Jakarta.Nasional- reaksipress.com – Ribuan guru honorer mogok mengajar se-Nusantara, telah berlangsung sejak Sabtu Kemarin, pula hari ini serentak di Sukabumi (Jawa Barat), terus berlangsung hingga tuntutannya dipenuhi Pemkab Sukabumi dengan gugatan diteruskan ke-pemerintah pusat.

“Penerimaan CPNS di bawah 35 tahun ?”, Sangat mustahil bagi honorer K2 untuk bisa memenuhi kriteria tersebut. Andai ada, jumlahnya sangat sedikit. Sebab honorer K2 murni rata-rata mereka usianya di atas 35, 40 tahun lebih, ” ujarnya Ari Susilo S.Pd,(koordinator (FHK2I) Kabupaten Malang, saat diterima oleh anggota DPRD, diantaranya Kusmantoro Widodo (Golkar), Didik Gatot Subroto (PDIP) dan Unggul Nugroho (Gerindra). Atas tuntutan itu, Kusmantoro Widodo menjanjikan, tanggal 24 September 2018 mendatang bersama sejumlah anggota DPRD lainnya akan berangkat ke Jakarta untuk meneruskan aspirasi FHK2I itu. “Kami juga akan mengajak perwakilan dari mereka, ” ucapnya.(20/9/18- 14:26)

Jumat, 21/9/18– 08:35_Setelah aksi mogok massal yang dimulai Selasa (18/9) di 25 kecamatan Kabupaten Banyuwangi, Jatim, mulai dari guru honorer SD sampai SMA sebagai luapan kekecewaan terhadap pemerintah, terus berlanjut. Respons positif Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang bersedia mengajukan surat permintaan (Bupati Surati Presiden) formasi lebih banyak untuk honorer K2 kepada Presiden Joko Widodo, tetap tidak bisa meluluhkan hati honorer K2 untuk tidak mogok.

20/9/18_ Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Yusdarti dihadapan massa aksi mengaku sudah pernah menyampaikan persoalan itu ke pemerintah pusat, ia juga mengaku bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan DPRD se Indonesia memperjuangkan nasib pegawai kontrak, honorer dan bukan hanya K2.”Tanggal 25 September 2018 nanti akan ada rapat DPRD se Indonesia, disini aspirasi FHK2-I akan diadukan ke pusat melalui asosiasi,” ucap dia. Wakil Ketua DPRD Sijunjung, Walbardi juga menyampaikan hal yang sama. “Harapan kami hendaknya bukan hanya sebatas aspirasi tapi hendaknya terwujud,” ujar dia.

Aksi berikut di Batusangkar (20/9/18) K2 Bergerak ke DPRD, mereka diterima Ketua Dewan Anton Yondra didampingi beberapa anggota dewan lainnya, yang menyatakan bakal memperjuangkan aspirasi dan nasib tenaga honor ini.“Bagaimana nasib dan kehidupan tenaga honoror ini telah lama saya rasakan, karena istri saya juga berada di dalamnya, makanya semua harus dibantu dan ditolong,” ungkap Anton sembari menyebut dana transportasinya pun telah mulai dinaikan dalam APBD._Juga Kab Maros dan Bulukumba (Sul-Sel) telah diberitakan dengan aspirasi K2 Kabupatan diantar langsung ke Pemerintah Pusat.

TULIS TANGGAPAN ANDA PADA KOLOM DI BAWAH INI, TERKAIT DENGAN BERITA DI ATAS
Ads
Pasang Iklan ReaksiPRESS