Sayuran Ini Mengandung Gula Tinggi,

15
0

Artikel.Kesehatan – reaksipress.com – Sayuran biasanya menjadi nskanab dengan kadar gula yang rendah dan menjadi sumber vitamin dan mineral yang seha untuk kita, tetapi beberapa di antaranya mengandung kadar gula yang tinggi.

Kandungan gula tinggi dapat memengaruhi gula darah lebih cepat. Berikut sayuran yang memiliki kandungan gula tertinggi, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber,

Ubi jalar

Salah satu sayuran yang mengandung gula alami tertinggi adalah ubi jalar. Umbi satu ini mengandung 5.5% gula dalam satu umbinya. Sajian ini juga menyediakan 8,2 gram serat, yang merupakan 33 persen dari nilai harian untuk membantu menjaga sistem pencernaan.

Ubi jalar juga merupakan sumber zat besi, magnesium, fosfor, kalium, tiamin, riboflavin, dan vitamin A, B-6, C dan E. Ganti kentang dalam resep favorit Anda dengan ubi jalar untuk meningkatkan nutrisi. Meski kaya nutrisi, batasi asupan ubi jalar agar tak mendapatkan efek buruk dari kandungan gulanya.

Ubi jalar mengandung karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, jika Anda makan ukuran porsi yang tepat dari ubi jalar, Anda dapat mengontrol jumlah gula yang dikonsumsi. Hindari pula gula atau pemanis tambahan pada olahan ubi jalar.

Bit

Secangkir bit iris yang direbus mengandung 13,5 gram gula, serta 3,4 gram serat dan sejumlah besar kalium, folat dan vitamin C. Kalium membantu menurunkan tekanan darah, folat penting untuk membentuk sel darah merah yang sehat dan vitamin C sangat penting untuk penyembuhan luka.

Bit adalah sayuran akar yang kaya nutrisi dan fitokimia. Umbi ini mengandung kadar folat, mangan, dan kalium yang tinggi dan merupakan sumber serat yang baik.

Sayangnya, bit cukup tinggi pada Indeks Glikemik, dengan peringkat 64. Ini menunjukkan bahwa respons glukosa darah dalam 50 g karbohidrat bit adalah sekitar 64 persen dari respons glukosa murni.

Sementara bit memiliki Indeks Glikemik tinggi, mereka sebenarnya memiliki rendah beban glikemik karena tidak banyak karbohidrat dalam satu porsi bit. Karen itu, bit mungkin merupakan makanan yang dapat diterima untuk dimakan dalam diet yang dirancang untuk menjaga kadar glukosa darah tetap stabil.

Jadi masih aman mengonsumsi bit dalam jumlah normal dan tanpa pemanis tambahan.

Kentang

Pati dalam kentang dikonversi menjadi gula dalam tubuh. Untuk alasan itu, kentang dapat memiliki respons yang lebih signifikan pada glukosa darah. Kentang memiliki indeks glikemik berkisar antara 58 hingga 111, tergantung pada varietas dan bagaimana mereka dimasak.

Lonjakan tajam dalam kadar gula darah ini diyakini oleh beberapa orang, termasuk situs web Indeks Glikemik dari Universitas Sydney, untuk berkontribusi pada kenaikan berat badan dan diabetes. Penderita diabetes harus memperhatikan porsi kentang yang mereka konsumsi.

Yang terbaik adalah mengonsumsi kentang sebagai bagian dari makanan yang seimbang dan menyehatkan. Makan kentang bersama makanan rendah glikemik yang menyediakan serat, protein tanpa lemak, dan lemak sehat dapat membantu menyeimbangkan manfaat nutrisi dari makanan.

Mengkonsumsi makanan berserat tinggi dapat membantu seseorang memoderasi kadar gula darah dan meningkatkan rasa kenyang setelah makan.

Wortel

Dalam 100 gram wortel terkandung 4.7 gram gula. Ini yang memberi rasa manis alami pada jus wortel. Meski begitu, wortel cukup rendah kalori dan masih ditolerir dalam hal kenaikan berat badan.

Sebagian besar gula dalam wortel adalah sukrosa, yang sama dengan gula meja. Anda akan mendapatkan 3 gram gula dari satu wortel besar.

Mengonsumsi wortel dalam jumlah wajar dan tanpa pemanis tambahan masih aman bagi gula darah. Meski cukup tinggi gula, wortel memiliki sejumlah nutrisi bermanfaat bagi tubuh. Wortel mengandung sekitar 10% karbohidrat, terdiri dari pati, serat, dan gula sederhana. Mereka sangat rendah lemak dan protein.

Bawang Bombay

Anda mungkin salah satu penggemar onion ring yang manis dan gurih. Rasa manis pada camilan satu ini merupakan pemanis alami yang dimiliki bawang bombay.

Dalam 100 gram bawang bombay, terkandung 4.7 gram gula. Mengonsumsi bawang bombay dalam jumlah banyak dapat memengaruhi gula darah dengan cepat.

Penggunaan bawang bombay dalam masakan harus dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi. Kadar gula mereka berkisar dari hampir 4 gram hingga lebih dari 5 gram gula.

Meski begitu, konsumsi bawang bombay dengan jumlah dan pengolahan yang benar akan memberi sejumlah manfaat. Bawang bombay telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan tulang dan penurunan risiko kanker.

Apa Komentar Anda ?
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS