Maros.Sulsel – reaksipress.com – Sejak ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan waktu berkampanye para bakal calon legislatif. Seluruh partai mulai memanaskan mesin lebih awal untuk menarik simpatik masyarakat.

Setiap partai melakukan starting yang baik. Berbagai macam visi dan misi dilayangkan, seakan stok suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti, sebentar lagi ludes.

Di Kabupaten Maros sendiri memiliki 14 Kecamatan dan dan 5 daerah pemilihan (Dapil). Dan hampir setiap harinya, sili berganti kontestan mengampanyekan partai juga dirinya. Mulai dari bertemu langsung sampai pada media sosial.

Namun, berbeda dengan yang dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Maros Rusli Rasyid, saat semuanya semakin cepat melancarkan urusan politik, ia malah memilih bergulat dengan puing-puing reruntuhan bangunan dan mayat sisa dari dahsyatnya gempa dan tsunami yang mengguncang Sulteng baru-baru ini.

Saat dikonfirmasi via whatsapp ia tengah menyiapkan posko untuk para relawan, korban gempa dan juga tengah mencari warga Maros yang berada di Sulteng.

“Sekarang lagi diposko rumah teman bersama dengan BPBD Maros. Disela melakukan evakuasi, juga dilakukan pencarian terhadap warga kita,” katanya.

Sebagai seorang politisi yang kembali maju sebagai calon legislatif (caleg), seharusnya ia berkampanye di daerah pemilihannya, bukan malah menghabiskan waktu mengurus sisa-sisa bencana alam.

“Ini misi kemanusiaan, hal yang sangat patut didahulukan dari pada urusan lain. Sudah empat hari kami disini, semoga apa yang kami lakukan bisa meringankan dan menjadi semangat bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana, sebab kehadiran kita bisa jadi semangat bagi mereka,” ujar tokoh pemuda Maros yang akrab disapa Hacel ini.

Sebelumnya, ia menuju Sulteng bersama dengan IOF membawa logistik berupa makanan, minuman, obat-obatan dan pakaian untuk para korban dari dampak dahsyatnya gempa dan tsunami

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS