Palu.Sulteng – reaksipress.com – Sulitnya medan pasca gempa menjadi salah satu alasan distribusi logistik di Sulawesi Tengah (Sulteng) belum merata. Selain, jalan retak akibat gempa dan tsunami, juga trans ke Desa-Desa putus akibat longsor.

Seperti yang terjadi pada jalan di Desa Kawile, Kabupaten Sigi, Sulteng. Diaman, kondisi jalan yang longsor membuat akses dan distribusi bantuan terganggu dan sangat lambat. Kamis (11/10/2018).

Karena kondisi tersebut, para relawan untuk sampai mesti berjalan hati-hati sepanjang 50 kilo meter lebih dan ditempuh selama 6 sampai dengan 7 jam lamanya.

Salah seorang relawan asal Maros dan juga driver transportasi logistik Marisal Majid, menjelaskan bahwa begitu banyak bantuan yang telah sampai kepada posko induk, namun karena akses jalan juga ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih terbilang langkah, sehingga menyulitakan petugas dan relawan dalam mendistribusikan bantuan.

“Jalan retak, longsor, berbatu dan masih banyak puing-puing reruntuhan jadi sulit untuk menjangkau semua wilayah bencana. Belum lagi ketersediaan BBM yang sangat terbatas,” katanya.

Selain distribusi bantuan, relawan juga masih melakukan pencarian dan evakuasi korban-korban dari bencana,”normalisasi terus dilakukan sampai kondisi betul-betul kondusift. Aktifitas warga mulai ramai lancar, meski masih sangat terbatas,” katanya.

Lanjut Ical akrabnya disapa, bahwa dirinya belum bisa menjelaskan lebih jauh, sampai kapan distribusi bantuan dan evakuasi akan dilakukan,”kami akan tetap bergerak sampai betul-betul kondusift,” tutupnya.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS