Duka dalam cinta…
Mata ini sudah kering, air mata tak lagi ada, pekat terasa kelopaknya.
Alunan musik, nyanyian suka mengalun ditiap tetes darah dari ujung pedang, tombak dan anak panah.
Rintihan perih luka adalah ritme musik mereka. Yazid bin Muawiyah sang pioner pencipta lagu,
lirik sendu di nainawa karbala.
Namun…
Kami tetap mengenangmu dalam doa doa terbaik,
karena datuk datuk kami tak mengajarkan dendam
meski hati luluh lantak, perih tak terelak.
Muharram duka kami,
duka yang terbaring dalam cinta.

Ditulis oleh : SM.Danial Asq

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS