Maros.Sulsel – reaksipress.com – seorang warga penyandang disabilitas hidup memprihatinkan bersama seorang anaknya, dalam gubuk berukuran 4×6 meter di Lingkungan Padang Sessere, Kelurahan Hasanuddin Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Jafar (29) tunanetra yang ditinggal pergi oleh istrinya, meski telah terdaftar sebagai keluarga miskin namun belum terdaftar sebagai penerima manfaat Peserta Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Maros.

Dulu Jafar bisa hidup laik dan menafkahi keluarganya sebagai sopir taksi, namun karena mengalami kebutaan beberapa waktu lalu, praktis ia hanya mengandalkan hasil dari keterampilan barunya sebagai tukang pijat keliling.

“Jika selesai saya pijit orang, maka saya bilang bayar seikhlasnya saja. Cening-cening Atitta mi.” Terangnya dalam bahasa bugis.

Pemerintah setempat saat dikonfirmasi, Lurah Hasanuddin, Herwan menjelaskan bahwa Jafar setiap ada pembagian sembako kita selalu masukkan, dan namanya sudah kami daftarkan sebagai penerima PKH,

Lurah Hasanuddin saat dikonfirmasi media reaksipress.com

“InsyaAllah Jafar akan jadi salah peserta penerima Zakat Dari Baznas nantinya.”papar Herwan

Pihak Kelurahan juga telah mengurus BPJS untuk Jafar namun juga berharap semua pihak tetap mengambil bagian untuk terus membantu jafar dan anaknya. Apalagi anaknya sudah memasuki usia sekolah.

Apa Komentar Anda ?