Maros.Sulsel – reaksipress.com – Formateur Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros periode 2017-2020 Asri Said, terancam dicaretakerkan atau diganti sementara oleh pengurus KNPI Sulsel, lantaran sudah setahun pasca ditetapkan belum juga pelantikan.

Pemilihan ini digelar di Hotel Afiat jalan poros Maros, Minggu 15 Oktober 2017. Namun setelah setahun bergulir, KNPI Provinsi belum melantik Asri Said sebagai Ketua di Maros.

Isu caretaker tersebut beredar di facebook dan menjadi bahan diskusi di warung kopi.

Hal tersebut juga sudah diketahui oleh Ketua KNPI Maros, Asri Said dan pengurus intinya, rabu (7/11/2018).

Sejumlah pendukung Asri Said menolak caretaker tersebut. Namun ada juga yang berharap dilakukan karateker.

Asri Said mengatakan, penunjukan caretaker tersebut merupakan bencana nasional untuk Pemuda Indonesia khususnya di Maros. Dia terpilih berdasarkan proses demokrasi melalui Musyawarah Daerah (Musda). Namun hasil Musda diabaikan oleh pengurus DPD KNPI Sulsel.

“Ini ada bencana nasional bagi dunia kepemudaan. Hasil proses demokrasi telah diabaikan begitu saja. Sangat disayangkan karena pelakunya adalah DPD I KNPI Sulsel,” kata Asri.

Seharusnya, pengurus KNPI Sulsel tidak melempar isu caretaker. Karena menjadi bahan perdebatan di Maros dan berpotensi konflik.

KNPI Sulsel seharusnya memberikan pembelajaran positif dalam berdemokrasi. Bukan malah ingin merusak pesta demokrasi KNPI dengan caretaker.

“Informasi yang saya terima dari Korwil KNPI Maros, ada beberapa alasan yang membuat KNPI Sulsel menunjuk caretaker, diantaranya sudah setahun kepengurusan tidak defenitif,” kata Asri.

Selain itu, Asri juga dinilai tidak akomodatif atas keterwakilan organisasi sehingga menghambat proses pengesahan pengurus.

Diketahui, pada Musda KNPI Maros XIV oktober 2017 lalu, Asri Said mengungguli 5 kandidat lainnya dalam dua putaran pemilihan.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS