Hari ini demokrasi tidak lagi dikatakan sebagai harga mati, tetapi fakta yang terjadi demokrasi hampir mati. Pemilu di tahun 2019 ini adalah pemilu paling kacau sepanjang sejarah, sebuah pemilu yang jalannya tanpa senapan dan bom tetapi mampu menelan korban jiwa. Sekarang muncul juga sejarah baru, ketua DPR RI dijabat oleh seorang perempuan. Politikus PDIP Puan Maharani Selasa, 1 Oktober kemarin telah dilantik menjadi Ketua DPR RI untuk periode 2019-2024, yang sebelumnya telah mengundurkan diri sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI). Ini merupakan pecah telur pimpinan DPR perempuan setelah 70 tahun (nasional.tempo.co 1/10/19). Sementara di media lain (kompas.com) telah viral menyebutkan bahwa Setnov angkat bicara, nama Puan Maharani adalah salah satu nama yang terlibat dalam kasus korupsi E-ktp.
Kinerja Pak Jokowi di periode sebelumnya sudah bisa dirasakan, kebijakan yang dikeluarkan sama sekali tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Para kebijakan yang dikeluarkan hanya mendukung jalannya kepentingan kelompok-kelompok tertentu, begitupun di periode yag sama Ibu Puan yang menjabat sebagai menteri MENKO PMK juga tidak memberikan prestasi pada jabatan yang dipegangnya. Sekarang, ketika Ibu Puan ketua DPR, dan Pak Jokowi sebagai Presiden maka dengan otomatis teori Trias Politica. Pemisahan kekuasaan itu hanya mitos. Pak Jokowi yang merupakan petugas partai dari PDIP, Ibu Mega sebagai ketua Partai dan Ibu Puan sebagai politikus PDIP dengan mudah mereka saling mengatur untuk bisa saling bersinergi dalam penentuan kebijaka-kebijakan. Hingga kekuasaan realitasnya hanya dijadikan saran untuk berlaku sewenang-wenang.
Pelantikan Ibu Puan Maharani bukanlah jalan atau solusi yang akan mewakili rakyat untuk menuju ke ruang sejahtera. Ketika Pak Jokowi menjabat sebagai presiden di periode kedua, dan Ibu Puan menjadi ketua DPR maka akan menjadi mudah Ibu Mega untuk mengintruksi kepada keduanya terkait dengan kebiakan yang pastinya harus pro terhadap partai mereka. Pak Jokowi sebagai petugas partai akan diberi tugas untuk membuat kebijakan yang pro terhadap partai, sementara Ibu Puan melegitimasi kebijakan tersebut melalui lembaga yang dipimpinnya. Sungguh sangat ironi, jabatan dijadikan regulator untuk memuluskan rencana kelompok tertentu. Kehidupan rakyat bukanlah urusan para penguasa. Rakyat yang juga ikut andil dalam pemilu dan pilpres hanya dijadikan sebagai objek penderita yang suaranya saja dibutuhkan untuk formalisasi proses, bukan mewujudkan kehendak mereka.
Demikianlah realitas kepemimpinan dalam demokrasi. Keterpihakan atas kepentingan kelompok tertentu ataupun rakyat sebagaimana utopia para penggagas demokrasi, tidak akan mampu membawa kepada kemaslahatan seluruh manusia. Karena itu, seorang pemimpin yang harus dipilih untuk menegakkan hukum Allah SAW secara kaffah dan berdasarkan syarat in’iqad yakni, laki-laki, muslim, baligh, berakal, adil, merdeka, dan mampu. Kemudian diambil pendapatdari representasi umat, tidak mesti dipilih langsung oleh rakyat karena pengangkatan Khalifah (pemimpin) hukumnya fardu kifayah. Jika kemudian ditetapkan Mejalis Umat yang akan memilih dan mengangkatnya, maka kifayah ini pun terpenuhi. Sehingga khalifah ini bisa di bai’at sengan bai’at in’iqad. Setelah itu, seluruh rakyat wajin membaiatnya dengan bai’at tha’ah. Pada saat itu rakyat telah menyerahkan pengurusan semua hajatnya kepada khalifah. Demikianlah terwujudnya Khalifah dan ia menjadi wakil umat dalam menjalankan pemerintahan dan kekuasaan. Pemilihan khalifah juga tidak dilakukan secara periodik lima tahun sekali. Karena jabatan khalifah tidak dibatasi waktu tertentu. Selama khalifah tidak kehilangan salah satu syarat menjadi pemimpin kaum muslimin dan khalifah masih tetap menjaga syariah, menerapkan hukum-hukumnya, serta mampu untuk melaksanakan berbagai urusan negara dan tanggung jawab kekhalifahan, maka ia tetap sah sebagai khalifah. Tidak perlu diberhentikan, lalu mengadakan pemilihan ulang.

Nama ​: Evi Desi Said, S.Pd (Pemerhati Masalah Remaja)
Asal ​: Makassar, Sulsel

Berikan Tanggapan Anda
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS