Maros – reaksipress.com – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Komisariat Universitas Muslim Maros (UMMA) sorot kinerja birokrasi kampus UMMA yang tidak mampu menuntaskan persoalan kalender akademik.

Hal itu disampaikan oleh ketua umum HPPMI Kom UMMA Ryan Ferniawan kepada reaksipress.com, Rabu (4/9/2019) bahwa selain dirinya ada banyak mahasiswa lain yang ikut mempertanyakan dan mengeluhkan polemik kalender akademik di kampus tersebut.

“Kalender akademiknya tidak jelas. Dimana, proses perkuliahan sudah dimulai sementara proses penjaringan mahasiswa baru belum selesai. Kok bisa begitu?,” ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMMA itu.

Tidak hanya semraut kalender akademik. Penambahan biaya registrasi untuk pengurusan kartu rencana studi (KRS) juga ikut disorotinya, pasalnya biaya tambahan tersebut dinilai hanya menambah beban mahasiswa.

“Ini kampus, kemarin kita membayar uang senat Rp 15.000 dan sekarang ditambah lagi uang registrasi Rp 35.000. Ini uang registrasi untuk apa? Kan semuanya sudah selesai. Ditambah uang pembangunan yang jumlahnya jutaan rupiah,” katanya.

Lebih lanjut Ryan, bahwa kondisi seperti ini merupakan bukan kali pertama terjadi di UMMA, sebelumnya semraut pengurusan dan juga biaya perkuliahan yang mahal banyak dikeluhkan mahasiswa.

Laporan : M Ansar H

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS