Lainnya

    Bupati Maros Resmikan Pusat Kuliner Halal

    spot_img
    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Maros – reaksipress.com – Produk makanan dan minuman lokal di Kabupaten Maros, diminta agar tetap dipantau kehalalannya sebelum dikonsumsi dan diedarkan ke masyarakat.

    Harapan tersebut disampaikan Bupati Maros Chaidir Syam saat melantik Pengurus Pusat Kajian dan Advokasi Halal (Pusjilal) Perwakilan Kabupaten Maros periode 2021-2025 di Masjid Agung, Kamis (03/06/2021).

    Chaidir Syam menyampaikan bahwa Pusjilal Perwakilan Maros merupakan tugas yang berat. Namun harus tetap dilaksanakan.

    Ia menambahkan bahwa meskipun Kabupaten Maros mayoritas muslim, namun masih banyak pedagang lokal yang tidak mengurus dagangannya agar bersertifikat halal.

    Dia berharap peranan Pusjilal untuk memantau kehalalan produk lokal dan mendorong agar para pengurus membantu menciptakan Maros sebagai kabupaten dengan pola hidup halal.

    “Banyak dari masyarakat yang karena bahan baku penyajian makanannya halal, maka tidak lagi memperhatikan proses penyajiannya. Malah dalam proses penyajianlah banyak masyarakat yang keliru hingga jatuhnya Syubhat (halal atau haram),” terangnya.

    Bersamaan dengan pelantikan tersebut juga diresmikan kantin yang menyajikan kuliner halal yang terletak di sebelah selatan Masjid Agung Nur Arrahman Kabupaten Maros.

    Di pusat jajanan halal, terdapat Warkop Berkah dan Warkop Sehati yang menggratiskan check up kesehatan serta hidangan kuliner Soto Ayam Berkah Maros dan Coto Agung Maros.

    Peresmian kantin halal di Masjid Agung Maros ini diharapkan manjadi langkah awal mendorong tempat-tampat kuliner lainnya menyajikan dagangan dengan sertifikasi halal.

    Saat dimintai keterangan. Rio Triputra pemilik usaha UMKM, mengatakan semestinya pelaku UMKM sudah memperhatikan dagangan yang akan dijual ke masyarakat.

    “Tak hanya sekedar eksistensi yang harus dimiliki oleh pedagang, namun harus tetap mengupayakan agar kehalalan menjadi prioritas dan tak hanya sekedar rasa. Contohnya kopi, itu juga harus memiliki sertifikasi agar mampu mendorong lebih banyak peminat, ” kata Rio Triputra.

    Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Maros gencar melakukan pemantauan ke berbagai UMKM guna mengecek langsung dagangan yang akan dijual. (Gtr)

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    TV REAKSIPRESS

    Reaksi Populer