Maros – reaksipress.com – Lembaga Sosial Masyarakat (LSM)
Aliansi Pena Merah Kabupaten Maros, kembali melaporkan beberapa oknum kepala desa dan perangkat desa ke Kejaksaan Negeri Maros

Dalam laporannya, Aliansi Pena Merah Maros menduga adanya penyalahgunaan dana desa dan dugaan pekerjaan infrastruktur desa yang tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.

“Kami telah melakukan investigasi dan menemukan adanya beberapa indikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ada di RAB,” papar Sekretaris Aliansi Pena Merah, Amir Kadir, kepada media, Senin (29/06/2020).

Menurut Amir Kadir kegiatan yang sumber dananya dari anggaran dana desa 2019 dibeberapa desa di Kabupaten Maros dikerjakan secara asal-asalan dan berpotensi merugikan negara.

“Setelah turun melakukan investigasi, Kami menemukan bangunan dibeberapa desa tidak sepadam dengan anggaran yang dikeluarkan. Baik fisik bangunan maupun kualitas pekerjaan. Karena baru selesai dibangun sudah rusak.” Lanjut Amir Kadir.

“Sudah beberapa laporan kami masukkan ke Kejari Maros dan kami akan terus mengawal hingga persoalan ini tuntas secara hukum.” Janji Amir Kadir.

Sementara, Kepala Seksi Intel Kejari Maros, Dhevid Setiawan membenarkan adanya beberapa laporan dari LSM terkait dugaan penyalahgunaan dan Mark-up anggaran.

“Semua sudah kami terima, tapi harus dilakukan beberapa tahap verifikasi. Untuk laporan Aliansi Pena Merah kami sementara telaah masalah yang dilaporkan.” jelasnya singkat.

Laporan: Guntur Rafsanjani
Editor : MR

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Dirgahayu Bhayangkara Ke 74 - ReaksiPRESS