering dijumpai diberbagai tempat bahkan di negara maju sekalipun. Pada akhirnya, timbul sebuah konklusi yakni kelaparan. Sebenarnya jika kita mau melihat lebih dekat, disparitas sosial yang terjadi bukan semata-mata akibat efek personal atau individual.

    Perlu kita jauh sedikit menalar bahwasannya problem sosial adalah akibat dari efek culas politik yang kemudian memproduksi kebijakan. Kebijakan yang ganjil, kebijakan yang tak berkeadilan.

    Seorang filosof, John Rawls dalam bukunya A Thery Of Justice menuliskan dua prinsip terkait pentingnya keadilan dalam struktur masyarakat yakni setiap orang harus memiliki hak yang sama terhadap skema dasar dan setiap ketimpangan sosial dan ekonomi harus ditangani secara logis (menguntungkan dan terbuka bagi semua).

    Kemudian dalam dasar negara Pancasila, juga secara jelas bagaimana keadilan sosial dan keadilan ekonomi menjadi dasar yang perlu dikuatkan dalam bernegara.

    Lantas bagaimana Islam memandang idealnya sebuah keadilan sosial. Islam menempatkan keadilan sebagai sesuatu yang sangat vital. Sebagai agama yang egaliter, Islam mengakui ada defferensiasi sosial namun tidak kompromi dan menolak ketimpangan sosial.

    Kemiskinan misalnya, adalah hal yang perlu diperangi bersama. Bukankah Nabi mengatakan bahwa kemiskinan dekat dengan kekufuran. Kemiskinan iman diselesaikan dengan iman yang kuat dan kemiskinan material diselesaikan dengan kebijakan yang lahir dari orang-orang yang memiliki moralitas dan pengetahuan.

    Al-Quran sebagai panduan, menegaskan pemihakan terhadap kelas yang lemah dan tertindas (mustad’afin), bukan berjuang menghilangkan kelas lain. Semua didasari atas rasa keadilan.

    Di Bulan Ramadhan ini, Kita dianjurkan untuk melaksanakan zakat fitrah sebagai sarana pembersihan harta pun juga menjadi upaya bagi orang kaya untuk meneguhkan keadilan bagi orang-orang yang belum beruntung.

    -Sejatinya, Kita hadir untuk orang lain karena Kita pun butuh orang lain- dan Ramadhan mempertemukan keduanya dalam warna yang fitrah.

    Inra Kurniawan (Mahasiswa FEB UMMA)

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Polda Sulsel Kawal Kedatangan Vaksin Sinovac

    Maros - reaksipress.com - Polda Sulsel mengerahkan sedikitnya 410 personel untuk menjamin keamanan dan kelancaran pengawalan vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang tiba di Terminal...

    Gubernur Sulsel Akan Support Infrastruktur Geopark Maros-Pangkep

    Sulsel – reaksipress.com - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah, berjanji akan mensupport penuh infrastruktur yang ada di Geopark Maros-Pangkep. Beberapa infrastruktur akan dibangun diantaranya...

    Peduli Korban Gempa, Kodim 1422/Maros dan Basnaz Kirim Bantuan Ke Sulbar

    Maros - reaksipress.com - Peduli terhadap bencana gempa bumi yang terjadi di Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, Kodim 1422/Maros dan Devisi Infantri 3/Kostrad serta...

    Masih Banyak Pengungsi Gempa Belum Dapat Bantuan

    Sulbar - reaksipress.com - Sejumlah pengungsi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), masih minim bantuan dan bahkan ada yang mengaku...

    Pasangan HatiKitaKeren Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Maros

    Maros - reaksipress.com - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam–Suhartina Bohari resmi ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih 202 –2026, Pemilihan Kepala...

    120 KK Korban Gempa Belum Terima Bantuan

    Sulbar - reaksipress.com - 120 keluarga di Lingkungan Sese Selatan, kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju, mengaku belum menerima bantuan sama sekali. "Di sini 120 kepala...