Artikel – reaksipress.com – Tidak ada anak muda yang pernah ikut dengan tim penulis pasti bisa mendiri. Bagitu juga supir mobil rental yang mengantar ke Rutan Pinrang. Ia adik ipar dan pernah menemani berdagang buku hingga sampai jazirah Sumatera. Kini buka usaha kuliner sendiri.

Beberapa anak muda yang pernah penulis kader. Saat ini sukses, ada yang bekerja di PT. Semen Gresik bagian marketing, ada guru privat, ada yzng buka usaha bengkel, ada pula menjadi pimpinan pondok tahfidz. Ada juga anak yatim pernah penulis sekolahkan, kini ia bekerja sekuriti.

Perjalan ke Rutan Kelas IIB Pinrang ada dua egenda. Yakni khutbah Idul Adha dan penanda tanganan MOU atau perjanjian kerja sama antara yayasan penulis dan Rutan pinrang yang dipimpin oleh Bapak Ali Imran.

Setelah melewati 3 kabupaten, Pangkep, Barru dan Parepare. Hingga tiba tepat saat menjelang buka puasa arafah. Jago menyetir driver penulis, karena ia pernah mengemudikan mobil yang penulis pakai menjual buku keliling Sulsel, Sultra, Sulbar dan ke Bungku Sulteng. Mobil penulis dulu, diberi nama wanua singko. Berasal dari bahasa Bungku artinya rumah elang

Kepala Rutan memonitor terus posisi penulis dalam berkendara, hingga ketika tiba di Kota Parepare. Lalu mengarahkan ke hotel MS untuk mengambil kunci kamar. Kemudian selanjutnya penulis dijemput untuk berbuka puasa bareng di sebuah rumah makan terlaris di Pinrang.

Kegaguman penulis pada Karutan yakni memimpin dengan hati yang lembut. Mengarahkan tim petugas rutan untuk gemar beramal shaleh. Salah satunya mengajak mereka puasa arfah dan buka bareng.

Penulis pikir ini letak kesuksesan Rutan Pinrang sehingga mendapat banyak penghargaan. Dikunjungi banyak instansi, terutama Rutan dan Lapas untuk studi banding.

Di dalam mobil yang Karutan jadi supirnya, sempat penulis ngobrol tentang hal yang dilakukannya itu. “Bahwa petugas atau rekan kerja pasti ikut apa yang kita arahkan. Apa lagi kebaikan, mereka tak akan menolak asalkan kita contohkan.”

Di warganya banyak berlatar dari kasus besar narkoba, ada yang 6 kilo, 8 kilo. Namun komitmen untuk mereka dibina dan dibimbing serta diubah mindsetnya. Itu dilakukan dengan cara baik. Dan hak asasi warganya ia penuhi.

Saat Jumat pagi, penulis kembali dijemput oleh Karutan. Pada hal dipikir, banyak petugas yang bisa ia perintah untuk menjemput di hotel. Tetapi sungguh penghargaan dan pelayanannya terhadap tamunya sangat luar bisa.

Dalam perjalanan sempat cerita dan menyebut mantan atasnnya yang idealis dalam bekerja. Tidak neko-neko. Kini talah menjadi Kepala Lapas Narkotika Batu di Nusa Kambangan Pak Erwedi.

“Ustadz, Insya Allah nanti saya ajak ke Lapas Nusa Kambangan.” Cetus ia. Lansung penulis tanggapi, ” Siap, in syaa Allah kalau saya di undang untuk isi khutbah id atau ceramah saya mau pak kesana.”

Hujan rintik tepat mobil sampai di Rutan Pinrang. Saat penulis duduk di Lapangan shalat id hujan derai rintiknya bertambah. Lalu berbisik ke Karutan bahwa mulai saja Pak.

Inisiatif dilakukan, pertama karena shalat idul adha lebih cepat waktu pelaksanannya dari pada idul fitri. kedua, boleh jadi ketika dimulai hujan akan berhenti. Malaikat akan berkumpul dan turut ada di antara kita yang sedang melakukan shalat id. Masyaa Allah betul. Seketika hujan tiba-tiba reda saat penulis pimpin shalat juga khutbah Id.

Dalam khubah penulis sampaikan “bahwa kalau dulu penulis cari rezki dari terbitnya matahari juga tempat terbenamnya. Yakni wilayah WITA Ambon menjual buku, dan wilayah WIB bagian pulau Sumatra. Maka kali ini semangat itu akan penulis alihkan dengan mencari warga agar bisa dikader menjadi DANI dan Da’i Kamtibmas.

Agar bisa meniru jejak Fudhail bin Iyyad si mantan perampok yang jadi ulama dan Malik bin Dinar mantan pecandu khamer atau narkotika dan miras. Kalau mantan pembunuh saja Allah angkat jadi nabi, apa lagi kalau ia hanya mantan narapidana. Nabi Musa jadi contoh teladan.

Lebih baik mantan penjahat dari pada mantan ustad. Dan itu terjadi. Mungkin banyak yang belum tahu. Bahwa salah satu dari saudara Buya Hamka ada yang mati suul khatimah. Namanya Buya Awka. Mati dengan ikut agama istrinya.

Penulis kobarkan semangat mereka bahwa jika anda sudah tobat, lalu ada yang masih menstigma. Maka bertahu ia. Bahwa seandainya tidak ada mantan narapidana tidaklah mungkin negara ini meredeka dari penjajah. Sukarno pernah di Penjara bahkan sel tempat ia dikurung kini jadi museum di Lapas Sukamiskin.

Penulis juga hibur, bahwa kalau ada yang bertanya rumah apa yang tak boleh dirindukan? maka jawablah itu adalah Rumah Tahanan negara atau Rutan. Anda tidak boleh rindu di sini kalau sudah bebas. Tiba-tiba ditengah jamaah ada yang spontan nyeletuk dengan bahasa isyarat.

Saya gagal ustad, karena sudah dua kali masuk. Sambil menggelangkan kepalanya. Penulis hibur ia, bahwa kalau sudah dua kali jangan ke tiga kalinya. Yang satu kali jangan jadi dua kali. Cukuplah kali saja.

Jangan masuk lagi, di antar dengan mobil polisi atau jaksa. Anda tidak boleh rindu pada Rutan. Kecuali jika masuk di sini dengan membawa materi dakwah pada warga binaan. Berbagi pengalaman serta dalam hal yang baik. Juga memotivasi.

Masuklah dengan mengatakan bahwa saya dulu dikader menjadi DANI (Da’i Anti Narkotika) dan Dai Kamtibmas di sini. Maka dari itu saya juga akan mendakwahkan ilmu yang telah aku pelajari di sini.

Usai khubah id, seremoni penanda tanganan MOU atau perjanjian kerja sama antara Rutan Pinrang dengan Yayasan TCM atau Tanggap Cagah Mirasantika. Dalam bentuk upaya penulis mengkader warga binaan untuk menjadi DANI (Da’i Anti Narkotika) dan Da’i Kamtibmas.

Penulis juga berikan hadiah Karutan buku Ini Jalanku Da’i Kamtibmas. Sementara buku DANI yang bakal menjadi buku panduan mengkader warga belum dikasi. Penulis undang untuk hadir pada acara peluncuran buku itu di masjid al-Markaz Maros

Dan yang akan menyerahkan nanti Insya Allah Kepala BNN RI. Penulis telah bersurat ke Jakarta dan telah diterima surat penulis oleh Sprinya Kepala BNN RI. Juga pada acara itu mengundang Bapak Kapolda Sulsel dan secara otomatis Kepala BNNP Sulsel. Buku akan dibagikan secara gratis kepad 100 orang tamu pada peluncuran tanggal 6 Agustus 2020

Sebelum acara makan bakso yang ratusan mangkuk disiapkan. Ada hal unik yang penulis inisiasi yakni naskah khutbah idul adha yang jadi panduan. Penulis ingin hadiahkan pada warga. Karutan yang tunjuk orangnya. Dipilihlah dari salasatu warga. Yang kata Karutan sebelum penyerahan. Bahwa yang kita dipilih adalah sosok mantan preman yang telah mengalami banyak perubahan sejak dibina di Rutan.

Usai semua kegiatan hari Raya Idul Adha. Ternyata waktu ingin pulang Mobil Karutan yang disupiri anak buahnya bernama Marwan untuk mengantar ke hotel. Telah terisi di bagasinya dua karung beras 50 kg dan juga ratusan butir telur. Serta sebuah ongkos pembayaran sewa mobil rental senilai harga tiket yang dapat dipakai pulang pergi pesawat Garuda Makassar-Jakarta.

قَالَ رَبِّ ٱلسِّجۡنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدۡعُونَنِيٓ إِلَيۡهِۖ وَإِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّي كَيۡدَهُنَّ أَصۡبُ إِلَيۡهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ

Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” QS. Yusuf, Ayat 33

MUBALLIGH MENGAJAK WARGA UNTUK BELI PRODAKNYA YAKNI IMAN KEPADA ALLAH DAN AMAL

Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika. Oleh : Hamka Mahmud
HP : 081285693559
Editor : MR

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS