Maros – reaksipress.com – Salah seorang buruh bangunan yang tengah mengerjakan proses penggalian kolam arus waterboom Grand Mall Mandai Maros, ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsor galian proyek pembangunan waterboom tersebut.

Adalah Syamsuk (18) warga Dusun Parang bo’dong, Desa Bulusuka, Kecamatan Bonto Ramba, Kabupaten Jeneponto. Ia tewas tertimbun material galian pembangunan kolam arus waterboom. Dalam tubuh korban juga ditemukan sejumlah luka lecet pada dahi kanan, luka lecet pada paha kanan, luka robek pada bagian pantat sekitar dubur.

Selain dirinya, juga ikut tertimpa material galian yang longsor namun hanya mengalami sejumlah luka dan gangguan psikologi (trauma) yakni Maman Dg. Tata (31), buruh bangunan, warga Desa Kalimpung, Kecamatan Bangkala, Kab. Jeneponto.

Sementara Salahuddin (42), mandor pengawas, warga Dusun Bilampang, Desa Tana Karaeng, Kec. Manuju, Kab. Gowa, yang juga mengalami luka sakit pada bagian kaki, dan trauma.

Saat kejadian, korban (dua orang) hendak memasang tali pengukur pondasi didasar galian sedalam 3,5 M dengan luas 4 M², tiba-tiba tanah galian yang berada diatas jatuh / longsor menimpa kedua korban, namun korban Maman Dg. Tata selamat karena hanya sebagian badan (paha sampai kaki) yang tertimbun tanah, sedangkan rekan kerjanya Syamsul tertimbun didalam tanah.

Seketika itu korban Maman Dg. Tata berteriak minta tolong kepada rekannya yang lain sehingga dilakukan penggalian untuk menolong korban Syamsul, setelah didapat korban Syamsul langsung dibawah ke RSUD. Salewangang namun setiba di ruang IGD Salewangan, dokter yang menangani menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Saat ini korban masih berada di ruang IGD Salewangan dan rencananya akan dibawah ke rumah duka di Kab. Jenepoto malam ini juga oleh pihak keluarga dan Mandor.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS