Lainnya

    DPRD Maros Minta PDAM Gratiskan Air Untuk Warga

    MAROS,SULSEL – REAKSIPRESS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros melakukan rapat pembahasan anggaran dan membahas terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) adapun proyeksi yang minus tahun ini berada pada angka 11,33 %. Sedangkan minus selama satu minggu ramadhan masih diprediksi hingga setelah Ramadhan.

    Adapun penjelasan Sekretaris Daerah Sekda sekretaris daerah (Sekda), Andi Davied Syamsuddin. penghasilan minggu ceria setelah lebaran keuntungan daerah bisa mencapai Rp,2 miliar, hanya saja dalam kondisi seperti ini hal tersebut tidak bisa kita paksakan dan tentu kita masih tetap menunggu hasil akhir hingga setelah Ramadhan.

    Hal ini juga dilontarkan langsung oleh sejumlah Anggota DPRD Maros dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020, di Ruang Rapat Gedung DPRD Kabupaten Maros, Rabu (06/05/2020).

    Anggota DPRD Maros dari Fraksi Hanura, Sudirman Sirajuddin, memulai usulan pada rapat yang dilaksanakan hingga pukul 23.30 malam hari,

    “Usulan kami kepada bupati agar PBB tahun ini di gratiskan saja dan juga mengusulkan untuk memberikan keringanan terhadap masyarakat pengguna air (PDAM) Tirta Bantimurung di tengah wabah pendemi Covid-19.” Ujarnya

    Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir dengan tegas agar PDAM kembali melihat fungsinya sebagai Perusahaan Daerah yang memberikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

    “Yang pokok dari PDAM itu menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat yaitu air bersih, persoalan rugi atau apa. Kalau dia rugi kita pasti tambah penyertaan modalnya, jadi tolong difikirkan ini pak Sekda selaku badan pengawas,” jelasnya.

    Lebih lanjut Ketua Golkar Maros itu melanjutkan bahwa PDAM Maros diminta untuk memperhatikan masyarakat yang betul-betul terdampak Covid-19, apalagi PDAM telah memiliki data klaster golongan sosial yang sudah sewajarnya mendapatkan keringanan.

    “Saya meminta pak sekda sebagai badan pengawas, yang kita gratiskan ini klaster A saja, suruh hitung PDAM, berapa kira-kira kekurangannya ini PDAM kalau kita gratiskan ini klaster A, mumpung kita lagi membahas anggaran, dan kalaupun sekarang daerah sudah minus tidak masalah karena ini menyangkut rakyat,” tegasnya.

    “Tidak ada salahnya kita lakukan penyertaan modal, kan memang sasarannya untuk membereskan Covid-19, yang jelas kita maunya dibantulah dari sektor kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.

    Menanggapi pembahasan terkait PDAM Maros, Wakil Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam langsung meminta kepada Ketua Komisi II DPRD Maros, agar memanggil Direktur PDAM Maros untuk melakukan koordinasi terkait hal tersebut.

    “Kita langsung memberikan tugas kepada Ketua Komisi II DPRD Maros agar sesegara mungkin mengundang Dirut PDAM untuk membahas permintaan keringanan kebutuhan air PDAM bagi masyarakat,” jelas Sekretaris PAN Maros itu.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Maros, Andi Dhavid Syamsuddin, berjanji akan langsung melakukan koordinasi terkait permintaan anggota DPRD Maros kepada Dirut PDAM untuk mengkaji dan mempertimbangkan apa yang menjadi usulan dalam rangka menghadapi wabah pandemi Covid-19.

    “Besok kita akan bicarakan sama Dirut PDAM, kita juga akan lakukan pertimbangan, inikan pdam perusahan daerah, tentu banyak SDM nya, banyak tanggungannya, pegawainya banyak, operasinalnya banyak, dia harus punya dana cadangan juga, jangan sampai tidak mencukupi personalnya, dimana mau ambil,” ujarnya.

    “Terkecuali kita ini mau mengharapkan pemda, pemda juga kan kita melihat anggaran banyak ke racovery terkait Covid-19,” ujarnya saat ditemui pascarapat berakhir.

    Memang sebelumnya, terjadi pengurangan anggaran dalam APBD Perubahan Maros tahun 2020 sebesar Rp. 255 miliar yang sebelumnya telah disepakati pada pokok awal sebesar Rp1,5 menjadi Rp1,2 Triliun.

    Pengurangan anggaran tersebut sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan Maros tahun 2020, yang dibacakan Bupati Maros, HM. Hatta Rahman, MM. , pada rapat paripurna secara virtual dengan DPRD, pada Senin 4 Mei 2020 lalu.

    Laporan : Guntur

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Gubernur Sulsel Akan Support Infrastruktur Geopark Maros-Pangkep

    Sulsel – reaksipress.com - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah, berjanji akan mensupport penuh infrastruktur yang ada di Geopark Maros-Pangkep. Beberapa infrastruktur akan dibangun diantaranya...

    Presiden Jokowi Kunjungi Lokasi Gempa Sulbar

    Sulbar – reaksipress.com - Setelah mendengar kondisi Sulawesi Barat yang dilanda gempa berkekuatan Magnitudo 6.2 pada pertengahan Bulan Januari lalu. Akhirnya Presiden Republik Indonesia,...

    Masih Banyak Pengungsi Gempa Belum Dapat Bantuan

    Sulbar - reaksipress.com - Sejumlah pengungsi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), masih minim bantuan dan bahkan ada yang mengaku...

    Aliansi Siaga Bencana Maros Kerahkan Relawan ke Sulbar

    Maros - reakspress.com - Aliansi Masyarakat Tanggap Bencana (Siaga) Kabupaten Maros, memberangkatkan sejumlah relawan ke Mamuju, Sulawesi Barat, Ahad (17/01/2021) Pemberangkatan relawan Siaga Maros dilakukan...

    Dikira Gempa, Ternyata Truk Seruduk Warung

    Maros - reaksipress.com - Kecelakaan tunggal terjadi di jalan poros Maros-Pangkep, Lingkungan Belang-belang, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, Jumat (14/01/2021) Satu unit mobil truk tanpa muatan...

    Peduli Gempa Mamuju, Brimob Polda Sulsel Kirim Bantuan ke Sulbar

    Sulsel - reaksipress.com - Gempa bumi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang berpusat di Kota Mamuju. Sejumlah bangunan di Kota Mamuju roboh akibat gempa...