Memoar masa kecil terasa manis seperti gula, sebagaimana hujan yang tak bearti hambatan kala berangkat ataupun pulang sekolah. Ingat masa SD ketika hujan mengguyur sedang jarak 1 km (Jln Cempaka ke SD 4 Kassi Kebo) harus ditempuh dengan berjalan kaki lalu, jika hujan turun, kami tentu tetap pergi juga tetap pulang, tanpa menggunakan payung. Tahun 70-an itu kami bergerombol serekanan sekolah menggunakan daun pisang untuk dijadikan sebagai pengganti payung.Seperti musim ini mari mengingat moment hujan itu.

Memoar daun pisang sebagai pelindung, Pernah melakukannya? Hemmm, kalau belum tentu kalian tidak tahu bagaimana sensasinya memotong pelepah pisang tanpa menggunakan pisau. Memotong pelepah pisang menggunakan batu, dan apapun yang dirasa oleh kami tajam.

Setiap hujan deras, banyak di antara kita berteduh di teras sekolah, jika pulang sekolah kadang di bawah pohon rindang. Tapi bagi sebagian anak laki-laki seperti aku dulu, hujan adalah berkah. Apapun harinya; Senin – Sabtu. Hujan dikala pulang sekolah adalah panggilan alam untuk bermain.

Saat belajarpun guyuran hujan, mengingatkan waktu keluar main bentar lagi dan akhirnya segerombolan anak laki-laki bukannya berteduh malah mencari bola lalu bermain bola di lapangan Kassi Kebo, sebelah jalan depan sekolah. Suara teriakan guru yang melarang terabaikan, hukuman dan bentakan orangtua waktu pulang sering terlupakan. Pokoknya yang penting kami bermain bola sambil hujan-hujanan, tidak peduli kalau sekarang hari Senin, baju kotor urusan nomor sekian. Hujan deras justru membuat kami singgah di pekuburan lama (kini Puskesmas) dan saling melempar tanah dengaan empang kecil sebagai jarak pertaruhan.

Hujanpun reda, segerombolan anak kecil itu pulang kerumah dengan baju kumal, tas basah, serta kerisauan hati yang mendalam. “Pasti ibu marah, pasti bapak marah, pasti aku kena hukuman untuk mencuci pakaianku sendiri “. Namun di sisi lain, tersimpanan tersenyuman dengan maksud, “Besok kita hujan-hujanan lagi”.

Hujan dan daun pisang membuat aku sadar darimana diriku berasal, hujan membuat aku rindu dengan gerombolan anak kecil masa itu, hujan membuat aku menangis bahagia untuk mengenang masa itu_SB

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS