Lainnya

    Esai : Kota Malang Dan Bunyi “Skak”

    Sebelum tiba di masjid terminal Marusu, tampak deretan pemain catur di teras warung, dari satu meja terdengar suara ”skak”, seperti bunyi waktu, dan bidak menteri rubuh. tanda kekalahan dan permainan akan segera berakhir, barangkali kekalahan datang setelah kemenangan, namun dalam kata “skak” selalu tak melupakan kata “berkabung”, akhirnya ada ratu yang dikabarkan tertawan, dan bendera-bendera diturunkan, sangat malang seperti Kabupaten Malang dengan 41 anggota DPRD jadi tersangka dari jumlah 45 anggotanya, keadaan yang menjadikan hal tersebut sebagai sampel dengan pikiran mengerucut “ jangan-jangan peran DPRD sudah berhenti untuk rakyat ?! “.

    Kota Malang yang malang, legislatifnya lupa bahwa sudah sejak awal pelantikan, jabatan telah berterus terang tentang dirinya, bahwa “aku jabatan hanyalah potongan- potongan pendek interupsi–lima menit, tujuh menit, atau mungkin hanya empat menit”, atau kau cukup kuat bahwa tanganmu selalu besi hingga hari tua ?.”. Anggota dprd malang itu tampak senyum senyum saja saat digiring menuju eksekusi, mungkin bagian dari kematangan psikologi sebagai wakil rakyat, bahwa kepergian serasa tak menakutkan dengan tangan menanting jam penuh keringat. Tapi semua orang tahu bahwa Selalu ada sebuah fantasi dalam kalah dan salah, untuk mengerti dahsyatnya kurungan dan malam-malam yang dingin tanpa kebebasan, oh Malang yang malang ”Semua ini jadi lucu,” seperti jawaban kosong yang akan menentukan hidup kita kelak. Sebuah “Indonesia” yang masih bercita-cita atau sebuah “Indonesia” yang tanpa cita-cita?

    Waktu telah naudzubillah min dzalik, Ada yang memandangimu dari jauh, menyaksikanmu dalam kurungan tertutup tempat kau pada suatu hari duduk merenung, tak ada jejak di sana, kau akan kian tua dan tubuhmu selamanya tak menginjak bumi seperti capung dengan mata membelalak dan sayap yang bergetar berulang kali, sungguh dingin dan tertutup. Sebenarnya ia ingin berkata, hanya tak yakin untuk suaranya mengejutkan dunia, semisal karma dengan detak jam di tangan selalu mengejutkan, selalu terdengar ”skak”. demikianlah selalu ada yang pergi…, bahkan “mati”, dan masih tak sesuatupun yang terasa dahsyat, seperti waktu senja yang malang dan selalu terdengar bunyi “skak”.

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer