Makassar.Sulsel – reaksipress.com – Politisi cantik partai Golkar, Melani Mustari memiliki tips tersendiri untuk sukses menjadi legislator. Anggota DPRD Kota Makassar ini, membeberkan kebiasaan hingga bisa merebut amanah rakyat, khususnya di Dapil III Makassar, meliputi Kecamatan Tamalanrea – Biringkanayya.

Melani mengatakan, tak banyak yang perlu dilakukan untuk menjadi legislator, tidak mesti harus banyak uang, apalagi bergelimangan harta, juga tidak harus menjadi anak pejabat yang punya power.

“Paling utama jadi pribadi yang baik, karena menjadi legislator itu bukan persoalan siapa yang punya uang, atau siapa yang punya power. Tapi menjadi legislator itu, adalah siapa yang paling dekat dengan masyarakat.” kata Melani Mustari, Rabu (5/12/2018).

Dia hanya memberikan satu tips atau pesan paling penting, apalagi anak muda membidik parlemen. “Yah memperbaiki diri, memperbanyak sosialisasi dan bertemu langsung dengan masyarakat. Karena uang ataupun tahta akan mungkin terlewati dengan adanya kedekatan yang terbangun dengan masyarakat,” pesan Melani yang sangat memotivasi.

Melani memang tergolong muda, dia duduk di DPRD Makassar pada tahun 2014 lalu. Pada saat itu, wanita dengan postur tinggi ini masih berumur 23 tahun.

“Sebenarnya saya juga butuh teman yang sama punya pemikiran muda di DPRD. Karena saya kan terpilih kemarin di umur 23 tahun, nanti kan sudah mau masuk 28 tahun, mudah-mudahan nanti kalau saya terpilih ada adik-adik yang bisa mengikuti saya, membirakan pemikiran muda seperti saya dulu,” harapnya.

Anggota komisi D DPRD Makassar ini melanjutkan, setiap tahunnya pasti akan ada perubahan, baik di pemikiran atau dilingkungan, olehnya dia menilai jauh lebih bagus jika ada generasi di DPRD.

Tidak hanya itu saja, dia sangat ingin agar kuota 30 persen perempuan di DPRD bisa terpenuhi, bahkan lebih. Olehnya, Melani menitip pesan kepada semua Caleg perempuan untuk betul-betul bekerja maksimal.

“Harapan saya pasti maunya lebih banyak. Karena kita kan punya kuota 30 persen. Tapi kenyataan hanya sampai di partai. Di DPRD 30 persen itu tidak tercapai. Tapi mudah-mudahan perempuan di seluruh partai bisa lebih kerja keras,” harapnya.

Diapun berbagi tips kepada Caleg perempuan, strategi paling ampuh adalah open mindset. Dimana Caleg perempuan harus kompak membuka cakrwala berpikir masyarakat, bahwa urusan politik bukan hanya urusan pria.

“Karena kita tidak bisa memungkiri bahwa masyarakat masih kurang percaya terhadap perempuan, karena pekerjaan politik dianggap pekerjaan laki-laki atau mayoritas laki-laki,” katanya.

Harapannya, agar perempuan di DPRD bisa bertmbah. Sehingga hak-hak perempuan bisa diperjuangkan bersama. Melani bukan meragukan pria untuk meperjuangkan perempuan, tapi tidak semua keingina dan aspirasi perempuan terpahamkan oleh laki-laki.

“Sehingga saya berharap wanita-wanita yang menjadi Caleg mudah-mudahan kita bisa memenuhi bahkan lebih dari 30 persen, agar hak-hak atau yang berhubungan dengan perempuan bisa lebih dipikirkan lagi,” tuturnya.

Menjadi legislator, kata Melani harus mempersiapkan diri untuk ikhlas dan tulus mengabdi kepada masyarakat. Waktu bersama keluarga kemunginan berkurang, tapi rasa puas dan bangga akan selalu hadir kala berhasil memperjuangkan aspirasi masyarakat. Lelah baginya akan terbayarkan jika kebutuhan masyarakat terpenuhi oleh pemerintah.

“Memang betul saya rasakan waktu untuk keluarga dan pribadi sangat berkurang. Tapi makanya saya setiap Sabtu dan Minggu mengutamakan keluarga. Tapi jika keluarga memang mengerti bahwa ada kegiatan lain, baru saya berikan untuk orang banyak,” kata dia.

Soal waktu, kata dia tergantung sebagaimana pribadi seseorang mampu mengatur waktu dengan baik. Semua akan bisa terlewati jika memang berani melatih diri untuk menjalani.

“Tapi Alhamdulillah tidak ada saya rasa bahwa, saya tidak memperhatikan keluarga, tapi memang untuk pribadi tidak ada waktu sama sekali. Memang harus dipaksa betul baru bisa, apalagi saya yang masih muda biasa ngumpul sama teman, saat ini sudah sangat sulit menemukan waktu itu,” katanya.

Pekerjaan ganda, yakni kerja politik dalam hal ini kepentingan partai dan kerja kedewanan, yakni kepentingan masyarakat, tak lantas membuat dirinya kehabisan akal. Menurut dia semua akan berjalan alami, yang paling utama adalah selalu berdaptasi dengan kondisi dan lingkungan baru.

“Kan kalau di DPRD saya liat kerjanya memang berhubungan dengan politik, kita semua adalah orang politik, jadi memang apapun yang kita lakukan melalui Fraksi. Jadi jika ditanya bangaimana mengatur waktu dan mensingkronkan, akan berjalan secara otomatis, karena memang pekerjaan kami adalah pekerjaan politik yang berhubungan dengan orang banyak,” tandasnya.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS