Maros.Sulsel – reaksipress.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) di 14 Kecamatan se-kabupaten Maros mulai melaksanakan koordinasi pengawasan partisipatif di masing-masing kecamatan.

Koordinasi tersebut melibatkan beberapa elemen masyarakat, yakni tokoh-tokoh masyarakat yang ada di tingkat kecamatan yang bertujuan agar pengawasan partisipatif dari masyarakat dapat lebih ditingkatkan.

Ketua Bawaslu Maros, Sufirman menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kerjasama dengan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan partisipatif dalam mengawal pemilu 2019 mendatang.

“Koordinasi ini dilakukan di seluruh kecamatan di Maros, untuk hari ini ada 3 Kecamatan yang laksanakan, yakni Maros Baru, Lau dan Bontoa. Tentunya hal ini ditujukan untuk meningkatkan sinergitas antara pengawas dengan masyarakat untuk turut mengawal pemilu,” tutur Firman, Rabu (17/10/2018).

Tugas masyarakat, kata Firman, bukan hanya sebagai pemilih, tetapi menjadi elemen yang sangat penting dalam mengawasi dan melakukan pencegahan terjadinya pelanggaran pemilu.

“Masyarakat tentunya bukan hanya pemilih, tetapi sebagai komponen yang sangat penting dalam mengawasi dan mencegah potensi pelanggaran, utamanya mengenai politik uang dan politisasi SARA,” lanjutnya.

Selain itu, Bawaslu Maros juga menargetkan akan membentuk desa binaan bebas pelanggaran pemilu di tiap kecamatan se-kabupaten Maros.

“Targetnya kita akan bentuk desa binaan di tiap kecamatan, secepatnya akan kita bentuk, dan tentunya ini butuh kerjasama dari semua elemen, masyarakat utamanya,” tutup Firman.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS