Beranda Artikel Antropolog Bahas Masyarakat Bugis di (IAIN) Sunan Ampel Surabaya

Antropolog Bahas Masyarakat Bugis di (IAIN) Sunan Ampel Surabaya

21 Ags 2019_Tera Jadwal Kajian Agenda Kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya, mengungkap kelebihan masyarakat Bugis dalam sebuah seminar. Antropolog asal Perancis, Prof Dr Christian Pelras, seminar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya.

Petunjuk senior kampus Olmas UINSA 2019 mengantar lacak jejak keberadaan budaya Bugis dalam seminar yang digagas Pusat Kebudayaan Perancis (CCCL) Surabaya itu. “Orang Bugis itu sudah mengenal globalisasi sejak abad 17 saat Nusantara menjadi sentral perdagangan dunia,” Resume Perihal di sela-sela seminar .

Scrift arsip kampus Dalam seminar internasional sekali itu bertajuk “Tradisi dan Budaya Lokal dalam Perspektif Etnisitas”, peneliti sejarah itu menayangkan video tentang kehidupan masyarakat desa Goulien di pesisir barat Perancis.

Waktu yang juga menayangan kehidupan masyarakat desa Goulien di pesisir barat Perancis itu merupakan pembanding atas hasil penelitiannya terhadap masyarakat Bugis yang terbit dalam bentuk buku berjudul “Manusia Bugis.”

Menurut peneliti Bugis pada 1972-1974 itu, perkenalan Bugis dengan globalisasi itu membuktikan masyarakat desa setempat lebih dulu bersentuhan dengan modernisasi dibanding masyarakat desa di Perancis.

“Bugis dan Goulien itu sama-sama masyarakat desa, tapi masyarakat Bugis sudah mengenal globalisasi pada abad ke-17, sedangkan masyarakat Goulien pada abad ke-19 saat terjadi revolusi industri di Perancis,” katanya.

Peneliti yang merasa “kawin” dengan masyarakat Bugis itu menyatakan kelebihan Bugis dibanding Goulien itu, karena masyarakat Bugis lebih terbuka dan keterbukaan merupakan pembuka bagi modernitas.

“Tapi, masyarakat Bugis dan Goulien sama-sama mencerminkan masyarakat tradisional yang tidak mudah menerima modernisasi. Dalam pertanian, mereka sama-sama lebih menyukai pupuk kandang dibanding pupuk kimia,” katanya.

Selain itu, katanya, kedua masyarakat desa dari dua negara berbeda dari Timur dan Barat itu sama-sama menghargai tradisi kultur, bahkan mereka masih melestarikan hal-hal yang bersifat mitos.

“Masyarakt dari kedua desa itu sama-sama percaya dengan hal-hal yang tak rasional. Misalnya, orang Bugis tak hanya mempercayai badik sebagai senjata tajam, tapi sebagai pembawa rezeki dalam berdagang,” katanya.

Hal yang sama, katanya, juga terjadi pada masyarakat desa Goulien di pesisir barat Perancis yang mempercayai adanya dunia roh yang ada di sekitar kehidupan manusia.

“Mereka sering menggelar pesta Natal yang dimaksudkan sebagai upaya meluruskan orang-orang yang kafir. Hal itu sebenarnya menyimpang dari ajaran agama, tapi hal itu ada dalam kehidupan mereka,” katanya.

Secara terpisah, Humas CCCL Surabaya, Sita S Soenarjo mengatakan buku tentang tradisi Bugis itu merupakan terjemahan berbahasa Indonesia dari buku asli karyanya yang bertajuk “The Bugis.”

Seminar yang dipandu Pembantu Rektor II IAIN Surabaya Prof Dr Nurysam, MSi (pengajar antropologi di Universitas Airlangga, Surabaya) itu merupakan rangkaian kunjungan Profesor Christia Pelras di Indonesia.

Adaptasi Teks : Sang Baco

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS

Must Read

Pengurus Partai Hanura Maros Nyatakan All Out Menangkan Maros Unggul

Maros.reaksipress.com - Pengurus PAC Turikale, partai Hanura Maros Muhammad Tahir, menyatakan sikap bahwa dirinya mendukung pasangan calon (paslon) Bupati dan wakil Bupati Maros nomor...

Maulid Nabi Di Mata Ilham Nadjamuddin

Maros.reaksipress.com - Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal penanggalan Hijriah diperingati oleh mayoritas penduduk muslim di dunia, termasuk Indonesia. Di masa...

Ilham Nadjamuddin Hadiri Perayaan Maulid “Lompoa” di Tanralili

Maros.reaksipress.com - Calon wakil Bupati Maros HA Ilham Nadjamuddin, memenuhi undangan warga Dusun Billa, Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, dalam rangka perayaan maulid...

Diza Minta Kader SAPMA Maros Fokus Ukir Prestasi

Maros - reaksipress.com - Dialog Sumpah Pemuda yang dilaksanakan Pemuda Pancasila Kabupaten Maros dihadiri langsung oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sulawesi Selatan, Diza...

Tumbuhkan Ekonomi Keluarga, BMH Bantu Usaha Ibu Wahyuni

Nasional - reaksipress.com - Konsistensi BMH dalam menghadirkan solusi terhadap problem masyarakat senantiasa terus dipelihara melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan dan kebutuhan...
TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS