Artikel – reaksipress.com – Setiap datangnya pergantian tahun di berbagai belahan dunia, termasuk di nusantara, selalu dilakukan penyambutan tahun baru dengan berbagai hiburan, pesta kembang api yang spektakuler, live music dan lain-lain. Apa makna tahun baru bagi masyarakat muslim yang merayakannya?, sebuah asbab dan fikh menengarai muslim dalam akibat yang memungkinkan fatal, terkait persoalan akidah.

Berikut renungan yang di dalamnya mengerang tangis, sungguh tak terbendung, terlebih pula petaka Tsunami menimpa saudara kita kemarin.

Buat masyarakat Maros, Urungkan dulu berpergian berkendara jauh apalagi merayakan Tahun Baru. Sekiranya Allah masih memberikan kesempatan hidup sampai tahun baru nanti, Ku Mohon teman-teman jangan ada perayaan pergantian tahun baru.
Berhentilah hiasi langit dengan kembang api, Di belahan bumi lain saudara kita langitnya dihiasi Rudal-rudal, rumah mereka hancur, dan saudara kita menetaskan air mata dengan tsunami kemarin.

Bencana alam dimana-mana, Pembantaian dimana-mana, kita sesungguhnya tengah berduka

Kota Maros…masyarakat Maros, mungkin permintaan ini berlebihan jika Tidak usah menyuguhkan konser musik ataupun berPESTA kembang api sampai pagi, Seandainya saya punya uang banyak akan kubayar mahal kembang api yang kalian beli itu agar tidak dinyalakan.
Buat saudara-saudara ku Kaum Muslimin dimanapun berada. Ku Mohon jangan berbahagia dengan perayaan pergantian tahun, cukuplah bencana yang dialami saudara-saudara kita jadi pengingat untuk introspeksi diri.

Bumi ini sudah TUA dan mulai batuk-batuk, Percayalah mungkin alam sudah muak dengan segala aktivitas manusia, Sayangi diri kita sebelum azab itu datang. Resapkanlah peristiwa kemarin : Hati ini teramat hancur melihat betapa banyak saudara-saudara kita kehilangan nyawa, kehilangan rumah, kehilangan orang-orang yang dicintainya Tidak kah itu membuat kita berpikir ?

Ku Mohon perbanyak doa untuk saudara-saudara kita terutama untuk diri kita sendiri yang berlumur dosa, Mudah2an kita semua dijauhkan dari segala bencana, amin ya Allah..

Disini tempatku hidup Maros, kota yang kita bangun, kita jaga dan bela, berkahilah ya Allah_
Renungan : Daeng Marola (Maros)

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS