Mengesan bulan ini Februari 21, dalam peringatan Bahasa Ibu se-Dunia, berikut ungkapan “cinta”, atau semisal “aku cinta maka kau ada’,atau “terhadap cinta berikan segalannya dan ambil apa adanya”. Merupakan kalimat yang biasa digunakan untuk menunjukkan rasa sayang kepada seseorang. Pernahkan kamu mencoba mengutarakan perasaanmu dengan menggunakan bahasa daerah?

Sedikit terdengar unik, namun penguatan sederhana ini merupakan bagian dari melestarikan bahasa daerah. Seperti apa?

Berikut  kata mutiara bahasa Bugis dan artinya.

Duppa mata ninitokko; ennau mata-tokko; ajak murikapang. (Jika kita bertemu pandang, berusahalah menghilangkan kesan yang dapat mencurigakan) 

Sipongemmu kupacokkong, ribola tudangengmu; teyana mawela. (Sejak kita bertemu di rumahmu, sejak itulah aku kenang selalu)

Rekkuwa tennungi melle; taroi temmasakka; napodo malampe. (Bila menaruh kasih jangan berlebihan, agar tambah bersemi lebih lama)

Laoko kuturutokko, kupabokongitokko; nyameng kininnawa. (Dengan sepenuh hati dan segenap jiwaku mengantar dikau ke pulau idaman)

Ujung tennungi mulao; iyyapa natabbukka idipa taddewe. (Kehormatanku adalah kehormatanmu pastilah aku jaga dan aku akan kembali keharibaanmu)

Mappetuju langii-mana; bitara sampo-engngi; tujunna lipumu. (Dimana gerangan kampungmu disanalah kucurahkan keluhan jiwaku)

Uddanikku temmagangka; dimengku temmappetu; riwangun kalemu. (Kau kukenang selalu dan kupuja sepanjang masa, sekujur tubuhmu)

Taroko melle mallebbang; tinulu mappesona; nateya malegga’’. (Kebaikanmu yang menawan, kesetiaanmu nan rajintidak akan kulupakan)

Mauni di Jawa monro; nyawa situju-ede; teppaja rirampe. (Walaupun tingal di Jawa bila hati sudah bertaut terkenang selalu)

Laowi pattendung langi; posampu temmalullu, lawangeng mabela. (Walaupun merantau jauh di sanabudi baikmu terkenang selalu)

Sipongekku mupacokkong; ricamming nawa-nawa; tekku tepu ale. (Sejak cinta meracun nan di lara, hatiku merintih, jiwaku meranah, badanku kurus kering)

Polena palele winru; tenre kutuju mata padammu sagala. (Saya telah menelusuri celah-celah kehidupan belum ada taramu)

Ininnawa sabbara-e , lolongeng gare deceng tau sabbara-e. (Orang yang sabar senantiasa mendapat kebajikan yang diidamkan)

Tellu-ttaunna sabbara, teng-inang ulolongeng; carubbu sengereng. (Sudah tiga tahun bersabar menanggung duka, tapi belum Nampak juga titik cerah kebahagiaan)

Toripaseng teya mette, tonapolei paseng teya makkutana. (Yang datang membawa pesan membisu, yang didatangi pesan tercengang membisu)

Pekkogana makkutana, rilaleng tennung-ekka napole pasenna. (Saya tidak sempat bertanya karena kedatanganmu sangat mengherankan)

Tekku sappa balanca-e, uparanru’ sengereng, nyawami kusappa. (Saya tidak cinta harta, tidak ingin kecantikan, tetapi yang saya cari adalah budi bahasa nan halus)

Tellu ronna sitinro’, cinna-e udaani-e, napassengereng. (Tidak dapat dipisahkan antara Cinta, rasa rindu dan kenangan indah)

Sangadi dewata-e teya, Tolino-e massampeyang, nakusalai janci. (Kecuali Tuhan yang tidak merestui, dan masyarakt yang menolak, baru saya mengingkari janji)

Mamasepi dewata-e, nalolang sitalleyang tosipominasa-e. (Menantika ridha’ Tuhan semoga kita dipertemukan)

Lempupa na ada tongeng, sanreseng nawa-nawa, tenna pabelleyang. (Orang yang baik dan jujur merupakan tumpuan harapan tidka mengecewakan)

Melleko mellemutowa, tenginang upogau’ melle sewali-e. (Jika engkau senang padaku, sayapun senang padamu sebaba saya tidak pernah bertepuk sebelah tangan)

Agana ugaukengngi, pakkadang teppadapi, nabuwa macenning. (Hasrat hatiku menggelora untuk memilikinya, tapi kemampuanku sangat terbatas)

Mau luttu maasuwaja, tatteppa rewemuwa tosiputoto-e. (Walaupun pergi jauh kemana-mana, kalau sudah jodoh pasti surut kembali)

Melleki tapada melle; tapada mamminanga; tasiyallabuang. (Mari kita saling menjalin hubungan mesra supaya cita-cita segera menjadi kenyataan)

Iyyaro mai melleku; tebbulu te’ttanete; lappa manengmua. (Kasih sayang yangkuberikan padamu tak satupun dapat menghalangi)

Iyya memeng-paro mai; lejjai addenengku; mattaro pura-e. (Yang ingin menjalinkasih padaku adalah merek yang mencurahkan sepenuh hatinya)

Iyya siya menasakku; mattonra jaritokki; lete di manipii. (Harapanku ingin hidup semati denganmu) 

Teyawa naparampaki; teddung makape-kape; tenna pacinaongi. (Saya tidak akan menumpahkan kasih kepada orang yang tidak bertanggung jawab)

Lele akkutanamukki; ala tebbulu-ekki; naleworo tasi. (Boleh tanyakan betapa lembut jiwaku, betapa bulan hatiku, tak perlu diragukan)

Demikian  kata bijak Bugis tentang cinta. sebagai kemestian bahwa ia mesti “ada”, sebab cinta itu menganulir segala hal industri, kemasan, juga perang, terlebih terhadap kegairahan hidup, cinta selalu bisa menggerakkan bahkan ” menggemaskan”_Sumber teks Bugis Tinjauan pustaka.

Penulis Sang Baco

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS