Maros.Sulsel – reaksipress.com -Pondok Pesantren Nahdatul Ulum Kelurahan Soreang Kecamatan Lau Kabupaten Maros menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Rabi’atul ‘Adawiyah kompleks pompes NU, Sabtu (1/12/2018).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Karo Kesra Pemprov Sulsel mewakili Gubernur Sulsel, H Suherman, Rektor UIM Makassar, Dr Hj Majdah Muhyidin Zain, Ketua Ikatan Cendikiawan Alumni Timur Tengah (ICATT), Dr KH Andi Aderus, Wadirbinmas Polda Sulsel mewakili Kapolda Sulsel, AKBP Darwis, Asisten I Pemkab Maros mewakili Bupati Maros, Baharuddin, Dandim 1422 Maros, Letkol Inf Farid Yudho Dwi Leksono, Kapolres Maros, AKBP Yohanes Richard Andrians, Ketua MUI Maros, H Syamsul Khalik, Danramil 1422-01 Lau Maros, Mayor Arh Muh Yuliansyah dan Kapolsek Lau Maros, AKP Nano.

Dihadiri pula oleh Pimpinan Ponpes Nahdatul Ulum Soreang Maros yang juga Ketua MUI Sulsel, AGH Dr Sanusi Baco Lc, Ketua Ponpes Nahdatul Ulum Soreang Maros, K.H Irfan Sanusi Lc, Lurah Soreang Maros, Arham Rizkiawan dan Seklur Soreang Maros, Ilham Halimsyah, Babinsa dan Binmas Kelurahan Soreang. Serta diikuti kurang lebih 500 orang santri dan santriwati.

Dalam sambutannya, AGH Dr Sanusi Baco Lc mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama membuka kembali sejarah Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Rahmatan Lilalamin. Nabi Muhammad SAW senantiasa menanggalkan segala atribut dan gelarnya sebagai Rasulullah apabila sedang berada di tengah keluarganya.

“Untuk itu mari kita jadikan ini sebagai panutan dan ajaran yang berguna untuk keluarga kita,” ungkapnya.

Saat menyampaikan hikmah Maulid Nabi, Dr KH Andi Aderus menyampaikan bahwa Allah SWT tidak akan menurunkan azabnya kepada kaummya apabila ditengahnya ada Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyadarkan masyarakat jahiliah di Mekkah dan menyebarkan agama Islam. Bahwa yang perlu ditanamkan kepada anak kita adalah pembinaan nilai-nilai akhlak, aqidah, kejujuran sebagai pemimpin.

“Semoga santri dan santriwati Ponpes ini dapat meniru sifat dan sikap perilaku Nabi Muhammad SAW dan melahirkan pemimpin bangsa yang dapat mencontoh kepemimpinan Rasulullah,” jelasnya.

Sementara itu, H Suherman, peringatan Maulid Nabi mengandung makna mengingat kembali sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan Islam dan sebagai pemimpin besar agama Islam.
Semoga hikmah Maulid Nabi ini kita jadikan sebagai tonggak sejarah Islam dan kita dapat amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga pembangunan mushallah ini nantinya dapat menuhi fungsinya dalam membina rohani masyarakat dengam aqidah dan akhlak berdasarkan Al Quran dan hadits,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019 Pemerintah Provinsi Sulsel akan memberikan bantuan dan ruang bagi santri dan santriwati yang berprestasi dan penghafal Al Quran.

Sedangkan Baharuddin, atas nama Pemerintah Kabupaten Maros, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini, karena hal tersebut dapat memberikan mamfaat tentang nilai-nilai sejarah dan perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT.

“Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan dan Uswatun Hasanah bagi kita semua. Maka melalui peringatan Maulid Nabi ini kita jadikan momentum untuk mengintrospeksi diri untuk senantiasa menjaga kondisi keagamaan dan keimanan, ekonomi dan memperkokoh jalinan silaturahmi antar umat beragama,” paparnya.

Selanjutnya, sebelum peletakan batu pertama pembangunan renovasi mushallah santriwati, dilakukan dilakukan penyerahan beasiswa secara simbolis kepada santri dan santriwati sebanyak 141 orang, dengan jumlah Rp1.500.000 per orang.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS