Lainnya

    Gemercik Harapan Pelosok Dan Coretan Keluh Anak Negeri

    ARTIKEL- REAKSIPRESS.COM – Anak-anak sekolah dasar yang berada di pegunungan antara Maros dan Malino Gowa, di Kecamatan Tompobulu, Desa Bontomanurung, Tanete Bulu, Kabupaten Maros. Harus gigit jari ketika tiba saatnya ke jenjang (SMP dan SMA) pasalnya sekolah terdekat berada di Desa Pucak dan harus ditempuh dengan jarak 35 kilometer dengan kurun waktu berkisar enam jam karena melihat kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, bahkan kita harus melewati tiga anak sungai yang arus dan debit airnya cukup deras, juga harus berpegangan pada seutas tali karena kalo tidak, tentu siapa saja yang lewat akan terseret air.

    Urusan pendidikan memang sangat tertinggal di daerah terpencil ini, bahkan tidak ada guru yang berkenan menetap kecuali jika mereka berstatus guru daerah tertinggal, tapi apa mau dikata karena sekolah tersebut memang tidak pernah ada satupun tim penyuluh dari pihak pemerintah untuk sedikit menengok bahwa masih ada daerah yang sangat membutuhkan perhatian, terkhusus persoalan pendidikan yang tentu sangat memiliki pengaruh penting dalam kecerdasan anak dan kemajuan bernegara.

    Potret yang terlihat di Desa Bontomanurung berpenghuni sebanyak 122 jiwa dengan jumlah 36 kepala keluarga, rata-rata masyarakat berprofesi sebagai petani, pencari gula aren dan madu. Salah satu masalah yang dihadapi sejak mulai adanya aktivitas masyarakat disini adalah tidak adanya sumber listrik, jadi seluruh masyarakat bergantung pada mesin Genset yang dimiliki salah satu warga bernama Dg,ngopo.

    Selain itu, anak-anak yang berada di bagian pelosok sering sekali merasa rindu akan nikmatnya tertawa lepas bersama guru-guru volunteer yang mengajar secara Sukarela di ruang kelas dengan bangunan alakadarnya, bahkan salah satu siswa berusia 11 tahun bernama Acho mengatakan “saya selalu merasa sedih karena biasanya mau masuk sekolah bertemu teman-teman yang lain tapi tidak ada guru, saya juga mau sekali punya baju merah putih” kata Acho dengan wajah berbinar. Kalau kita juga melihat kondisi ruangan kelas Acho memang sangat memprihatinkan dan bahkan Acho juga harus berbagi tempat duduk dengan kakak kelasnya karena ketika Guru Sukarela datang, seluruh anak pelosok akan berlomba-lomba dan saling memperebutkan kursi dan meja karena hanya memiliki bangku sebanyak 18 biji dan dua rungan kelas yang sangat miris kondisinya.

    Guntur Rafsanjani salah satu Volunteer dari Jeda Untuk Iklim, mengatakan “kami merasa sangat Iba melihat kondisi adik-adik yang begitu sangat haus akan ilmu tapi karena keterbatasan fasilitas dan akses yang sangat sulit ditempuh sehingga itu juga menjadi salah satu alasan untuk kita mengatur waktu untuk kembali kemari, apalagi mengingat bahwa peran pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut sangatlah penting” kata Volunteer sukarela itu.

    “kita juga saat berkunjung ke pelosok-pelosok sering mendengar keluh kesah warga, mereka menyampaikan bahwa, kami sangat ingin melihat anak-anak kami sukses seperti orang-orang yang berada di kota tapi apalah daya, ketika kami ingin mengajar anak kami saat malam sangat sulit karena hanya bermodalkan lampu minyak tanah, karna pagi hingga sore kami sibuk berkebun” sambungnya.

    Mengabdi di Desa terpencil sebagai tenaga pengajar Sukarela/Guru yang memiliki letak geografis pegunungan bukanlah menjadi persoalan yang sangat mudah karena selain medan akses yang sangat sulit ditempuh bahkan rintangan yang dihadapi selalu berada di depan mata juga ini adalah satu-satunya jalan demi melihat anak di seluruh pelosok tanah air menjadi bagian terpenting dalam kemanjuran serta kecerdasan regenerasi anak Indonesia.

    Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.

    Penulis Artikel: Guntur Rafsanjani (Pegiat Literasi) Finalis Dara Dan Daeng Maros 2020)

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    120 KK Korban Gempa Belum Terima Bantuan

    Sulbar - reaksipress.com - 120 keluarga di Lingkungan Sese Selatan, kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju, mengaku belum menerima bantuan sama sekali. "Di sini 120 kepala...

    Hoaks Tsunami Membuat Panik Warga Mamuju

    Sulbar - reakspress.com - Kabar berantai melalui whatsapp yang mengatakan akan terjadi gempa susulan dan tsunami yang lebih dahsyat dari gelap Kota Palu beredar...

    Dansat Brimob Polda Sulsel Pimpin Tim Evakuasi Korban Longsor di Majene

    Sulbar - reakspress.com - 63 personel gabungan TNI - POLRI dan Basarnas melaksanakan evakuasi korban gempa dan longsor di desa Mekatta Kecamatan Malunda, Kabupaten...

    Peduli Korban Gempa, Kodim 1422/Maros dan Basnaz Kirim Bantuan Ke Sulbar

    Maros - reaksipress.com - Peduli terhadap bencana gempa bumi yang terjadi di Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, Kodim 1422/Maros dan Devisi Infantri 3/Kostrad serta...

    KPUD Tetapkan Bupati Maros Terpilih

    Maros - reaksipress.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) akan menetapkan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Maros, periode 2021-2024. Rencananya rapat pleno penetapan tersebut...

    Pasangan HatiKitaKeren Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Maros

    Maros - reaksipress.com - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam–Suhartina Bohari resmi ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih 202 –2026, Pemilihan Kepala...