Lainnya

    Era New Normal Dalam Skema Perdagangan Menghadapi Pandemi Covid-19

    REAKSIPRESS.COM – Pandemi global Covid-19 di indonesia kini sudah memasuki kurung tiga bulan terakhir, dampak itupun telah menyebar luas ke berbagai sektor kehidupan, tak hanya bagi kesehatan, namun juga sosial, ekonomi, pendidikan, politik dan masih banyak lagi. Berbagai kebijakan pun telah dilakukan oleh pemerintah guna menekan dampak Covid-19 diantaranya mulai dengan penerapan Physical Distancing sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga yang terbaru yaitu kebijakan New Normal alias tatanan kehidupan normal baru.

    Setelah PSBB berakhir, kebijakan tatanan normal baru alias New Normal ini dipilih lantaran pemerintah berada dalam posisi dilematis. Pasalnya, jika PSBB diberhentikan, kemungkinan penyebaran Covid-19 akan semakin sulit untuk dikendalikan. Sementara, jika PSBB dilanjutkan, akan membuat ekonomi berhenti cukup lama, karena tidak ada yang tahu pasti sampai kapan wabah corona ini selesai.

    Pelaksanaan New Normal ini dimaksudkan sebagai penyesuaian diri masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah dengan menjalani perubahan pola hidup atau perilaku yang baru, dengan diiringi protokol kesehatan sampai ditemukannya vaksin Covid-19. tujuannya agar sektor kehidupan yang tadinya tersendat bahkan berhenti, dapat bergerak kembali secara bertahap. untuk itu, pemberlakuan New Normal ini dinilai menjadi titik tengah bagi pemerintah dalam menanggulangi dampak Covid-19 bagi kesehatan maupun ekonomi.

    Meski begitu, menuju New Normal bukanlah hal yang mudah, karena kerap kali timbul Pro-Kontra di kalangan masyarakat. Ada yang menganggap bahwa pemberlakuan New Normal di Indonesia masih terlalu dini, karena kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Namun adapula yang menganggap pelaksanaan new normal ini perlu dilakukan lantaran pandemi ini telah mematikan perekonomian dan merugikan banyak pihak, khususnya pedagang kecil dan pekerja informal.

    Guna mendukung pembukaan tatanan normal baru di bidang perdagangan ini, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto telah menyiapkan skema New Normal di sektor perdagangan yang disebut dengan Exit-Strategy Covid-19. Skema yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan di Sektor Perdagangan ini disiapkan agar sektor perdagangan tak semakin terpuruk dan secepatnya kembali menggerakkan ekonomi rakyat.

    Exit-strategy Covid-19 ini dilakukan dengan membuka aktivitas perdagangan secara bertahap yang terbagi ke dalam lima fase dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pembatasan jam dan kapasitas operasional, pengaturan jumlah kunjungan dan pembatasan waktu sirkulasi pengunjung, serta penyusunan SOP di tempat-tempat kegiatan perdagangan melalui mitigasi risiko. Selain mengeluarkan exit-strategy Covid-19 untuk sektor perdagangan, secara khusus Kementerian Perdagangan juga menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk pasar tradisional menghadapi era new normal. Pemberian anggaran khusus ini bertujuan agar pasar tradisional tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

    Dilansir dari Merdeka.com, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan memberikan bantuan sarana dan prasarana kesehatan untuk 157 pasar rakyat di enam provinsi berstatus zona merah sebesar RP. 5,4 miliar

    “Bantuan ditargetkan untuk membantu pedagang dan pembeli di 157 pasar rakyat di enam zona merah yaitu DKI Jakarta (20 pasar), Jawa Barat (54 pasar), Banten (12 pasar), DI Yogyakarta (7 pasar), Jawa Tengah (35 pasar), dan Jawa Timur (29 pasar) dengan total anggaran sebesar Rp. 5,4 miliar” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

    Agus mengatakan, dana pembiayaan program bantuan tersebut berasal dari fokus ulang aggaran Kementerian Perdagangan. Anggaran ini dialokasikan untuk memberikan bantuan berupa masker, sarung tangan, sabun cair, hand sanitizer, tangki air dan wastafel serta bilik disinfektan.

    Selain untuk menyediakan sarana dan prasarna kebersihan, anggaran khusus ini juga dialokasikan untuk pengadaan rapid test terhadap pedagang di pasar serta untuk membuka lahan baru agar ada pengaturan jarak antar pedagang, dengan diberikannya bantuan ini, Agus berharap agar seluruh pasar tradisional mengedepankan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah secara disiplin, seperti menjaga jarak serta mewajibkan penggunaan masker bagi pedagang dan pengunjung.

    Namun sayangnya, pada realitasnya masih banyak pedagang ataupun pengunjung yang tak mengindahkan skema protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan ini. Masih banyak pedagang ataupun pengunjung yang tidak mengenakan masker serta tidak saling jaga jarak, akibatnya muncul banyak kasus baru positif Covid-19 yang berasal dari pasar tradisional.

    Hal tersebut dibuktikan dari data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) yang menyebut kasus positif Covid-19 yang ditemukan di pasar tradisional seluruh Indonesia hingga Jumat, 19 Juni 2020, mencapai 701 kasus.

    Dimas Hemadiyansyah selaku ketua SIGAP Covid-19 IKAPPI menyebutkan bahwa sebelumnya terjadi kasus positif Covid-19 di pasar sebanyak 573 kasus, bertambah 128 sehingga total kasus menjadi 701 dan yang meninggal 32 orang.

    Menerapkan protokol kesehatan di pasar tradisional memanglah sulit, selain karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk saling menjaga jarak, tempat yang sempit, kurangnya drainase serta masih digunakannya uang kertas saat transaksi menyebabkan masih terjadinya kontak fisik antara pedagang dan pembeli. untuk itu, perlu ditingkatkan lagi pengawasan dan edukasi mengenai protokol kesehatan di pasar tradisional serta diharapkan adanya inovasi teknologi untuk mengurangi kontak fisik di pasar. Dan sebagai masyarakat, sudah seharusnya kita mematuhi aturan pemerintah yaitu dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah.

    Jadi, kunci terpenting agar skema new normal ini berjalan dengan baik, maka perlu adanya kolaborasi dari semua pihak, tak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Dengan begitu, adaptasi new normal akan berjalan dengan baik dan lancar, sehingga kegiatan perekonomian akan kembali berangsur pulih dan masyarakat pun tetap sehat.

    Oleh : Aisyah Dzakiyyah/Mahasiswi Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta

     

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Polres Maros Ingin Penyandang Disabilitas Dapat Pelayanan Prima

    Maros - reaksipress.com - Polres Maros menyediakan layanan ramah penyandang disabilitas atau difabel. Peningkatan fasilitas pelayanan publik ini guna mewujudkan program Kapolri Listyo Sigit...

    Kapolri Hadiri Dies Natalis HMI Ke-74

    Nasional - reaksipress.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri puncak acara Dies Natalis HMI ke-74 yang digelar di Aula Masjid Sunda Kelapa, Jakarta...

    Berpura-pura Belanja, Perempuan Paruh Baya ‘Gondol’ Uang 30 Juta

    Makassar - reaksipress.com - Perempuan berinisial HT (52) warga jalan Balana, Kelurahan Barana Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah terciduk...

    DPC PKB Maros Siap Gelar Pra Muscab

    Maros - reaksipress.com - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Maros, menggelar rapat koordinasi menjelang pelaksanaan kegiatan Pra Muscab. Rapat yang digelar di...

    GP Ansor dan Pemateri Kamtibmas

    Opini - reaksipress.com - Selain pemateri dari TNI, Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) I GP Ansor Maros juga diisi dari Polri yang dilaksanakan di Pondok...

    Milad Pertama KPA Baterfly Maros

    Maros - reaksipress.com - Bertempat di Hutan Jati Pattunuang, Komunitas Pecinta Alam(KPA) Butterfly mengadakan Milad pertama pada Sabtu malam (20/02/2021). Rencansnya, kegiatan...