Maros – reaksipress.com – Setelah menggelar aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, warga Bontoa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Gersang Menggugat, kembali melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota DPRD Maros.

RDP dilaksanakan pada Rabu (01/07/2020) di aula ruang rapat Gedung DPRD Maros di Jalan Lanto Dg. Pasewang, Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale.

Ketua Komisi II, Amran, S.E., saat menerima warga mengatakan persoalan air bersih di Bontoa dan Lau telah beberapa kali dibahas dalam agenda rapat di dewan, termasuk usai aksi unjuk rasa.

“Pada bulan Ramadhan, Badan Anggaran juga telah membahas tentang air bersih untuk warga yang mengalami dampak pandemi Covid-19. Termasuk kemarin setelah terjadi aksi unjuk rasa.” terang Amran.

Suasana RDP sempat memanas saat perwakilan warga beradu pendapat dengan anggota dewan. Salah satunya ketika Ketua LSM LIRA Maros, Muhammad Amri, menyampaikan aspirasinya,

Muhammad Amri menilai bahwa persoalan air bersih yang berlarut-larut di Bontoa merupakan kesalahan fatal Pemkab Maros dalam hal ini Bupati Maros, HM. Hatta Rahman.

“Ini adalah hal fatal yang dilakukan oleh Bupati Maros, mengingat dia telah menjabat selama dua periode dan masyarakat Kecamatan Bontoa masih merasakan kesengsaraan terkait persoalan air bersih.” Katanya.

Menurut Amri, ketika persoalan air bersih di Kecamatan Bontoa dan Lau belum teratasi maka Bupati Maros belum menuntaskan kerjanya.

“Banyak visi-misi dan program yang bupati janjikan ketika maju sebagai calon bupati. Salah satunya mensejahterahkan warga Maros, dan sampai saat ini warga Bontoa masih menghadapi persoalan sama yakni ketersediaan air bersih.” Lanjut Amri.

Dari hasil RDP yang ke-dua, anggota DPRD dari komisi II sepakat akan membentuk Satgas di Kecamatan Bontoa dan berjanji akan segera membahas persiapan anggaran untuk penuntasan air bersih sebesar 10 miliar.

Dewan juga berencana kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat ke-tiga yang dihadiri langsung oleh Bupati Maros.

Sebelum RDP ditutup, Aliansi meminta seluruh anggota DPRD Maros yang hadir untuk menandatangani komitmen untuk menuntaskan persoalan air bersih di Bontoa dan kecamatan lain yang selalu mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.

Laporan : Guntur Rafsanjani
Editor : MR

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS