Maros. Sulsel – reaksipress.com – Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Arialdy Kamal, angkat bicara terkait gerakan massa atau People Power jelang pengumuman hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang.

Arialdy menilai bahwa gerakan People Power itu bukan gerakan Inskonstitusional karena melihat sejarah Indonesia tahun 1928, Bung Tomo berhasil menggerakkan pemuda dan beberapa tokoh untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah begitupun dengan Soekarno dalam orasinya yang mengatakan “Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya”.

People Power ini banyak digaungkan menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019, terkait banyaknya kecurangan dan kejanggalan dalam proses tahapan dan pelaksanaan. Gerakan ini tidak hanya menggema di media sosial, di dunia nyata banyak masyarakat yang menggaungkan gerakan ini.

“People Power merupakan reaksi rakyat yang muncul akibat banyaknya kejanggalan dalam tahapan Pemilu 2019. Perlu kita kembali ke sejarah pada 1998 bahwa People Power itu pernah menggema di senayan ketika rezim Soeharto akan ditumbangkan.” pungkasnya.

Laporan : Isla

Berikan Tanggapan Anda
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS