Sulsel – reaksipress.com -Sebanyak 2.715 guru honorer di Kabupaten Gowa kini bisa bernafas lega. Hal itu, setelah diterbitkannya SK Kadisdik Gowa.┬áRibuan guru honorer ini akhirnya bisa mendapatkan SK Setelah bisa mengurus Nomor Urut Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) sebagai syarat untuk bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi berdasarkan Peraturan Sekjen Kemendibud No 1 tahun 2018 tentang petunjuk teknis pengelolaan nomor urut pendidikan dan tenaga kependidikan.

Adalah Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam kepada media, jumat (19/10/2018), menjelaskan menjelaskan awalnya para honorer guru tersebut diperjuangkan oleh Pemkab Gowa mendapatkan SK Bupati.

Namun karena SK Bupati tidak dibenarkan oleh ketentuan peraturan, sehingga berdasarkan arahan Mendikbud, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mencari solusi agar para guru honorer di Gowa tetap terjamin kesejahteraannya.

“Pak Bupati sangat prihatin atas nasib para honorer guru ini sehingga bapak meminta kami (Disdik) untuk mencari solusi tepat agar para guru honorer bisa mendapatkan sertifikasi. Dan setelah melakukan koordinasi para honorer kita buatkan SK Kadisdik kabupaten saja,” jelasnya.

Awalnya sesuai arahan Menteri Pendidikan, para guru honorer itu dibuatkan surat tugas dan bukan SK. Karena jika SK akan membebani Pemkab terkait pembayaran honorer mereka dalam APBD.

Namun kemudian terbit lagi regulasi baru yang lebih tidak memberatkan tugas pemerintah dimana regulasi yang dikeluarkan Kemendikbud ini menjelaskan bahwa tidak perlu SK Bupati tapi cukup melalui SK Kadisdik kabupaten saja.

Berdasarkan regulasi itulah, kini pihaknya mengeluarkan SK itu dan telah dibagikan kepada 2.715 guru honorer secara bertahap.

“BKPSDM sudah membagikan mulai Rabu kemarin. Tapi karena jumlahnya yang banyak maka yang diutamakan adalah guru honorer yang akan mengikuti PPG (pendidikan profesi guru) sebab penyetoran berkas berakhir 20 Oktober ini. Jadi yang lain kita bagikan SK nya melalui kepala sekolahnya untuk yang SMP dan Korwilnya untuk yang SD,” jelas Salam.

Guru honorer Gowa yang mengikuti seleksi PPG sebanyak 138 orang meliputi guru SD 99 orang, SMP 32 orang dan TK 7 orang.

Para guru honorer ini dinyatakan lulus namun mereka harus menyetorkan SK Kadisdik Gowa sebagai persyaratan untuk mendaftar pengsertifikasian. Sementara yang lain menunggu giliran masuk seleksi PPG.

Sementara itu seorang guru honorer asal Kecamatan Tompobulu mengaku senang karena telah mengantongi SK resmi Disdik.

“Mauku rasa peluki pak bupati. Mauka ucapkan terima kasih. Senangku. Setidaknya, kalau adami SK resmi begini bisa tommaki dapat sertifikasi kodong. Karena kalau berharapki untuk bisa jadi PNS tidak bisami kodong karena usia ta dibatasi lagi tidak bolehmi di atas 35 tahun na kita ini rata-rata usia tinggimi,” kata yang jauh-jauh datang sambil menggendong anaknya.

 

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS