Lainnya

    Carita Paminung Kopi di Panyingkulu

    Artikel.Sosial – reaksipress.com – Bicara kopi mengingatkan saya tentang banyak hal termasuk realitas kehidupan yang di cakup dalam diskusi warung kopi, sedikit berbagi cerita tentang perasaan yang saya rasakan belakangan ini yang semakin membahagiakan saja, tak jarang pula saya mendapatkan begitu banyak hal-hal baru di warung kopi.

    Kopi merupakan minuman yang hampir disukai oleh semua golongan, baik tua, muda, laki-laki, perempuan, kaya maupun miskin, memang kopi identik dengan apa saja. Kopi dengan beragam jenis seperti arabika yang diklaim sebagai biji kopi terbaik, Robusta yang identik dengan kepekatan teksturnya, juga kopi luwak yang fenomenal dengan harga selangit. Dari proses pembuatannya (roasting) juga beragam, ada kopi hitam, espresso, latte, mocca hingga kopi tubruk.

    Kopi nyaris ada dimana saja dan Maros, dengan mayoritas masyarakatnya yang sangat akrab dengan kopi, menjadi pemburu kopi sejati baik di tempat ekslusive seperti cafe dan resto hingga warung kopi bertebaran di setiap titik keramaian. Sangat banyak dan nyaris saja Maros mendapat gelar negeri seribu warung kopi.

    Tapi dari sekian banyak warung kopi. sebuah warung kopi menjadi begitu spesial buat saya. berdiri di ‘Panynyingkulu’ (sudut, red) pada jantung keramaian malam Kota Maros di area Kuliner Pantai Tak Berombak (PTB) Maros, Kopi Pagi tidak hanya menyajikan racikan kopi khas namun kehadiran para penikmat kopi dari berbagai latar belakang menjadi warna tersendiri.

    kekhasan aroma warung Kopi Pagi dan cerita politik yang selalu hadir di setiap meja semakin menarik untuk dinikmati. setiap hari puluhan orang duduk berbicara tentang politik dan itu menarik bagi Saya sebagai Milenial karena bisa lebih mafhum tentang dunia persilatan politik. Di sisi lain saya semakin memahami arus deras politik Maros.

    Tentu saja kehadiran orang-orang di Kopi Pagi menjadi relasi berharga buat saya yang berprofesi sebagai jurnalis dan penggerak literasi, karena dalam keterbatasan gerak pada situasi Pandemi covid-19, celotehan dan kicauan mereka bisa menjadi sumber inspirasi untuk kemumetan berfikir saya saat ini.

    Keuntungan lainnya adalah Saya bisa membawa kemana-mana info ini ke tempat lain terkait arus politik yang sekarang stagnan akibat Pandemi yang nyaris mematikan segala aktivitas kehidupan termasuk politik di Kabupaten Maros, karena semua orang terfokus pada penanganan Covid-19.

    Namun, ada cerita unik dari warung kopi yang satu ini, selain perbedaan penyajian dari warung-warung kopi lainnya, karena selain menyediakan kopi yang nikmat dan jaringan internet yang cukup mumpuni, tentu juga memberi kepuasan pengunjung dengan keramahan yang sangat menggugah nurani untuk kembali bersua di tempat tersebut. Minum kopi juga menjadi pelepas penat setelah bergelut dengan rutinitas selama seharian penuh.

    Seperti lumrahnya tempat kumpul yang lain, Warung kopi arena yang tepat untuk membangun interaksi dengan banyak orang dengan pembahasan sejuta judul, mulai tentang perekonomian, harga bahan pokok yang semakin melonjak di tengah Pandemi, obrolan para akademisi dengan mimpi besar membangun bangsa atau obrolan remeh-temeh tentang gosip artis seksi yang kembali menjanda. Semua tumpah ruah dalam sebuah ruang.

    Inilah ilmu dan pandangan baru untuk saya dan sanagt sayang untuk diabaikan. Mendengarkan obrolan, menyimak petuah menjadi kenikmatan lain disela teguk demi teguk kopi kental dan pekat. Semua bisa menjadi ahli Ekonomi, ahli hukum, ahli matematika, meski tanpa gelar akademik. Semua bisa menjadi pengamat dan krtikus dan di warung kopi pagi semua sah dan tidak melangggar hukum dan memang tidak ada hukum, karena yang ada hanyalah norma, untuk saling menghargai pendapat, menghargai pilihan dan cara berfikir.

    Namun dari semua obrolan itu, sebuah kesimpulan besar saya tarik dari mendengar dan menyimak, bahwa ternyata ada hal lain yang lebih hitam dan lebih pahit dari kopi.

    Guntur
    -KopiPagi, ramadhan 09 Mei 2020

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer

    Mulai Besok, Maros Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

    Maros – reaksipress.com - Bupati Maros, H.M. Hatta Rahman, M.M., mengeluarkan surat edaran Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kamis (21/01/2021). Langkah ini diambil setelah...

    Diajak Jadi Dosen di Permata Ilmu

    Opini - reaksipress.com - Karunia pertama penulis terima setelah diwisuda S2 manajemen ilmu pendidikan. Yakni diajak jadi Dosen di ITKPI Maros (Institut Tehnologi...

    KPUD Tetapkan Bupati Maros Terpilih

    Maros - reaksipress.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) akan menetapkan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Maros, periode 2021-2024. Rencananya rapat pleno penetapan tersebut...

    DPC PKB Maros, Gelar Rapat Koordinasi Pengurus

    Maros – reaksipress.com – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Maros, menggelar rapat dan konsolidasi pengurus tingkat Kabupaten dan kecamatan, Selasa (26/01/2021)...

    Polres Maros Kirim Bantuan ke Sulbar

    Maros - reaksipress.com - Polres Maros melepas rombongan bantuan kemanusiaan peduli korban bencana Alam Gempa Bumi Sulawesi Barat di Mapolres Maros, Sabtu, (23/01/2021). Lima unit...

    Pasangan HatiKitaKeren Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Maros

    Maros - reaksipress.com - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam–Suhartina Bohari resmi ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih 202 –2026, Pemilihan Kepala...