Tradisi Mandi Berkah Plus Ziarah ke Makam Dato Tiro

23
0

Artikel.Budaya – reaksipress.com – Al Maulana Khatib Bungsu atau Dato Tiro merupakan salah satu penyiar agama Islam terpandang di Sulawesi Selatan. Tak hanya menyebarkan ajaran-ajaran kebaikan, Dato Tiro juga meninggalkan sejumlah warisan yang hingga saat ini terus terjaga.

Salah satunya adalah sumur panjang yang dahulu ditoreh dengan tongkat sang ulama memuncratkan air yang bagai bah, kini dikenal oleh masyarakat Bulukumba dengan nama Pemandian Hila-Hila. Pemandian yang berada di Kecamatan Bonto Tiro atau tepatnya mengelilingi masjid kuno peninggalan Dato Tiro itu hingga saat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diincar di musim liburan.

Tak jauh dari situ atau sekitar 100 meter dari lokasi, di sanalah makam Dato Tiro yang juga tak kalah ramainya dikunjungi oleh wisatawan lokal, kebanyakan pengunjung itu lebih awal berziarah ke makam Dato Tiro. Setelah itu mereka ke kolam Hila-Hila untuk berendam dengan maksud pembersihan diri.

Pengunjung kawasan wisata Permandian Hila-Hila yang ingin melaksanakan salat ketika waktu salat tiba, juga tak sulit menemukan masjid. Keberadaan masjid tepat di samping kolam. Dahulunya merupakan masjid kuno peninggalan Dato Tiro.

“Namanya dahulu adalah masjid Hila-hila dan berubah nama pada tahun 1971 dengan nama Masjid Nurul Hilal Dato Tiro,” tutur Rahmat.

Masjid tertua di Kabupaten Bulukumba tersebut, dibangun pada tahun 1605 masehi. Selain usia yang tua, masjid itu memiliki keunikan tersendiri. Kubahnya yang berbentuk menyerupai rumah adat Jawa yang terdiri dari tiga tingkat, sedangkan arsitektur dinding jendela diambil dari rumah khas Sulsel.

Apa Komentar Anda ?
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS