Akhir Ramadan melafaskan “khalwat” dalam banyak riwayat, perihal linguistik secara jamak bahwa kata “khalwat”, me-nas dalam Sirah Nabawiyah, ketika Rasulullah Muhammad saw. melakukannya di Gua Hira hingga akhirnya mendapatk wahyu pertama, Surah Al-Alaq.

Khalwat idiom yang sama artinya dengan “tetirah” (kamus kontemporer) ada pula yg mereferentasikan khalwat adalah semacam i’tikaf. Akan tetapi, khalwat tidak dilakukan di dalam masjid. wow ?

Kata khalwat jangan cari terj di kamus juga jangan tanya google, sebab Khalwat dalam persfektip lain dianggap memiliki beberapa unsur: misal diartikan berduaan (laki-laki dan wanita itu berkhalwat dan bukan mahram/suami-istri).

Akhir ramadan, mari menerima refresentasi berikut tentang “khalwat”, dimana para pencari tuhan mencari ketenangan batin dengan cara menyepi.

berkhalwatlah dengan cara berzikir dan memikirkan kebesaran Tuhan. hal baik dari laku ini, biasannya menjadi ingat apa kesalahan yang mereka lakukan dan seperti apa buruknya hati mereka dalam kehidupan sehari-hari.


Akhirnya bahwa khalwat semisal upaya dalam mengurangi jarak pada yang dimohon, bahkan langkah kita berbalik membelakangi sikap ”aku-tahu” dan merasa “daif” dalam kehadiratNya.

Mungkin khalwat adalah tempat kita pulang, dari serangkaian rantau dunia, sebuah tempat yang dijelang dan rumah yang kelak dituju yaitu “akhir yang baik”
_______________
selamat Idul Fitri “Maaf lahir batin”
Sangbaco : akhirramadan dalam “tulis-tulis saja” menelusur pengertian “khalwat”.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS