Lainnya

    Dinas Perpustakaan Maros Gelar Pertemuan Dengan Komunitas Petani Kurma, Ini di Bahas!

    Maros.Sulsel – reaksipress.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros mengumpulkan Komunitas Petani Kurma untuk membahas program kerja pemerintah, di aula kantornya, jumat (7/12/2018).

    Pada pertemuan tersebut, Dinas Kearsipan dan petani, membahas tentang budidaya 100 ribu pohon kurma di Maros.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muh Alwi mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai tindaklanjut pogram revitalisasi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi aosial.

    Dalam acara tersebut, Dinas Perpustakaan menyerahkan bibit kurma kepada perwakilan petani kurma yang hadir, secara simbolis.

    “Kegiatan budidaya 100 ribu pohon kurma di Maros ini, juga berkaitan dengan program pemerintah provinsi. Pemprov programkan sejuta pohon kurma di Sulsel,” katanya.

    Rencananya, kurma akan ditanam di daerah pegunungan diantaranya, Tompobulu, Moncongloe, Tanralili, Mallawa, Cenrana dan Camba.

    Ketua Komunitas Petani Kurma Maros (Kotanikum) Arifuddin mengatakan, kerjasama dengan Dinas Perpustakaan merupakan langkah awal untuk memperkenalkan budidaya kurma kepada warga.

    Dia berharap Dinas Perpustakaan bisa mempasilitasi untuk mengadakan workshop terkait budidaya kurma di Maros.

     

    “Budidaya kurma ini memang sangat baru di Indonesia, khususnya di Maros. Namun tidak menutup kemungkinan, Maros yang akan menjadi contoh bagi daerah lain sebagai penghasil kurma,”katanya.

    Pihaknya juga optimis untuk mengadakan 100.000 pohon kurma di Maros. Untuk pengadaan, komunitas tersebut membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak.

    Menurutnya, kurma bisa tumbuh di Maros jika dirawat dengan baik. Maros berpotensi memilki kurma dengan kualitas lebih bagus dibanding dengan negara Timur Tengah.

    Tanah Indonesia, khususnya Maros lebih subur dibanding Timur Tengah. Hal tersebut terbukti, sudah ada beberapa petani kurma di Indonesia sudah berhasil.

    “Maros juga memiliki lahan subur. Kurma akan tumbuh subur seperti yang terjadi di daerah Riau, Pasuruan, Aceh, Manjalengka Jawa Barat. Jika kurma Indonesia sudah berusia 16 bulan dua hari, maka sudah mulai berbuah,” katanya.

    Seorang peserta Ayyub mengaku sudah memulai budidaya kurma beberapa bulan terakhir. Bibit kurmanya ditanam di Dusun Bonto Panno, Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili.

    Dia juga menanam kurma  di Dusun Tokka, Desa Bonto Narannu, Kecamayan Moncongloe. Luas lahan yang ditanami sekira 100 hektare.

    Selain 20 petani kurma, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Muh Alwi, Kabid Perpustakaan Jamaluddin dan Ketua Kotanikum Arifuddin.

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer