Artikel – reaksipress.com – Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Guburnur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dengan program gerakan 1000 ulama edukator covid 19. Hari ini Senin, 27 Juli 2020 dilaksanakan di Hotel Swiss Bell Makassar.

Penulis bersama 49 muballigh dari utusan DPP IMMIM Makassar ikut sesi 1, ada 4 sesi dari tanggal 27-29. Menjelang tidur malam, tiba-tiba seorang pegawai BNNP Sulsel yang istrinya bekerja di dinas kesehatan provinsi menelpon penulis meminta penulis ikut acara itu. Sebab karena dikenal sebagai Dai Anti Narkotika.

Tetapi kerena penulis sudah daftar di DPP IMMIM jadinya mengajak sahabat yang lain. Dari DANI (Da’i Anti Narkotika) untuk ikut. Ada 8 orang yang di daftarkan ikut atas nama Da’i Anti Narkotika.

Penulis tertarik ikut karena punya pengalaman di stigma. Pada hal hasil rapit tes tidak akurat. Sebab di hari yang sama, hanya selisih 60 menit. Kembali melakukan rapit tes ternyata hasilnya non reaktif. Tapi apalah daya, penulis dilarang ke kantor dan batal mengantar anak ke Bogor masuk pesantren. Untungnya ada pamannya yang hasil rapid-nya non rekatif. Kejadian itu jadi ibrah.

Gubenur dalam kata sambutannya sangat berharap pada tokoh agama dari Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konhucu. Agar aktif membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terutama umatnya.

” Wabah covid ini, hampir seluruh daerah anjlok pendapatannya. Kita bersyurkur Sulsel tidak. Karena kita tidak jor-joran beli alat kesehatan. Ekonomi tetap jalan, pandemi juga tetap kita tangani.

Saat bertemu presiden mangatakan ekonomi harus diselamatkan. Juga masyarakat harus dilindungi dari wabah covid 19 agar tak terjangkit hingga tatap bekerja dan produktif.

Angkatan pertama duta covid 19 ini saya memohon agar mengendukasi masyarakat. Sebab kunci saat ini dalam menangani covid 19 adalah pencegahan dan edukasi masif. Karena vaksin belum ada. Itulah sebabnya kita libatkan banyak tokoh agama mengedukasi warga.

Kalau ada kasus anda temukan di masyarakat bergejala dan positif. Sampaikan, tidak usah takut kita sudah siapkan 8 hotel digunakan untuk pemulihan. Karantina yang kami lakukan luar biasa servisnya Banyak pasien tidak mau pulang.

Olehnya itu, saya ditelpon Menteri Hukum dan Ham. Berterima kasih sebab telah mengkarantina napi dari Lapas Wanita di hotel dan ini satu-satunya di Indonesia. Bahkan mereka malas di swab lagi. Sebab kalau hasilnya negatif mereka akan kembalikan ke Lapas.” Disambut tawa peserta angkatan pertama.

“Musuh yang tidak kelihatan covid 19 ini, bukan anggaran besar untuk memutus penyebarannya. Tetapi sikap optimisme harus senantiasa disampaikan kepada masyarakat. Jangan juga dipolitisir oleh banyak pengamat. Tahun depan in syaa Allah sudah ada vaksinnya.” Ucap Guburnur dengan nada optimis.

Lalu kemudian pemetari dari BNPB yakni Dr. Aqua Dwipayana. M.Kom memberi materi komunikasi yang efektif bagi edukator di masyarakat. Yakni ada 5 hukum berlaku dalam ilmu komunikasi disingkat REACH.

R. Respek atau memberi hormat.
E. Empati atau memberi perhatian
A. Audible atau dipahami orang
C. Clear atau bersih
H. Hamble atau tawadhu

Dr. Aqua menyampaikan bahwa
menurut dr. Andani tentang covid 19. Bahwa biasanya orang sudah terkena covid 19 maka tidak akan terkena lagi covid 19 selanjutnya.

Dalam sesi tanya-jawab penulis coba menyampaikan pengalaman tentang rapit tes yang tidak akurat kepada Dr. Aqua. Dijawab, bahwa memang rapit tes tidak bisa jadi acuan. Olehnya itu disarankan jika reaktif maka lanjut uji swab. Itu baru dianggap akurat hasilnya.

Karena penulis menanggapi awal, maka dapat hadiah buku tulisan beliau. Kemudian ia tutup materinya dengan mengutip pepatah bijak orang Padang. “Alam takambang jadi guru. Artinya: Apa yang kita alami jadi pelajaran.” Olehnya itu kata Dr. Aqua meminta mantan pasien covid 19 memberi testimoni.

Lalu kemudian tampilah mantan Sekertaris Dishub Provinsi Phalevi. Ia dan istrinya terkena covid 19. Lalu dikarantina di hotel Swis Bell. Diceritakah bahwa dirinya kuat dan sembuh karena selalu semangat ketika perawatan karantina. Serta merasakan enaknya dikarantina. Makanan dijamin, baju dicucikan.

Ia juga menceritkan distigma. Pada hal sudah sembuh. Hal inilah juga ia mohon kepada tokoh agama agar mengedukasi masyarakat jangan melakukan hal itu. Sebab kalau sudah dinyatakan sembuh, apanya lagi mau dipersoalkan?

Pemateri selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Bahwa
ada dua cara mencegah covid 19
Pertama, vaksinasi tapi ini belum ada, sementara proses. Yang kedua lakukan protokol kesehatan: pake masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Namun kata kunci sebelum adanya vaksin yakni merubah prilaku. Ada tiga teori perubahan prilaku yakni:
1. sadar
2. mau
3. dan mampu

Dan kiat-kiat saat pandemi covid 19 yaitu adaptasi dan bersahabat. Yang artinya virus tetap ada tetapi protokol kesehatan tetap dijalankan

Kepala dinas kesehatan menjawab pertanyan tentang sinar inpramerah yang ditembakkan ke kepala bahwa itu bukanlah sinar laser. “Kenapa bukan di tangan? sebab di kepala paling banyak pembuluh darah. Dan sinar inpramerah tidak berbahanya kalau ditembakkan ke kepala.” Jawab Kadis Kesehatan Provinsi.

Usia acara apresiasi dan rasa puas banyak diutarakan peserta. Baik itu dari sahabat penulis dari Da’i Anti Narkotika (DANI). Yang kebanyakan ikut pada disesi ke2 pukul 14-17:00

Usia ikut Orientasi Edukasi Covid 19 mereka semua semangat. Karena amanah itu, sertifikatnya ditanda tangani oleh Gubernur Sulsel. Juga pengorbanan waktu mereka beri penghargaan panitia uang transfor.

Dan hal yang paling menarik adanya rompi yang tertulis Satgas Edukator Covid-19 SULSEL. Seorang sahabat DANI menelpon sangat senang ikut. Bagitu juga ada yang dari kota penulis, teman penyuluh non PNS.

Mereka penulis beri saran, agar rompinya dibordir nama di bagian depan atas saku. Juga Edukator Covid-19 DANI (Da’i Anti Narkotika).

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. QS Ali ‘Imran, ayat 110

TERIMA KASIH PAK GUBERNUR PROGRMNYA SEMOGA DENGAN INI WABAH COVID 19 BERANJAK

Kajian Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika. BY: Hamka Mahmud Seri 571 HP: 081285693559
Editor : MR

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS