Maros.Sulsel – reaksipress.com – Melakukan peliputan di Kantor Pengadilan Agama, sejumlah wartawan harian dan online kena semprot dari sekretaris pengadilan agama kelas I B, Kabupaten Maros Yusran. Rabu (5/12/2018).

Hal tersebut terjadi saat hendak melakukan peliputan dan meminta data angka perceraian di Kabupaten Maros sepanjang tahun 2018.

“Mana suratnya, tidak boleh meminta data disini kalau tidak ada surat dari kantornya. Harus ada surat dari kantor, karena kita ini lembaga formal”, katanya Yusran kepada wartawan.

Yusran menjelaskan di Kantor Pengadilan Agama Maros, jika hendak melakukan peliputan dan meminta data harus sesuai aturan yang ada.

“Disini beda dengan semua instansi yang ada di Maros, mahasiswa saja yang mau minta data harus bersurat”, katanya.

Tidak hanya itu, Yusran juga bahkan mengajari wartawan. Saya ini dek mantan aktivis, kalau kau menulis berita, harus tahu semua data-datanya, tidak boleh begini”, sebutnya.

Kepada Wartawan, Yusran juga mengaku mengenal banyak wartawan senior di Makassar. “Saya ini banyak kenal wartawan di Makassar, mau saya laporkan sama pimpinanmu”, sebutnya saat mendebat semua wartawan yang hendak melakukan peliputan

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS