Maros.Sulsel – reaksipress.com – Lima pedagang di Pasar Tradisional Barandasi, Kecamatan Lau Kabupaten Maros, mendatangi kantor Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Kopumdag) Maros mempertanyakan nasib tempat jualan mereka yang telah di bongkar dan ditempati pedagang lain.

Kedatangan H. Idrus Halik, Hasbiah, Hj Halimah, Hj. Annisa dan Hj Rusnah serta Fitri pada Sabtu (30/05/2020) juga menagih janji kepala pasar Barandasi dan pegawai Kopumdag Maros.

“Ada bahasa yang kami terima secara lisan dari Kepala Pasar Barandasi dan salah seorang pegawai Kopumdag Maros bahwasannya apabila sudah direnovasi maka kami bisa menempati lokasi yang sama,” jelas Hasbiah.

Menurut Hasbiah, pelarangan terhadap mereka berjualan di tempat yang telah mereka tempati selama puluhan tahun berawal saat dilakukan renovasi pasar.

“Saat direnovasi kami diminta untuk pindah sementara. Nanti setelah bangunan selesai kami pedagang lama bisa kembali menempati los sesuai lokasi kami yang dulu.” Papar Hasbiah.

Sementara pedagang lain bernama Fitri, mengatakan bahwa mereka telah dituding oleh beberapa pihak tidak mematuhi peraturan bupati terkait aturan pemanfaatan pasar.

“Perbup yang dikeluarkan Pemkab Maros kami patuhi, terbukti kami menahan diri tidak berjualan. Ditambah lagi adanya kesepakatan antara kuasa hukum kami dengan Satpol PP, dimana sebelum digelar mediasi usai lebaran, tidak ada pihak manapun yang boleh berjualan. Namun saat kami melihat los tempat berjualan, ada pedagang lain yang berjualan dan barang yang kami simpan di los telah dirusak”, tegas Fitri.

Lanjut Fitri, kami berlima hadir di kantor Kopumdag Maros ini, untuk mencari keadilan atas tindakan semena-mena yang diduga sengaja dilakukan oknum.

“Sebenarnya pak, kita ini tidak ngotot ingin jualan di depan maupun di sudut, cuma dari awal juga telah ada kata-kata yang terlontar dari pihak kepala pasar. Cuma tidak ada buktinya karena tidak ada perjanjian tertulis sehingga kami sulit membuktikan. Namun, kami memilik saksi hidup yang mendengar langsung bahasa kepala pasar itu” ungkapnya.

Sementara itu, kepala seksi sarana prasarana Kopumdag Maros, Yuddin mengatakan keluhan para pedagang telah ditampung. Namun kisruh ini telah ditangani Satpol PP dan kepala UPTD pasar Barandasi sebagai pengelola pasar.

“Seksi kami sendiri bertugas menyediakan sarana saja, sedangkan masalah pembagiannya ditangani otoritas kepala pasar dan diawasi kepala UPTD sebagai pengelola pasar kecamatan.” jelasnya.

Masalah ini kata Yuddin, telah beberapa kali dibahas di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan kini berada di bawah pengawasan Satpol PP Maros.

“Apabila ingin mengetahui lebih jauh atas masalah yang terjadi, kami sarankan datangi Satpol PP, karena kami tidak mengetahui permasalahan yang terjadi menimpa kelima pedagang ini.” urainya.

Ditempat terpisah via WhatsApp, kuasa hukum pedagang, Andi Asiz Masykur mengatakan telah mengadakan kesepakatan dengan Satpol PP dimana lokasi los yang bermasalah ini, akan dimediasi kembali seusai lebaran. Namun tiba-tiba kemarin, terjadi aksi pembongkaran tanpa melalui mediasi yang telah disepakati.

“Saya khawatir bahwa tindakan pembongkaran yang dilakukan itu, adalah tindakan anarkis dan pelanggaran HAM, karena telah ada kesepakatan antara saya selaku kuasa hukum dengan Satpol PP.” Jelas Asiz.

Atas kejadian tersebut, pihak pedagang bersama kuasa hukun berencana melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota DPRD Maros pada Selasa depan.

“Kami tidak akan membahas Perbup kami akan bahas ermasalahan pengrusakan ini. Sebenarnya akan kami laporkan ke Polda Sulsel, namun kami mempunyai kebijakan dimana permasalahan ini kami selesaikan ke RDP saja.” Kata Azis Maskur.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Dirgahayu Bhayangkara Ke 74 - ReaksiPRESS